SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Ekonomi Lokal pada Perikanan Budidaya di Kawasan Minapolitan Kecamatan Wajak Kabupaten Malang

APRILIA WAHYU NINGSIH

Abstrak


Kata kunci : Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL), Perikanan Budidaya Kecamatan Wajak telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan

Besarnya potensi sumber daya alam lokal di Kecamatan Wajak membuat budidaya ikan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Namun pengembangan perikanan budidaya di Kecamatan Wajak belum memperlihatkan hasil yang signifikan. Hal ini ditandai dengan menurunnya jumlah produksi dan jumlah rumah tangga perikanan di Kecamatan Wajak selama beberapa tahun terakhir. Penurunan yang terjadi disebabkan tingginya biaya produksi akibat pembudidaya masih belum mandiri dan bergantung pada pihak luar untuk memenuhi sarana produksi perikanan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dimensi pengembangan ekonomi lokal (PEL), status PEL, dan menentukan strategi dengan menggunakan program RALED (Rapid Appraisal for Local Economic Development) dan program PENBOT (Penentuan Bobot).

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik Multidimensional Scaling (MDS). Penelitian berlokasi di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, dengan mengambil sampel yaitu pembudidaya ikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, wawancara dan kuisioner. Penelitian ini menggunakan dua jenis kuisioner, yaitu pertama, kuisioner penentuan indikator PEL dan kedua, penentuan bobot dimensi PEL.

Hasil penelitian menunjukkan kondisi dari enam dimensi PEL, yakni terdapat satu dimensi dalam kondisi sangat baik, empat dimensi dalam kondisi baik, dan satu dimensi masih buruk. Dimensi dalam kondisi sangat baik yaitu faktor lokasi dengan nilai indeks 77,53 dan dimensi dalam kondisi buruk yaitu sinergi dan fokus kebij akan dengan nilai indeks 46,83. Kondisi sangat baik pada dimensi faktor lokasi didasari oleh mudahnya aksesibilitas menuju lokasi, infrastruktur dan fasilitas umum memadai, besarnya peluang kerjasama, dan kualitas lingkungan yang baik. Kondisi buruk pada dimensi sinergi dan fokus kebijakan didasari oleh masih belum adanya kerjasama yang terbentuk, belum adanya peran Perusahaan Daerah, dan belum terlaksananya pembangunan kawasan. Sedangkan status PEL secara keseluruhan yaitu 60,63 yang masuk pada kategori baik. Untuk meningkatkan kondisi PEL perlu menggunakan hasil analisis dari faktor pengungkit (leverage attributes) pada setiap dimensi . Strategi untuk mengembangkan dimensi sinergi dan fokus kebijakan adalah melalui kerjasama dengan dunia usaha, menyiapkan sistem penjaminan sosial untuk pembudidaya ikan, dan membangun pabrik atau produsen lokal pakan ikan