SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Preferensi pembiyaan bisnis Untuk pedagang Pasar Tradisional (Studi Pada Pasar Tradisional Lawang Kabupaten Malang)

RISWANDA IMAWAN

Abstrak


Pasar Lawang merupakan Pasar tradisional terbesar di Kabupaten Malang yaitu dengan jumlahToko atau kios sebanyak 285,Bedak atau los sebanyak 285 dan pedagang poncoan (Pedagang kaki lima) sebanyak 944. Modal tambahan menjadi salah satu hal yang dibutuhkan oleh para pedagang guna memenuhi ketersediaan barang. Ada beberapa permasalahan yang terjadi pada pedagang pasar Lawang dalam upaya mendapatkan tambahan modal, yaitu rumitnya prosedur pengajuan serta beban jaminan kepada nasabah yang akan melakukan pengajuan dana. Dengan adanya beberapa permasalahan diatas menjadikan para pedagang sedikit kesulitan dalam mendapatkan modal usaha. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana preferensi pedagang Pasar tradisional Lawang terhadap pembiyaan bisnis?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pembiayaan bisnis untuk pedagang pasar tradisional Lawang. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptifdengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini adalah dengan triangulasi. Analisis data menggunakan Data reduction (reduksi data), Data display (data display) dan

Conclusion drawing / verification data( Penarikan kesimpulan dan verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang Pasar Lawang menggunakan 4 sumber permodalan yaitu modal sendiri, koperasi, bank dan arisan.Preferensi pedagang pasar Lawang dalam memilih lembaga keuangan formal maupun informal dipengaruhi oleh rumitnya administrasi dan prosedur, besaran bunga yang ditawarkan serta tenor pencairan dana sehingga memunculkan motif emosional. Motif emosional menjadi faktor pendukung yang mana berpengaruh terhadap cepat atau lambatnya pedagang menentukan pilihan lembaga mana yang akan dijadikan sumber pembiayaan.Pihak pemerintah Kabupaten Malang supaya lebih memperhatikan kesejahteraan para pedagang guna menjaga roda perekonomian. Untuk Lembaga Keuangan sebagai sumber pembiayaan hendaknya memberikan kemudahan dalam sisi administrasi dan prosedur mengingat kebutuhan akan danayang diperlukan. Untuk peneliti lain dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan rujukan dan pengembangan.