SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

StrategiPengembanganEkonomiKreatifBidangAplikasidan Game di Kota Malang.

EVI DWY TASARI

Abstrak


RINGKASAN

Evi, Dwy Tasari. 2019. Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Bidang Aplikasi dan Game di Kota Malang.Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Agus Sumanto, S.E., M.SA.

Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Ekonomi Kreatif, Aplikasi dan Game

Salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar dan menjadi prioritas pemerintah Kota Malang untuk dikembangkan adalah aplikasi dan game. Subsektor ini pertumbuhannya cukup besar namun kontribusinya terhadap PDB masih kecil. Dari segi pendapatan, industri ini menunjukkan peningkatan cukup besar, tetapi porsi yang dinikmati pengembang lokal masih minim. Perlu perbaikan berbagai aspek agar segala potensi yang ada di industri aplikasi dan game bisa lebih dioptimalkan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi usaha ekonomi kreatif bidang aplikasi dan game di Kota Malang berdasarkan aspek pengembangan ekonomi kreatif dan menentukan strategi pengembangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian adalah ketua bidang ILMAPETA Dinas Perindustrian Kota Malang dan 8 orang pengembang aplikasi dan game Kota Malang. Penelitian ini menggunakan model analisis menurut Miles dan Huberman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi usaha ekonomi kreatif bidang aplikasi dan game di Kota Malang masih kurang maksimal jika dilihat dari aspek-aspek pengembangan ekonomi kreatif. Dari aspek sumber daya, standar kompetensi dan keahlian tenaga kerja yang tersedia masih belum sesuai dengan kebutuan industri. Aspek lembaga keuangan, mayoritas pengembang aplikasi dan game yang belum mendapatkan pembiayaan baik dari lembaga keuangan formal maupun informal. Pada aspek teknologi dan infrastruktur yang masih perlu dikembangkan terutama akses internet dan infrastruktur TIK serta masih adanya hardware untuk pengembangan produk yang terhambat oleh regulasi dan cukai. Dari aspek institusi, mayoritas pengembang aplikasi dan game yang belum memiliki badan usaha serta masih sering terjadi pelanggaran hak cipta. Sementara