SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Penerimaan Retribusi Pasar Di Kota Malang Tahun 2010 - 2017

RETNO SARASWATI

Abstrak


Kata Kunci :Retribusi pasar, konsumsi, inflasi, perdagangan, analisis jalur

Dalam mengelola keuangan daerah, setiap daerah dituntut aktif untuk menggali potensi dan sumber-sumber penerimaan daerah guna memajukan perekonomian daerahnya. Pasar merupakan salah satu sumber potensi daerah yang harus dikelola dengan baik. Di Kota Malang terdapat 27 pasar tradisional yang tersebar di lima kecamatan. Keberadaan pasar tersebut menjadi peluang yang baik untuk kontribusi pendapatan daerah melalui penerimaan retribusi pasar. Didalam pasar terjadi interaksi antara penjual dan juga pembeli, dimana interaksi tersebut akan menyebabkan terjadinya permintaan dan penawaran barang. Permintaan dan penawaran barang akan berpengaruh terhadap tingkat perdagangan. Jika dalam perdagangan tingkat permintaan tinggi maka dapat memicu para pelaku pasar baru untuk masuk kedalam pasar, sesuai dengan teori Keynes bahwasanya permintaan akan menciptakan penawaran dengan sendirinya. Sehingga secara tidak langsung dampak yang ditimbulkan akan berpengaruh terhadap tingkat penerimaan retribusi pasar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis

(1) Pengaruh konsumsi terhadap retribusi pasar di Kota Malang;

(2) Pengaruh Inflasi terhadap penerimaan retribusi pasar di Kota Malang;

(3) Pengaruh perdagangan terhadap penerimaan retribusi pasar di Kota Malang;

(4) Pengaruh konsumsi dan Inflasi terhadap perdagangan di Kota Malang; dan

(5)Pengaruh komsumsi dan Inflasi terhadap penerimaan retribusi pasar melalui perdagangan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan data sekunder kurun waktu pelitian dari tahun 2010-2017. Metode analisis yang digunakan yaitu AnalisisJalur (Path Analisys) dengan menggunakan program SPSS.

Hasil analisis menunjukkan bahwa

(1) variabel konsumsi dan inflasi secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan retribusi pasar di Kota Malang, nilai beta koefisien masing-masing variabel adalah 0,012 dan -0,039;

(2) Perdagangan secara langsung berpengaruh positif signifikan terhadap penerimaan retribusi pasar di Kota Malang dengan nilai koefisien sebesar 0,912;

(3) konsumsi dan inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perdagangan dengan nilai pengaruh sebesar 60,4%

(4) Konsumsi dan Inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan retribusi pasar melalui perdagangan dengan nilai pengaruh sebesar 85,9% dan sisanya merupakan faktor lain yang tidak masuk dalam penelitian . Berkaitan dengan hal tersebut, maka secara tidak langsung konsumsi dan Inflasi memberikan pengaruh yang kuat terhadap penerimaan retribusi pasar.