SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Pengembangan Objek Wisata Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo

HINUDA WISNA ARTI

Abstrak


Objek wisata Telaga Ngebel merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Kabupaten Ponorogo. Telaga Ngebel merupakan objek wisata yang memiliki jumlah pengunjung terbesar dibandingkan dengan objek wisata lain di Kabupaten Ponorogo. Dengan adanya ekspedisi pengembangan wisata Selingkar Wilis oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, membuat daerah yang menjadi bagian dari Lingkar Wilis melakukan pengembangan pada wisata daerahnya. Salah satunya ialah Kabupaten Ponorogo dengan objek wisata andalanya yaitu objek wisata Telaga Ngebel. Berkaitan dengan hal tersebut perlu adanya pembahasan dalam mencari prioritas strategi pengembangann yang tepat untuk dikembangkan sehingga menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara dan mendukung adanya kebijkan pengembangan wisata Selingkar Wilis. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari prioritas strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan pada objek wisata Telaga Ngebel. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan incidental sampling. Data penelitian yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa teknik analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) yang dibuat oleh T. Saaty tahun 1993. Metode AHP digunakan untuk menentukan prioritas terbaik dari kriteria dan alternatif yang diajukan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, dari empat kriteria kebijakan yang digunakan yaitu aspek, kelembagaan, aspek infrastruktur, aspek promosi dan aspek atraksi, yang menjadi prioritas utama dalam kriteria pengembangan objek wisata Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo adalah aspek infrastruktur dengan nilai 0,424, urutan kedua ialah aspek promosi dengan nilai 0,248, sedangkan urutan ketiga dan keempat adalah aspek atraksi dan aspek kelembagaan dengan masing-masing nilainya sebesar 0,173 dan 0,155. Hal tersebut sesuai dengan peran infrastruktur terkait dengan kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana pada objek wisata Telaga Ngebel. Kedua, prioritas utama pada keseluruhan alternatif kebijakan yang digunakan. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa yang menjadi prioritas utama pada alternatif kebijakan adalah peningkatan fasilitas sarana dan prasarana dengan nilai 0,306. Sedangkan alternatif kebijakan dengan urutan terakhir adalah pagelaran musik dengan nilai 0,029. Alternatif kebijakan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana dianggap penting karena kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana merupakan hal yang paling diperhatikan wisatawan jika akan berwisata.