SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PenentuandanPengembanganKomoditasUnggulan AgroindustridalamPenguatanSistemInovasidaerah di KabupatenPasuruan

HENNY KURNIA NINGSIH

Abstrak


RINGKASAN

Henny, Kurnia Ningsih. 2019. Penentuan dan Pengembangan Komoditas Unggulan Agroindustri dalam Penguatan Sistem Inovasi daerah di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hadi Sumarsono, St., M.si

Kata Kunci :Sistem Inovasi, Agroindustri, Penguatan Sistem Inovasi Daerah

Sistem inovasi merupakan sebuah sistem ekonomi baru yang mementingkan pengetahuan pada pertumbuhan ekonomi. Salah satu prioritas agenda strategi spenguatan sistem inovasi yaitu membangun koherensi kebijakan dalam pengembangan industri kunci di daerah. Penelitian ini bertujuan :

(1) mengidentifikasi keterkaitan antar kriteria metode DEMATEL dalam penentuan dan pengembangan komoditas unggulan agroindustri dalam penguatan sistem inovasi daerah di Kabupaten Pasuruan,

(2) Mengidentifikasi bobot kriteria prioritas metode ANP dalam penentuan komoditas unggulan agroindustri dalam penguatan sistem inovasi daerah di Kabupaten Pasuruan,

(3) Mengidentifikasi penentuan komoditas unggulan agroindustri melalui metode TOPSIS dalam upaya penguatan sistem inovasi daerah di Kabupaten Pasuruan,

(4) Mengetahui pengembangan komoditas unggulan agroindustri dalam penguatan sistem inovasi daerah di Kabupaten Pasuruan.

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan, menggunakan metode LQ dan MCDM (Multi Criteria Decision Making). Berdasarkan hasil penelitian metode DEMATEL di ketahui kriteria yang termasuk golongan dispatcher yaitu keunikan produk, infrastruktur, ketersediaan SDA, penguasaanteknologi, penyerapan SDM, ketersediaan SDM, industripendukung. Kriteria yang termasuk receiver antaralain, dayaserappasar, kebutuhan modal, kebijakan pemerintah, ramah lingkungan, jenis produk olahan, harga, kontribusi ekonomi, dan persaingan. Kemudian nilai tertinggi yang menempati kriteria dispatcher sebagai kriteria yang paling mempengaruhi kriteria receiver yaitu kriteria keunikan produk dengan bobot 0.699. Pembobotan ANP nilai tertinggi ditempati oleh kriteria keunikan produk dengan bobot 0.072. Pembobotan metode TOPSIS dihasilkan oleh komoditas apel dengan bobot 0.69 sebagai komoditas unggulan.

Pengembangan komoditas unggulan apel difokuskan pada pengembangan agroindustri dengan pengembangan berbagai jenis produk seperti Keripik Apel, Sari Apel, Cuka Apel, Teh dan Jenang Apel. Pengembangan ini masih kurang maksimal, sehingga perlu adanya pengembangan komoditas unggulan agroindustri apel yang lebih inovatif. Kemudian dalam mendukung pengembangan inovasi, perlu adanya kerja sama berbagai aktor inovasi antara lain aktor cendikiawan, pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat.