SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KEMITRAAN PT TELKOM INDONESIA CDC WITEL SIDOARJO TERHADAP KESEJAHTERAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KOTA MOJOKERTO

M. ALVIN MAULANA

Abstrak


UMKM saat ini masih sulit bersaing dengan perusahaan besar karena sulitnya akses pinjaman ke lembaga keuangan mikro. Salah satu contohnya adalah UMKM di kota Mojokerto yang membutuhkan pinjaman modal bersifat bunga rendah untuk pengembangan usahanya.Oleh karena itu, Pemerintah melalui BUMN yaitu PT Telkom Indonesia Tbk. melaksanakan Program Kemitraan di kota Mojokerto.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program Kemitraan CDC Telkom Witel Sidoarjo di kota Mojokerto dan efek program Kemitraan terhadapkesejahteraan UMKM di kota Mojokerto.

Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan metode normatif eksplisit. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara kepada informan yaitu CDC Witel Sidoarjo dan UMKM di kota Mojokerto, observasi di lapangan dengan  mengamati pelaksanaan penyaluran pinjaman sekaligus hasil UMKM kota Mojokerto setelah mengikuti program kemitraan dan dokumentasi berupa foto dan rekaman audio sebagai dokumen pendukung penelitian. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan pengamatan selama penelitian dan data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari PT Telkom Witel Sidoarjo.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Kemitraan berjalan dengan baik berupa penyaluran pinjaman yang tepat sasaran denganjasa administrasi pinjaman sebesar 3-6% per tahun. Selain itu, program Kemitraan juga memberikan efek positif bagi kesejahteraan UMKM di kota Mojokerto berupa peningkatan hasil penjualan maupun hasil pendapatan usaha yang signifikan dimana peningkatan hasil penjualan dan pendapatan UMKM di kota Mojokerto yang mengikuti program Kemitraan meningkat sebesar 40-50% daripada sebelum mengikuti Program Kemitraan. Lalu, UMKM di kota Mojokerto mampu memanfaatkan dana pinjaman sebagai tambahan modal usaha bersifat produktif berupa pembelian alat-alat produksi, pembelian bahan baku produksi, membali tambahan alat inventaris usaha, dan lain-lain.Namun terdapat kendala dalam pelaksanaannya yaitu beberapa program pembinaan mitra binaan yang terhenti dan perlu kebijaksanaan dari PT Telkom Witel Sidoarjo agar dapat dilaksanakan lagi.