SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Teknologi Perkantoran Berbasis Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang

Nafa Khati Syafitri

Abstrak


Pendidikan  di Indonesia saat ini menerapkan kurikulum 2013 revisi yang diorientasikan untuk menghasilkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Pembaharuan kurikulum tersebut menyebabkan keterbatasan bahan ajar dalam proses pembelajaran di dalam sekolah. Dengan keterbatasan bahan ajar tersebut akan mempengaruhi proses pembelajaran di dalam kelas. Modul Teknologi Perkantoran berbasis metode Demonstrasi  merupakan salah satu bahan ajar yang dikembangkan dengan metode Demonstrasi. Dengan pengembangan modul Teknologi Perkantoran berbasis metode Demonstrasi tersebut diharapkan dapat memaksimalkan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena modul yang dikembangkan disesuaikan dengan perkembangan kurikulum saat ini. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu

(1) Menghasilkan modul pembelajaran pada mata pelajaran Teknologi Perkantoran kompetensi dasar Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor,

(2) Mengetahui tingkat kelayakan modul pembelajaran berbasis demonstrasi mata pelajaran Teknologi Perkantoran pada siswa kelas X program keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola perkantoran SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi,

(3) Mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas yang menggunakan modul Teknologi Perkantoran dengan kelas yang tidak menggunakan modul Teknologi perkantoran kompetensi dasar Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan.

Rancangan penelitian dan pengembangan yang digunakan diadaptasi dari model pengembangan 4D oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (dalam Trianto, 2012:93) menghasilkan modul pembelajaran. Model ini dipilih oleh peneliti karena model ini tersusun secara terprogram dengan urutan yang sistematis dalam upaya pemecahan masalah pembelajaran yang berkaitan dengan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Model ini terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap Pendefinisian (Define), tahap Perancangan (Design), tahap Pengembangan (Develop), dan tahap Penyebarluasan (Disseminate).

Berdasarkan penelitian dan pengembangan yang dilakukan telah dihasilkan,

(1) Produk berupa modul Teknologi Perkantoran berbasis Demonstrasi untuk meningkatkan Hasil Belajar peserta didik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

(2) Produk yang dikembangkan memperoleh kriteria valid dengan skor 90,04% oleh validator ahli materi, skor 97,02% oleh validator ahli modul, serta hasil uji coba terbatas diperoleh skor 89,16% yang menunjukkan bahwa modul berbasis Demonstrasi memperoleh respon baik dari peserta didik serta layak untuk digunakan.

(3) Berdasarkan hasil post test peserta didik, kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan dengan kelas kontrol. Persentase kelas eksperimen menunjukkan 80,75% sedangkan kelas kontrol 75.10%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul  Teknologi Perkantoran berbasis Demonstrasi yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Saran pemanfaatan bagi guru yaitu dapat menggunakan modul Teknologi Perkantoran berbasis Demonstrasi ini sebagai referensi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Sedangkan saran pemanfaatan bagi peserta didik yaitu agar menggunakan modul Teknologi Perkantoran berbasis Demonstrasi ini sebagai sumber belajar dalam melakukan kegiatan pembelajaran.