SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Berbasis Infrastruktur dan Livelihood Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Di Kelurahan Bareng Kota Malang Menggunakan Metode Fuzzy AHP Dan Pentagonal Aset

PUSPITA SARI HANI

Abstrak


RINGKASAN

Puspitasari, Hani.2018. Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Berbasis Infrastruktur dan Livelihood Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan di Kelurahan Bareng Kota Malang Menggunakan Metode Fuzzy AHP dan Pentagonal Aset. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hadi Sumarsono, S.T.M.Si.

 

Kata Kunci : Infrastruktur, Permukiman kumuh, livelihood

 

Kelurahan Bareng Kota Malang termasuk salah satu Kelurahan yang menjadi sasaran pemerintah kota dalam melakukan penanganan kawasan permukiman kumuh. Pada daerah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kota Malang, dapat dilihat bahwa Kelurahan Bareng memiliki luasan daearah yang paling luas diantara daerah lainnya yaitu sebesar 81.56 Ha. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prioritas kiteria dan strategi berbasis infrastruktur dan berbasis livelihood dalam penanganan kawasan permukiman kumuh sebagai upaya peningkatan pendapatan di Kelurah Bareng . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang menggunakan metode analisis data Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) dan Pentagonal aset pada penentuan strategi penanganan kawasan permukiman kumuh berbasis infrastruktur dan livelihood di Kelurahan Bareng. Insrumen penelitian yang digunakan yaitu wawancara, kuesioner dan observasi. Penelitian dilakukan pada stakeholder yang terlibat dalam penentuan strategi penanganan kawasan permukiman kumuh. Berdasarkan hasil penelitian strategi berbasis infrastruktur dengan menggunakan metode fuzzy analytic hierarchy process (FAHP) dengan nilai bobot infrastruktur 0.21, memperlihatkan bahwa pada indikator pengelolaan persampahan pada infrastruktur menjadi indikator prioritas yang memiliki nilai tertinggi dibanding indikator pada infrastruktur lainnya. Sedangkan strateginya dengan nilai bobot 0.62, memperlihatkan bahwa pada strategi pemugaran menjadi strategi prioritas yang memiliki nilai tertinggi dibanding strategi lainnya. Pengelolaan persampahan dengan strategi pemugaran menerapkan prinsip 3R dan pengadaan bank sampah yang dapat diwujudkan dengan kegiatan diantaranya komposting, dan bahan kerajinan tangan yang mampu meningkatkan pendapatan. Sedangkan strategi berbasis livelihood dengan menggunakan metode pentagonal aset diketahui bahwa dimensi modal sosial dapat dikatakan sudah cukup baik. namun ada dua dimensi yang belum dalam kondisi baik yaitu dimensi sumber daya alam dan modal finansial. Hal tersebut sebenarnya mampu ditingkatkan lebih baik, karena dengan adanya dimensi modal sosial yang dalam kondisi baik maka akan mendorong peningkatan modal manusia. Strategi dalam hal ini adalah dengan pemberdayaan masyarakat dalam hal pengelolaan lingkungan dengan sistem pertanian hidroponik dan memanfaatkan lembaga keuangan. Namun untuk mendukung berjalannya strategi tersebut, dibutuhkan peran lebih dari pemerintah daerah yang bersangkutan dan lebih insentif dalam melakukan dan menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung penanganan permukiman kumuh berbasis infrastruktur dan livelihood sebagai upaya peningkatan pendapatan.