SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kinerja Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Dan Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Malang Tahun 2013-2017

Ashinta Anggraelisabet Hadi

Abstrak


KINERJA SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA MALANG TAHUN 2013-2017

Ashinta Anggraelisabet Hadi, Sugeng Hadi Utomo

Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang

Email:ashintaanggraelisabethadi@gmail.com 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pajak daerah sektor pariwisata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan penyerapan tenaga kerja khususnya di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kontribusi dan analisis elastisitas kesempatan kerja. Data yang digunakan adalah data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Malang pada tahun 2013-2017 dikatakan kurang, kontribusinya hanya berkisar 13.69% - 19.27%. Dikatakan kurang karena kontribusinya masih dibawah 20%, namun pendapatan sektor pariwisata selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Disisi lain selama periode 2013-2017 kinerja sektor pariwisata terhadap tenaga kerja di Kota Malang masuk dalam kategori elastisis. Dimana pertumbuhan ekonomi mendorong pertumbuhan tenaga kerja, meskipun respon pertumbuhan yang diberikan tidak selalu positif.

Kata Kunci: sektor pariwisata, Pendapatan Asli Daerah, Tenaga Kerja

Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi sumber devisa negara, hal ini dibuktikan dengan masuknya sektor pariwisata kedalam lima besar penyumbang devisa untuk Indonesia pada tahun 2016, yakni sebesar US $ 13,5 miliar per tahun dan pada tahun 2017 naik menjadi US $ 16,5 miliar per tahun (KEMENPAR, 2018). Disisi lain pariwisata diharapkan dapat menjadi penentu dan katalisator untuk mengembangkan pembangunan sektor lainnya secara bertahap. Pengembangan suatu tempat yang dijadikan daerah wisata diharapkan menjadi sumber dan potensi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan sektor lain sehingga lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah dan pendapatan negara, serta penerimaan devisa meningkat melalui upaya pengembangan dan pembangunan berbagai potensi kepariwisataan nasional, dengan tetap memelihara kepribadian bangsa dan kelestarian fungsi serta mutu lingkungan hidup. Di kota Malang sendiri, pengembangan tempat untuk dijadikan daerah wisata dapat dilihat dari beragam jenis wisata yang ada pada tabel 1.1 dibawah ini :

Tabel 1.1 Jenis Wisata di Kota Malang

Jenis Wisata Jumlah Wisata

Wisata Heritage / Sejarah 18

Wisata Taman dan Buatan 24

Wisata Kampoeng Tematik 19

Wisata Religi 7

Wisata Budaya 8

Wisata Olahraga 9

Wisata Edukasi 1

Sumber : Buku Penyusunan Survey Data Pariwisata Kota Malang, tahun 2017

Beragam jenis wisata yang ada di Kota Malang tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kota Malang untuk menjadikan Kota Malang sebagai destinasi wisata. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, bukti dari dampak pengembangan wisata yang ada di Kota Malang terlihat dari data wisatawan yang berkunjung ke kota Malang dari tahun 2014-2016 yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seperti yang terlihat pada gambar 1.1 dibawah ini:

Gambar 1.1 Perkembangan Wisatawan ke Kota Malang tahun 2014-2016

Sumber : Buku Penyusunan Survey Data Pariwisata Kota Malang, tahun 2017

Perkembangan kunjungan wisatawan yang ada membawa dampak bagi tumbuhnya sarana penunjang di pusat hunian wisata ataupun kawasan objek wisata seperti misalnya restoran, art shop, pasar, sarana hiburan, dan rekreasi. Dalam hal ini pariwisata menyumbang penerimaan kepada daerah dalam bentuk pajak dan retribusi. Pendapatan Asli Daerah merupakan penerimaan dari pungutan pajak daerah, retribusi daerah, hasil dari perusahaan daerah, penerimaan dari dinas-dinas dan penerimaan lainnya yang termasuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam pendapatan daerah merupakan cermin keberhasilan usaha-usaha atau tingkat kemampuan daerah dalam pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Gambar 1.2 Data target dan realisasi anggaran Pajak Daerah sektor Pariwisata di Kota Malang tahun 2013-2017

Sumber : Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang

Berdasarkan gambar 1.2 dapat diketahui bahwa penerimaan pajak daerah sektor pariwisata setiap tahunnya terus meningkat. Hal ini tentunya membawa kontribusi yang positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Malang. Oleh karena itu setiap pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan perekonomian daerahnya sendiri lewat peningkatkan dan pengembangan potensi sumber Pendapatan Asli Daerah  dengan lebih kreatif dan inovatif. Dengan demikian, sumber Pendapatan Asli Daerah akan semakin meningkat dan dapat membangun daerahnya.

Tabel 1.2 Data presentase kontribusi PDRB sektor pariwisata

Tahun PDRB Perdagangan, Hotel dan Restoran Total Presentase Kontribusi Sektor Pariwisata

2013 13136138 37547739 34.99%

2014 13933565 39724701 35.08%

2015 14873681 41952126 35.45%

2016 15841898 44303901 35.76%

Sumber : BPS Kota Malang

Disisi lain, tumbuhnya sarana penunjang wisata tentunya membawa dampak positif pada penyerapan tenaga kerja.  Dengan adanya penunjang pariwisata, jumlah wisatawan yang berkunjung diharapkan semakin meningkat, yang pada akhirnya bermuara pada penciptaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, serta dapat pula mempengaruhi tingkat produktivitas masyarakat dalam kegiatan perekonomian.

Tabel 1.3 Data penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut lapangan usaha utama di Kota Malang

Sektor 2013 2014 2015 2017

IV 137.501 116.432 129.256 129.304

Lainnya 260.593 276.618 248.073 281.738

Total 398.094 393.050 377.329 411.042

Sumber : BPS Kota Malang

Keterangan:

Sektor IV = sektor pariwisata (perdagangan besar, eceran, rumah makan dan hotel

Sektor lainnya = pertanian, industri pengolahan, konstruksi, angkutan,pergudangan dan komunikasi, keuangan dan jasa-jasa, pertambangan, dan penggalan, listrik, gas dan air

Pada tabel 1.3 diatas disajikan data penyerapan tenaga kerja pada sektor pariwisata mengalami penurunan pada tahun 2014 sebesar 15,32%, padahal seharusnya ketika pendapatan sektor pariwisata naik maka akan menimbulkan naiknya penyerapan tenaga kerja pada sektor pariwisata.

Sektor pariwisata telah memberikan dampak yang besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Kota Malang. Oleh karena itu seharusnya dikembangkan dan dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah. Berpijak pada UU No. 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah, kota Malang terus mengembangkan sektor pariwisata tidak hanya pada pariwisata kampung warna-warni namun mengembangkan pada pariwisata Taman Rekreasi Kota, Alun-Alun Tugu, Pasar Burung dan Bunga Malang, Musium Malang Tempo Doeloe, dan masih banyak lagi yang tujuannya adalah mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan Pasal 157 UU No. 32 Tahun 2004 dan menyerap banyak tenaga kerja. Dengan adanya pengembangan pariwisata tersebut, diharapkan mampu menyelenggarakan pemerintahan daerah sendiri secara mandiri terutama pada finansial yang diperoleh dari PAD melalui sektor pariwisata yang dikembangkan.

Bertitik tolak dari uraian diatas, penulis tertarik untuk membuat penelitiaan. Penelitiaan ini melihat tentang seberapa besar kontribusi pajak daerah sektor pariwisata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan penyerapan tenaga kerja khususnya di Kota Malang. Sehingga penulis mengambil judul skripsi “Kinerja Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah dan Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Malang Tahun 2013-2017”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menjelaskan kinerja sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah kota Malang tahun 2013 – 2017; 2) Menjelaskan kinerja sektor pariwisata terhadap penyerapan tenaga kerja daerah kota Malang tahun 2013 – 2017.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data

Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Metode ini bertujuan mendeskripsikan data yang secara sistematis dan akurat, sehingga dengan menggunakan metode ini, diharapkan peneliti dapat menggambarkan keadaan secara jelas mengenai Kinerja Setor Pariwisata terhadap PAD dan Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Malang. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara dokumentasi.

Definisi Operasional

1Kinerja Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Kinerja sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam penelitian ini adalah kontribusi sektor pariwisata (pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)

2Kinerja Sektor Pariwisata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Kinerja sektor pariwisata terhadap penyerapan tenaga kerja dalam penelitian ini adalah elastisitas tenaga kerja di bidang pariwisata.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data Jenis data dalam penelitiaan ini adalah data sekunder. Data  sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiono, 2008 : 402).

Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Analisis Kontribusi Pajak Daerah Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah

Dalam analisis penelitian ini untuk mengetahui kinerja sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah menggunakan analisis proporsi (Djarwanto, 2001:152). Langkah pertama adalah menghitung kontribusi pajak masing-masing sektor pariwisata terhadap Pajak sektor pariwisata, dengan rumus:

Kontribusi pajak masing-masing Sektor Pariwisata pada PAD

Langkah kedua adalah menghitung kontribusi pajak sektor pariwisata terhadap pajak daerah sebagai komponen PAD dengan rumus:

Kontribusi pajak Sektor Pariwisata pada Pajak daerah

Selanjutnya Perhitungan ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi Pajak Daerah Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah . dengan rumus sebagai berikut :

Kontribusi PD Sektor Pariwisata pada PAD

Kriteria yang digunakan untuk menilai kontribusi pajak daerah sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah, sebagai berikut:

Tabel 3.1 Kriteria kontribusi pajak daerah

Prosentase Kriteria

0,00% - 10% Sangat Kurang

10,00% - 20% Kurang

20,00% - 30% Sedang

30,00% - 40% Cukup Baik

40,00% - 50% Baik

Diatas 50% Sangat Baik

Sumber : Depdagri, Kemendagri No. 690.900.27 dalam Puspitasari (2014)

Analisis Elastisitas Penyerapan Tenaga Kerja

Langkah pertama dalam analisis dalam penelitian ini adalah menghitung pertumbuhan penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan PDRB sektor pariwisata di Kota Malang, menggunakan rumus sebagai berikut (Arsyad, 2010:23)

Keterangan:

gl = pertumbuhan penduduk yang bekerja di sektor pariwisata

= jumlah penduduk yang bekerja di sektor pariwisata pada tahun hitung

= jumlah penduduk yang bekerja di sektor pariwisata pada tahun sebelumnya

Keterangan:

gY = pertumbuhan penduduk yang bekerja di sektor pariwisata

= jumlah PDRB di sektor pariwisata pada tahun hitung

= jumlah PDRB di sektor pariwisata pada tahun sebelumnya

Selanjutnya untuk mengetahui elastisitas penyerapan tenaga kerja dapat diketahui dengan rumus elastisitas. Elastisitas adalah konsep umum yang bisa digunakan untuk mengkuantifikasi tanggapan suatu variabel ketika variabel lain berubah. Jika suatu variabel A berubah sebagai tanggapan atas perubahan dalam variabel lain B, elastis A terhadap B sama dengan perubahan presentase dalam A dibagi dengan perubahan presentase dalam B.

Rumus:

Keterangan:

E = Elastisitas Penyerapan Tenaga Kerja

gl = Pertumbuhan Jumlah Penduduk yang bekerja pada sektor pariwisata

gY = Pertumbuhan PDRB sektor pariwisata

Kriteria yang digunakan untuk menilai elastisitas peyerapan tenaga kerja sektor pariwisata, sebagai berikut:

Tabel 3.2 Kriteria Elastisitas penyerapan tenaga kerja

Nilai Kriteria

0 Inelastis Sempurna

∞ Elastis Sempurna

1 Elastis Uniter

<1 Tidak Elastis

>1 Elastis

Sumber : Soib (2014)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kinerja Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Tahun 2013-2017

Secara keseluruhan analisis kontribusi masing-masing sektor terhadap pajak sektor pariwisata mengalami fluktuatif, meskipun jumlah pajaknya selalu meningkat setiap tahun. Kontribusi terbesar dalam kurun waktu 2013-2017 diberikan oleh sektor restoran dengan kategori sangat baik, hal ini dikarenakan masalah terkait kuliner dapat dinikmati dan dijangkau kapan saja. Kontribusi terbesar kedua ditempati oleh sektor hotel. Meskipun demikan sektor ini menunjukkan perkembangan yang paling pesat dalam kurun waktu 2013-2017. Perkembangan ini didukung oleh berkembangnya jumlah hotel di Kota Malang dari kurun waktu 2013-2017 yang selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Selain itu, penambahan objek pajak baru pada pajak hotel juga memberikan kontribusi pada peningkatan pajak hotel. Mulai tahun 2015 Guest House dan rumah kos dimasukan pada komponen pajak hotel. Kontribusi paling rendah ditempati oleh sektor hiburan.

Kinerja sektor pariwisata secara tidak langsung ditunjukan lewat pengaruh pajak sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah, dimana pajak sektor pariwisata masuk dalam kategori pajak daerah sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah. Tabel analisis kontribusi sektor pariwisata menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan cenderung meningkat setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2017 yang mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan ketika terjadi peningkatan pajak sektor pariwisata tidak sebesar peningkatan pajak sektor lain. Laju pertumbuhan pajak sektor pariwisata terbesar terjadi pada tahun 2014, dimana pada tahun ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang mulai mengembangakan misinya yang sebelumnya pada tahun 2013 hanya fokus pada promosi dan pengembangan objek wisata, namun pada tahun 2014 telah mengalami perubahan lebih mendalam. Tahun 2015-2016 penurunan laju pertumbuhan pajak sektor pariwisata tidak diikuti oleh penurunan kontribusi, yang terjadi adalah sebaliknya. Hal ini dikarenakan meskipun pada tahun tersebut laju pertumbuhan pajak sektor pariwisata menurun, namun tidak sebesar penurunan sumber lain, sehingga kontribusi yang diberikan terhadap Pendapatan Asli Daerah tetap meningkat. Berbeda pada tahun 2017 yang terjadi penurunan laju pertumbuhan yang diikuti oleh penurunan kontribusi, hal ini dikarenakan terjadinya kenaikan sumber lain sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah. Disisi lain, perlu diingat bahwa selama kurun waktu 2013-2017 selalu terjadi peningkatan pajak sektor pariwisata yang mana ikut berkontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Peningkatan pajak sektor pariwisata ini disebabkan adanya penetapan suatu kebijakan mengenai penambahan objek pemungutan pajak daerah, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada perkembangan pajak hotel dan diperkuat dengan adanya penelitian terdahulu yang menjelaskan hal yang sama oleh Yuliani (2015). Peningkatan pajak juga tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang.

Disisi lain meskipun dalam kurun waktu 2013-2017 tidak terjadi penurunan pada jumlah pajak sektor pariwisata yang disetorkan namun perlu juga diingat bahwa masih ada kemungkinan hal tersebut dapat terjadi. Dimana penurunan yang ada disebabkan oleh usaha-usaha penghindaran pajak dan banyaknya objek pajak yang tidak dilaporkan. Oleh karena itu secara tidak langsung dijelaskan bahwa pengusaha di bidang pariwisata memiliki peran yang penting dalam peningkatan ataupun penurunan pajak pariwisata yang ada. Hal tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan Schumpeter bahwa para inovator dan wiraswasta (khususnya dalam penelitian ini di bidang pariwisata) merupakan kunci utama perkembangan ekonomi.

Tabel 4.1 Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Tahun 2013-2017

Tahun Pajak sektor pariwisata PAD Laju Pertumbuhan Pajak Sektor PariwisataKontribusi Kategori

2013 43,497,994,571 317,850,423,684 13.69% Kurang

2014 60,683,215,183 372,550,096,292 39.51% 16.29% Kurang

2015 76,931,042,206 424,938,755,525 26.77% 18.10% Kurang

2016 91,965,890,375 477,332,655,845 19.54%