SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Ekspor, Penanaman Modal Asing (PMA) dan Jumlah Tenaga Kerja Terhadap GDP Riil Periode 1995-2017

Mardhika Vivin

Abstrak


RINGKASAN

Mardhika, Vivin. 2018. Pengaruh Ekspor, Penanaman Modal Asing (PMA) dan Jumlah Tenaga Kerja Terhadap GDP Riil Periode 1995-2017. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dwi Wulandari S.E, M.M.

Kata Kunci : ekspor, penanaman modal asing (PMA), jumlah tenaga kerja, gross domestic product riil.

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat dijadikan sebuah gambaran dari kesejahteraan masyarakat pada negara itu sendiri. Dimana semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin baik pula kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari nilai GDP riil. Pada penelitian ini yang digunakan yaitu GDP yang dilihat dari harga konstan, karena dengan menggunakan harga konstan lebih mudah melihat perubahan pertumbuhan GDP dari tahun ketahun. Faktor-faktor yang di akan di gunakan sebagai variabel independennya atau variabel yang dapat mempengaruhi GDP riil ekspor, penanaman modal asing (PMA) dan jumlah tenaga kerja.

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan ekspor, penanaman modal asing (PMA) dan jumlah tenaga kerja terhadap GDP riil dalam jangka pendek dan jangka panjang. Model penelitian ini Vector Error Corection Model (VECM) yang digunakan untuk melihat apakah variabel-variabel dalam penelitian memiliki hubungan jangka pendek maupun jangka panjang. Data yang digunakan yaitu data time-series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan World Bank.

Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa ekspor, PMA dan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap GDP riil dalam jangka pendek. Hal tersebut dikarenakan untuk variabel ekspor selalu mengalami penurunan  yang diakibatkan oleh perekonomian Cina yang sedang turun selain itu juga disebabkan oleh lemahnya beberapa harga komoditas seperti kopi, kakau, maupun obat-obatan. PMA tidak berpengaruh dikarenakan oleh penyebaran investasi yang tidak merata sehingga adanya ketimpangan antara daerah. Terakhir jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh yang dikarenakan oleh rendahnya kualitas tenaga kerja. Sehingga rendahnya kualitas tenaga kerja tersebut tidak dapat mempengaruhi GDP dalam jangka pendek.

Hasil estimasi dari jangka panjang justru berbanding terbalik dengan jangka pendek, dalam hal ini ekspor, PMA dan jumlah tenaga kerja berpengaruh terhadap GDP riil. Diketahui ekspor mengalami peningkatan pada sektor nonmigas. Untuk PMA berpengaruh terhadap GDP riil namun negatif yang ternyata diakibatkan oleh jatuhnya harga migas. Jumlah tenaga kerja dalam jangka panjang, tenaga kerja berpengaruh pengaruh, namun hasilnya  negatif. Hal tersebut dikarenakan tenaga kerja yang kurang dalam hal kualitasnya tenaga kerja itu sendiri.