SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Nanas Di Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri

SARI AINNA HUTAMI

Abstrak


RINGKASAN

Sari, Ainna Hutami. 2018. Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Nanas Di Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.Pd.

 

Kata kunci: pengembangan ekonomi lokal (PEL), kesejahteraan petani nanas

Salah satu sektor unggulan Kabupaten Kediri yaitu nanas, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri produksi nanas tahun 2017 sebesar 1.054.927 kwintal. Penghasil nanas terbesar di Kabupaten Kediri yaitu Kecamatan Ngancar menghasilkan nanas sebesar 965.289 kwintal tahun 2017. Besarnya produksi nanas di Kecamatan Ngancar ternyata terjadi permasalahan pada kesejahteraan petani nanas yaitu menurunnya harga nanas yang sangat tajam di tahun 2011 dan 2015, sehingga petani mengalami kerugian. Penurunan harga diakibatkan dari adanya permasalahan ekonomi makro yaitu melemahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sehingga menurunkan daya beli masyarakat, dan masih adanya ketergantungan petani nanas terhadap tengkulak.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengembangan ekonomi lokal (PEL) dan menentukan strategi melalui faktor pengungkit dari hasil analisis dengan menggunakan Rapid Assesment Technique for Local Economic Development (RALED). PEL melalui produk unggulan nanas di Kecamatan Ngancar merupakan salah satu upaya pemerintah Kabupaten Kediri untuk menyejahterakan petani nanas.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan alat analisis yang digunakan yaitu aspek heksagonal PEL dengan menggunakan RALED. Penelitian ini menggunakan lokasi penelitian di Kecamatan Ngancar dengan mengambil sample petani nanas di Desa Ngancar Kabupaten Kediri. Tahapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum penelitian yaitu melakukan kajian literatur kemudian melakukan penyebaran kuesioner kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Bappeda Kabupaten Kediri, Kecamatan Ngancar, Kantor Desa Ngancar dan petani nanas di lokasi sample penelitian. Saat melakukan penyebaran kuesioner juga melakukan observasi dan wawancara dengan subyek penelitian. Hasil kuesioner akan dianalisis menggunakan RALED dengan analisis Multi Dimensional Scaling (MDS), analisis sensitivitas atribut, dan monte carlo.

Hasil penelitian menunjukkan kondisi PEL dari keenam aspek yang terdiri dari aspek kelompok sasaran, aspek faktor lokasi, aspek kesinergian dan fokus kebijakan, aspek pembangunan berkelanjutan, aspek tata pemerintahan, dan aspek proses manajemen. Kondisi aspek PEL terbaik yaitu pada aspek kelompok sasaran dengan nilai indeks 79, 26 dan kondisi aspek terburuk yaitu pada aspek kesinergian dan fokus kebijakan dengan nilai indeks 49,68. Untuk meningkatkan kondisi PEL pada aspek kesinergian dan fokus kebijakan perlu memperhatikan faktor pengungkit dari aspek tersebut. Rekomendasi strategi untuk meningkatkan kondisi PEL pada aspek kesinergian dan fokus kebijakan yaitu optimalisasi pada pengembangan keahlian di bidang produksi pertanian nanas dan pengolahan pasca panen.

 

SUMMARY

Sari, Ainna Hutami. 2018. Analysis of Local Economic Development to Improve Farmers’ Welfare In Ngancar District Kediri Regency. Sarjana’s Thesis, Department of Economics Development, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.P.d.

 

Keywords: local economic development (LED), welfare of pineapple farmers

The main sector of Kediri Regency is pineapple, and based on data from the Badan Pusat Statistik Kediri Regency, the production of pineapple in 2017 amounted to 1,054,927 quintals. The largest producer of pineapple in Kediri Regency is Ngancar District and in 2017 produced pineapple amounting to 965,289 quintals. The amount of pineapple production in Ngancar District turned out to be a problem with the welfare of pineapple farmers, namely the sharp decline of pineapple prices at the time of harvest in 2011 and 2015, compared to prices at the time before harvest so that farmers suffered losses. The decline in prices is due to the existence of macroeconomic problems, namely the weakening of the rupiah exchange rate against the US dollar, there by reducing people's purchasing power and the farmers of pineapple still dependence on wholesaler.

This study aims to determine the condition of local economic development (LED) and determine the strategy through leverage attributes from the results of analysis using the Rapid Assessment Technique for Local Economic Development (RALED). LED through its superior pineapple products in Ngancar District is one of the efforts of the Kediri Regency government to improve the welfare of pineapple farmers.

This study used a quantitative descriptive approach and the analytical tool used is the LED hexagonal aspect using RALED. This study used the research location in Ngancar District by taking samples of pineapple farmers in Ngancar Village, Kediri Regency. The stages carried out by the researchers before the study were conducting a literature review and then distributing questionnaires to the Dinas Pertanian Kediri Regency, Kediri Regency of Bappeda, Ngancar District, Ngancar Village Office and pineapple farmers at the study sample location. When conducting questionnaires also conducted observations and interviews with research subjects. The results of the questionnaire will be analyzed using RALED with Multi Dimensional Scaling (MDS) analysis, attribute sensitivity analysis, and Monte Carlo.

The results of the study show the condition of LED from the six aspects consisting aspects of the target group, aspects of location factors, aspects of departure and focus of policies, aspects of sustainable development, aspects of governance, and aspects of management processes. The best aspects of PEL is aspect of the target group with an index value of 79, 26 and the worst aspect of the condition is the aspect of departure and policy focus with an index value of 49,68. To improve the condition of LEDs on aspects departure and focus of policy, it is necessary to pay attention to the leverage factors of that aspect. Recommendation strategies for improving LED conditions on aspects of departure and policy focus, is optimization of developing expertise in pineapple agricultural production and post-harvest processing.