SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH TINGKAT PENDAPATAN NASIONAL, INFLASI, TINGKAT SUKU BUNGA, DAN KURS NILAI TUKAR MATA UANG TERHADAP BESARNYA FINANCIAL DEEPENING INDONESIA TAHUN 2007.Q1-2017.Q4

RAHMAWATI CYNTHIA AYU

Abstrak


ABSTRAK

Rahmawati, Cynthia Ayu. 2019. Pengaruh Tingkat Pendapatan Nasional, Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Dan Kurs Nilai Tukar Mata Uang Terhadap Besarnya Financial Deepening Indonesia Tahun 2007.Q1-2017.Q4. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dwi Wulandari, S.E, M.M

Kata Kunci: financial deepening, pendapatan nasional, inflasi, suku bunga, nilai tukar, vector error correction model

Pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh perkembangan dalam sektor keuangan. Pendalaman pada sektor keuangan dianggap sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pendalaman keuangan digunakan untuk menunjukkan terjadinya peningkatan peranan dan kegiatan dari jasa-jasa keuangan terhadap ekonomi. Berkaitan dengan indikator kuantitatif untuk meilhat perkembangan sektor keuangan, terutama pendalaman keuangan khusunya sektor perbankan yang banyak digunakan adalah kredit sektor swasta terhadap produk domestik bruto (PDB). Pendalaman keuangan di sektor perbankan dapat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi dan kondisi moneter. Pada kondisi makro ekonomi dipengaruhi oleh pendapatan nasonal, kurs nilai tukar dan inflasi. Sedangkan pada kondisi moneter dapat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga dan jumlah uang beredar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan nasional, inflasi, suku bunga, dan kurs nilai tukar terhadap Financial Deepening di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Vector Error Correction Model. Metode ini digunakan untuk memperlihatkan hubungan jangka panjang maupun jangka pendek antara indikator pendapatan nasional, inflasi, suku bunga, dan kurs nilai tukar dan Financial Deepening. Data yang digunakan adalah data time series Quartalan tahun 2007-2017.

Hasil uji VECM menunjukkan bahwa pendapatan nasional berpengaruh secara positif pada jangka pendek dan jangka panjang. Inflasi berpengaruh secara negatif pada jangka pendek dan jangka panjang. Suku bunga berpengaruh secara positif pada jangka pendek dan jangka panjang. Kurs nilai tukar berpengaruh secara negatif dalam jangka pendek dan jangka panjang.