SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

strategi pengembangan industri songkok tiga udeng sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat di desa kroman kecamatan Gresik

LATIFATUR ROSYIDAH

Abstrak


PERAN ADANYA INDUSTRI SONGKOK TIGA UDENG TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PEKERJA DI DESA KROMAN KECAMATAN GRESIK

Latifatur Rosyidah, Nasikh Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang

e-mail: latifaturrosyidah8@gmail.com

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran adanya industri songkok Tiga Udeng terhadap peningkatan pendapatan pekerja di Desa Kroman Kecamatan Gresik. Metode yang digunakan oleh penelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Peran adanya industri songkok Tiga Udeng terhadap peningkatan pendapatan pekerja hal ini peneliti menganalasis seberapa berperan industri Songkok Tiga Udeng dapat meningkatkan pendapatan pekerjannya, untuk mengetahuinya peneliti meneliti pendapatan sebelum mereka dan sesudah mereka bekerja di industri Tiga Udeng. prosedur pengumpulan data yang digunakan melalui observasi langsung,  wawancara mendalam kepada informan yaitu pemilik Industri Songkok Tiga Udeng untuk Responden yaitu pekerja industri songkok Tiga Udeng, dan dokumentasi. Untuk hasil penelitian mengenai peran adanya industri Songkok TIga Udeng terhadap peningkatan pendapatan pekerjanya, sangat berperan terhadap peningkatan pendapatannya dapat dilihat pendapatan pekerja sebelum dan sesudah mereka bekerja di industri Songkok Tiga Udeng meningkat dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pekerja.

Kata kunci: Songkok, Tiga Udeng, Peran adanya industri, Peningkatan Pendapat Pekerja.

 

Pendahuluan

Pengembangan industri dan menengah sebagai upaya perbaikan perekonomian karena memiliki potensi yang besar dalam menggerakan ekonomi nasional. Industri kecil dan menengah yang mempunyai peranan yang besar pada perekonomian masyarakat karena dapat menyediakan banyak lapangan kerja, dan banyak menyerap tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran (Hidayat, dkk., 2017). Berdasarkan BPS, 2018 bahwa laju pertumbuhan ekonomi di kabupaten Gresik  tahun 2013-2017 mengalami fluktuasi itu merupakan hal biasa, karena setelah pertumbuhan ekonomi meningkat biasanya kan mengalami penurunan biasanya di sebabkan karena keterbatasan sumber daya sehingga membutuhkan waktu untuk diperbaharui. Berdasarkan Diskoperindag kab Gresik (2016) jumlah usaha songkok di Kecamatan Gresik, berjumlah 358, jumlah pengrajin songkok terbanyak berada di desa Kroman sejumlah 282, penghasil songkok terkecil adalah Desa Telogo Pojok dengan jumlah 1 pengrajin. Hal ini menunjukkan bahwa Desa Kroman merupakan pusat pembuatan songkok terbesar di Kecamatan Gresik. Dengan adanya Industri atau pengrajin sebanyak itu dapat mengurangi pengangguran dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar industri. Songkok ini dulunya hanya dipakai oleh masyarakat Gresik sebagai busana tradisional, namun sekarang menjadi busana tradisional daerah lain Nurif (2008) Sektor ini layak dikembangkan menjadi tulang punggung perekonomian hal inilah mendorong kabupaten Gresik untuk memajukan industri untuk meningkatkan pendapatan masyarak. Keberadaan sektor industri diharapkan menjadi mesin penggerak perekonomian kabupaten Gresik (Pinem, 2016).Dari latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk membuat studi “Peran adanya Industri Songkok Tiga Udeng terhadap Peningkatan Pendapatan pendapatan Pekerja di Desa Kroman Kecamatan Gresik”

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini peneliti sebagai pengamat penuh dari mulai kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, penganalisisan data sampai dengan pelaporan hasil penelitian. Lokasi penelitian yang di gunakan adalah di Industri Songkok Tiga Udeng Desa Kroman Kecamatan Gresik. Sumber data yang digunakan penelitian ini dari data primer yang di dapat dari hasil observasi, wawancara mendalam yang di lakukan kepada informan yaitu pemilik Industri Songkok Tiga Udeng, dan responden yaitu pekerja Industri Songkok Tiga Udeng. Untuk mengetahui peningkatan pendapatan sebelumnya dan sesudah bekerja di industri songkok Tiga Udeng mewawancarai responden yaitu masyarakat yang bekerja di Industri Songkok Tiga Udeng Desa Kroman Kecamatan Gresik. Yaitu  Bapak Agus, Barik, Ibu Hidayah, Ifah, Jamilah, Bapak Budi, Khudhori, Hanafih, Joyo, Haris, Abror.

 

Hasil Analisis

Berdasarkan hasil wawancara kepada pekerja industri Songkok Tiga Udeng menunjukkan hasil pendapatan sebelum dan sesudah bekerja di industri Songkok Tiga Udeng Dengan adanya Industri Songkok Tiga Udeng diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pekerjanya. Industri songkok Tiga Udeng juga dapat membuka peluang pekerjaan bagi ibu rumah tangga yang ada di Desa Kroman, karena apabila hanya mengandalkan pendapatan dari suaminya dirasa kurang, sehingga mereka mencari penghasilan tambahan dengan bekerja di Industri Songkok Tiga Udeng yang tempatnya tidak jauh dari rumahnya.

Peran industri songkok tiga udeng di Desa Kroman Kecamatan Gresik sebagai upaya peningkatan pendapatan pekerja sudah berjalan dengan baik karena tidak hanya meningkatkan pendapatan pemilik Industri Songkok Tiga Udeng saja akan tetapi meningkatkan pendapatan masyarakat yang menjadi pekerja di Industri songkok Tiga Udeng. Karena terbukanya lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar baik laki-laki maupun perempuan sekitar industri bisa bekerja di Industri Songkok Tiga Udeng, yang memiliki kemampuan, keahlian, dan pengalaman untuk bisa masuk kedalam Industri Songkok Tiga Uden, karena yang dihadapi kualitas dan kerapian jahitan songkok.

Adanya Industri Tiga Udeng yang mayoritas pekerja dimilikinya yang diambil dari masyarakat sekitar, sehingga dengan mengambil pekerja dari mayarakat sekitar bahwa industri Songkok Tiga Udeng memberi pengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Dampak dapat dirasakan masyarakat sekitar yang bekerja di Industri Songkok Tiga Udeng Seperti Ibu hidayah yang dari masih perawan sudah bekerja di Industri sogkok Tiga Udeng, dan berhenti, karena menikah sekarang menjadi ibu rumah tangga saja setelah itu kembali lagi untuk menambah-nambah pendapatan kalau hanya mengandalkan gaji dari suaminya saja. Pendapatan yang diterima itu setelah menyetor 5 kodi mendapatkan upah sebesar Rp 50.000 untuk penyetoran songkok tidak ada batasan waktu yang ditentukan.

Berbeda dengan bapak barik dan bapak agus yang merupakan warga sekitar yang bekerja selama 4 tahun di Industri Songkok Tiga Udeng. Bapak agus sebelum bekerja di industri songkok beliau bekerja di pabrik karena usianya tidak mudah lagi akhirnya beliau berhenti dari pekerjaannya dan membuka warung kecil-kecilan di depan rumahnya akan tetapi pendapatan yang diperoleh tidak cukup untuk membiayai anaknya yang setelah ini masuk kuliah sehingga beliau bekerja diindustri songkok Tiga Udeng dengan pendapatan yang diperoleh setiap bulannya kira-kira Rp 2.000.000 sudah cukup, dengan waktu kerja yang fleksibel, karena pekerja di industri songkok sendiri berstatus borongan.

Berdasarkan uraian diatas dijelaskan pendapatan yang diperoleh pekerja Industri Songkok Tiga Udeng berbeda-beda setiap bagian karena tingkat kerumitan yang dihadapi juga berbeda ada yang bekerja dibagian sum, perakitan, finishing dan packing. Dengan pendapatan yang mereka dapat kira-kira Rp. 2.000.000 perbulan bisa lebih, sehingga dengan pendapatan mereka sebesar itu dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Pembahasan

Adanya industri ini memberikan kesempatan kerja bagi orang lain bahkan warga sekitar industri Songkok Tiga Udeng, mereka mngatakan bahwa dengan adanya industri songkok ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakatnya yang bekerja di industri tersebut, sebelumnya pendapatan mereka tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka, sekarang kehidupan mereka lebih terangkat semenjak bekerja di industri Songkok Tiga Udeng. Apabila pekerja Industri Songkok Tiga Udeng menginginkan pendapatan lebih banyak dari yang mereka hasilkan sekarang, mereka dapat meningkatkan produksi yang dihasilkan, lebih disiplin dalam bekerja sehingga pekerja dapat memperoleh lebih banyak produk yang dihasilkan dan akan berimbas pada pendapatan yang mereka peroleh. Berdasarkan uraian diatas peran Industri Songkok Tiga Udeng Terhadap peningkatan pendapatan pekerja sangat dirasakan oleh pekerja salah satunya adalah pendapatan yang mereka peroleh ketika pada waktu bulan puasa mendapatkan tunjangan uang yang lebih besar dibandingkan dengan yang diberikan oleh Industri Songkok lainnya.

 

Kesimpulan

Peran industri Tiga Udeng Songkok untuk meningkatkan pendapatan pekerja di Desa Kroman di Kecamatan Gresik memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan pendapatan pekerja. Peningkatan pendapatan dapat dilihat dari peningkatan pendapatan dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah mereka bekerja di Industri Tiga Udeng Songkok.

 

Daftar Rujukan

Badan Pusat Statistik Kabupaten gresik. 2018. Kabupaten gresik dalam angka 2018

Hidayat, K,. Prasnowo, M.A., & Khomaruddin, A. 2017. Strategi Pengembangan    Sentra Industri Kecil Menengah Produksi Krupuk. Engineering and Sains        Journal. Vol 1, No 1, 2017. (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/)

Pinem, Dessy E. 2016. Menemukan Strategi Pengembangan Kawasan Industri       Melalui Analisis Sektor Unggulan Kota Binjei. Jurnal Wilayah dan          Lingkungan. Vol 4, No 1. (http://dx.doi.org/10.14710/jwl.4.1.45-64).

Nurif, Muhammad. 2008. Perilaku Produsen Industro Kecil dan Rumah Tangga Di             kalanga Masyarakat Home Industri Songkok di Kecamatan Gresik. Jurnal             Sosia Humaniora. (http://dx.doi.org/10.12962/j24433527.v1i1.681).