SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH VOLUMESURAT UTANG NEGARA (SUN), EKSPOR, DAN INVESTASI DOMESTIK TERHADAP PRODUKDOMESTIK BRUTO (PDB) TAHUN 2008-2017

ZAHROTUL HAYYA ARRIZQI

Abstrak


Kata kunci : Produk Domestik Bruto, Volume Surat  Utang Negara, Ekspor, Investasi Domestik. VECM

Produk Domestik Bruto merupakan  nilai keseluruhan semua barang yang diproduksi di suatu  negara tersebut dalam waktu tertentu. PDB sebagai indikator keberhasilan suatu negara dalam hal finansial dan kesejahteraan. Kenaikan dan penurunan  pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari indikator makroekonomi yang berhubungan dengan dengan PDB  antara lain Investasi, Ekspor dan defisit anggaran. Ekspor dan Investasi merupakan elemen yang ada untuk menghitung pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan Produk Domestik Bruto Indonesia dengan dipengaruhi oleh variabel Surat utang negara(SUN), ekspor, Investasi Domestik pada tahun 2008-2017.

Data yang digunakan adalah data sekunder dengan time series yang data diambil dari website resmi BPS,BKPM dan DJPPR kemenkeu Data yang digunakan dalam triwulan pada tahun 2008-2017. Hal ini dapat dianalisis pengaruh dalam jangka pendek dan panjang menggunakan analisis VECM (Vector Error Coreection Model).

 

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam jangka pendek volume surat utang negara tidak berpengaruh terhadap PDB, hal ini karena dalam jangka pendek pemerintah mengeluarkan SUN sebagai pembiayaan APBN dan penutupan kekurangan kas negara maka dampak dari pembiayaan tersebut masih belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga SUN tidak berpengaruh terhadap PDB. sedangkan dalam jangka panjang memiliki pengaruh positif sehingga kenaikan volume SUN menaikan PDB. Variabel ekspor berpengaruh positif terhadap PDB dalam jangka pendek dan jangka panjang, jangka pendek variabel Investasi Domestik tidak berpengaruh sehingga kenaikan investasi tidak mempengaruhi nilai PDB, dalam jangka panjang berpengaruh negatif terhadap Produk Domestik Bruto. hal ini disebabkan  bahwa di Indonesia untuk pemenuhan infrastruktur masih belum merata dan kemudahan dalam prosedur invetasi perlu ditingkatkan karena memang kunci utama investor apabila ingin menanamkan modal, meskipun dalam tingkat keamanan dan penemuhan sumberdaya indonesia sangat cocok untuk para investor menanamkan modalnya.