SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Berbasis Pariwisata di Telaga Rowo Klampok Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang

ISLAMEY REINALDO DWIGA

Abstrak


RINGKASAN

Islamey, Reinaldo Dwiga. 2018. Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Berbasis Pariwisata di Telaga Rowo Klampok Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M.

 

Kata Kunci: Pengembangan Ekonomi Lokal, Heksagonal PEL, Pariwisata

Indonesia memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk dikembangkan dan menjadi faktor penting dalam pembangunan suatu daerah. Salah satu potensi wisata yang dimiliki Indonesia berada di Kabupaten Malang yaitu Wisata Telaga Rowo Klampok Senggreng, kecamatan Sumberpucung. Wisata ini memanfaatkan waduk yang dikelola masyarakat Desa Senggreng menjadi pariwisata yang berpotensi menghasilkan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Senggreng, kondisi ini sesuai dengan tujuan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis PEL dengan menggunakan bantuan aplikasi RALED. Populasi pada penelitian ini adalah Desa Senggreng dengan pengambilan sampel secara purposive sampling, sampel yang diambil adalah pengelola Wisata Telaga Rowo Klampok. Tahapan penelitian ini adalah penyebaran kuesioner lalu melakukan survey serta wawancara dengan para pengelola wisata Telaga Rowo Klampok.

Dalam proses pengembangan wisata sudah berada dalam kondisi baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PEL menjadi salah satu strategi meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Senggreng karena menciptakan dampak terbukanya lapangan pekerjaan baru dan terciptanya pertumbuhan ekonomi. Pengelola mendukung tidak memberikan kesempatan kepada investor agar berfokus pada kesejahteraan masyarakat Desa Senggreng. Terdapat beberapa hambatan yaitu, pembangunan infrastruktur seperti fasilitas umum yang perlu diperbaiki lagi. Dari hasil menggunakan RALED, aspek pembangunan berkelanjutan merupakan aspek yang mencapai nilai paling tinggi dibandingkan dengan aspek yang lainnya. Sedangkan aspek kelompok sasaran merupakan aspek yang memiliki nilai paling rendah dan menjadi aspek yang harus mendapatkan perhatian dari pengelola. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya peran pemerintah dalam fasilitas modal dan juga peningkatan teknologi. Komunikasi intensif kepada pemerintah daerah dan sosialisasi merupakan strategi yang harus dilakukan pengelola wisata untuk meningkatkan pengembangan wisata Telaga Rowo Klampok.