SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH JUMLAH TENAGA KERJA DAN KURS TERHADAP EKSPOR NON MIGAS DI INDONESIA TAHUN 2012-2016

APRILIANIINGTYAS SEPTI

Abstrak


RINGKASAN

Aprilianiingtyas, Septi. 2019. Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja dan Kurs Terhadap Ekspor Non Migas di Indonesia Tahun 2012-2016. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangungan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M

Kata Kunci: Jumlah Tenaga Kerja, Kurs, Ekspor Non Migas, Analisis Data Panel

Jumlah tenaga kerja dan kurs mempunyai hubungan yang erat terhadap ekspor non migas. Dimana jumlah tenaga kerja di perlukan untuk meningkatkan jumlah produksi dari perusahaan ekspor sehingga membuat kegiatan ekspor meningkat. Dari meningkatnya kegiatan ekspor non migas maka akan memperoleh cadangan devisa untuk negara. Cadangan devisa negara berkaitan dengan nilai kurs suatu negara. Maka dari itu, nilai kurs juga dapat mempengaruhi kegiatan ekspor non migas di Indonesia.

Penelitian ini bertujuan:

(1) untuk menganalisis pengaruh dari jumlah tenaga kerja terhadap ekspor non migas di Indonesia tahun 2012-2016,

(2) untuk menganalisis pengaruh dari kurs terhadap ekspor non migas di Indonesia tahun 2012-2016,

(3) untuk menganalisis pengaruh secara simultan dari jumlah tenaga kerja dan kurs terhadap ekspor non migas di Indonesia tahun 2012-2016. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif, yang menggunakan data sekunder dengan kurun waktu lima tahun dari tahun 2012-2016. Alat analisis yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan Analisis Regersi Data Panel.

Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah tenaga kerja memiliki pengaruh positif terhadap ekspor non migas. Ketika jumlah tenaga kerja naik maka ekspor non migas akan meningkat dan sebaliknya apabila jumlah tenaga kerja turun maka ekspor non migas juga akan menurun. Hal ini dikarenakan semakin banyak jumlah tenaga kerja yang digunakan dan diserap dengan tingkat keahlian pekerja yang tinggi akan mempengaruhi jumlah produksi barang atau jasa yang akan di ekspor. Semakin banyak produksi yang dihasilkan oleh pekerja maka akan meningkatkan volume ekspor non migas di Indonesia. Hasil dari kurs memiliki pengaruh positif terhadap ekspor non migas. Ketika kurs terapresiasi maka ekspor non migas akan meningkat, namun membuat permintaan ekspor non migas menjadi menurun karna tingkat harga acuan dollar meningkat. Sebaliknya jika kurs terdepresiasi maka ekspor non migas akan menurun, namun permintaan ekspor non migas akan meningkat dengan harga yang murah dan membuat biaya pengiriman ekspor menjadi mahal karena menggunakan acuan mata uang dollar. Secara simultan jumlah tenaga kerja dan kurs memiliki pengaruh signifikan terhadap ekspor non migas di Indonesia.