SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Investasi Asing Langsung, Utang Luar Negeri, Jumlah Remitansi, Ekspor, dan Jumlah Uang Beredar terhadap Neraca Transaksi Berjalan di Indonesia

Ima Noviyana

Abstrak


Neraca transaksi berjalan merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan bagi suatu negara dalam mengetahui indikator stabilitas ekonomi transaksi perdagangan secara internasional. Neraca transaksi berjalan sendiri dapat diartikan sebagai alat ukur yang secara luas mengukur perdagangan internasional suatu negara yang mencakup transaksi barang, jasa, pendapatan, faktor produksi (dari asset dan tenaga kerja) dan juga transfer uang. Sehingga sebuah negara sangat memerlukan adanya keseimbangan pada beberapa komponen tersebut agar perekonomian dapat mencapai kestabilan. Saat ini kondisi neraca transaksi berjalan di Indonesia sedang mengalami defisit dari yang sebelumnya surplus. Kondisi ini akan menimbulkan dampak yang negatif apabila dibiarkan secara berlarut-larut. Untuk itu perlu diketahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi naik turunnya tingkat neraca transaksi berjalan, agar dapat ditemukan kebijakan yang tepat untuk stabilitas perekonomian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh investasi asing langsung, utang luar negeri, jumlah remitansi, ekspor, dan jumlah uang beredar terhadap neraca transaksi berjalan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah VECM (Vector Error Correction Model). Data yang digunakan adalah data sekunder time series yang diambil dari Statistik Ekonomi Keuangan Bank Indonesia secara kuartal pada tahun 2010:Q1 hingga 2018:Q2.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Investasi Asing Langsung dan Utang Luar Negeri berhubungan positif dan signifikan terhadap neraca transaksi berjalan dalam jangka panjang. Variabel Remitansi, Ekspor dan Jumlah Uang beredar memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap neraca transaksi berjalan dalam jangka panjang. Perbedaan hipotesis dan hasil disebabkan karena saat terjadinya peningkatan jumlah remitansi dan ekspor tidak diikuti oleh surplus pada neraca perdagangan. Sehingga menyebabkan perbedaan hasil. Seluruh variabel kecuali jumlah uang beredar tidak signifikan dalam jangka pendek.