SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PENGEMBANGAN SEKTOR BASIS PERTANIAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA BANJARSARI KABUPATEN JOMBANG (STUDI KASUS WISATA TAMAN BANJARSARI AGRO COMMUNITY)

IMRON ABD MAJID

Abstrak


ANALISIS PENGEMBANGAN SEKTOR BASIS PERTANIAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EREKONOMIAN  MASYARAKAT DESA BANJARSARI KABUPATEN JOMBANG (STUDI KASUS WISATA TAMAN BANJARSARI AGRO COMMUNITY)

IMRON ABD. MAJID S1 Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang

E-mail : imronabdul666@gmail.com

 

ABSTRAK

Tujuan dari  penilitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan sektor basis pertanian sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat Desa Banjarsari Kabupaten Jombang dengan studi kasus wisata taman banjarsari agro community.

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui  observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sektor basis pertanian sebagai Agrowisata mampu memberikan upaya peningkatan perekonomian masyarakat, mengurangi pengangguran, adanya lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan, dan  perubahan struktur sosial masyarakat. Disamping itu pengembangan sektor basis pertanian sebagai agrowisata dapat menciptakan jenis usaha baru bagi masyarakat Desa Banjarsari Kabupaten Jombang.

 

PENDAHULUAN

Pembangunan daerah merupakan suatu proses yang di dalamnya diperlukan kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakatnya untuk mengelolah sumberdaya yang ada. Melalui proses pembangunan maka akan dapat membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah dengan swasta untuk menciptakan lapangan kerja baru dalam kegiatan perekonomian sehingga dapat dicapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan terjadi pemerataan dalam masyarakat dan penciptaan kesempatan kerja. Menurut Mutiara Ekasari (2011) pembangunan daerah merupakan upaya yang memperhatikan pola kehidupan yang sedang berlangsung di masyarakat. Pembangunan daerah didasarkan pada kondisi, potensi, serta karakteristik wilayah yang memerlukan keikutsertaan masyarakat dan keterlibatan serta mendorong kemampuan dan tanggung jawab perangkat pemerintah daerah.

Indonesia merupakan Negara yang sebagian besar bermata pencaharian di sektor pertania. Pertanian adalah salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan perekonomian khususnya masyarakat pedesaan. Mayoritas masyarakat pedesaan di Indonesia bekerja sebagai petani. Namun fungsi dan manfaat sektor pertanian selama ini kurang diperhatikan. Salah satu penyebabnya adalah kemampuan sumberdaya manusia belum secara optimal dalam pengolahan hasil pertanian. Terdapat beberapa alasan yang melatar belakangi seperti yang dikemukakan Menurut M. Bukhori (2014) pertanian adalah tidak hanya sebagai budidaya penghasil tanaman pangan saja padahal kalau kita tinjau lebih jauh kegiatan pertanian dapat menghasilkan tanaman, hewan ternak demi pemenuhan kebutuhan manusia, semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan benih/bibit. Potensi sektor pertanian di Kabupaten Jombang terbilang cukup baik kususnya di Desa Banjarsari Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Masyarakat Desa Bajarsari menjalankan kegiatan perekonomian yang tertitik beratkan kepada sektor pertanian. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang (2017) Kecamatan Bandar Kedungmulyo kususnya di Desa Banjarsari rata-rata produksivitas sektor pertanian sebanyak 198,30 Kw/Ha dengan total luas panen bersih sebesar 60 ton Ha.

Pembangunan sektor pertanian bukan saja sebagai pembangunan potensial komoditas saja, tetapi dalam implementasinya pembangunan pertanian harus terkait dengan pembangunan wilayah, guna meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Namun pembangunan sektor pertanian belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pemerintahan dan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengoptimalan terhadap pengembangan sektor pertanian, sehingga pemerintah dan masyarakat belum mampu mengoptimalkan sektor pertanian sebagai peningkatan perekonomian masyarakat.

Permasalahan-permasalahan diatas juga dirasakan oleh beberapa Desa yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Desa banjarsari merupakan salah satu Desa yang memiliki lahan sektor pertanian yang sangat luas dan terdapat tanah kas Desa (TKD) dengan luas 19 Ha. Hal ini membuat potensi pengembangan sektor pertanian  perlu mengoptimalkan sumberdaya alam dengan pelaksanaan diversifikasi usaha dan tetap menjaga kelestarian sumberdaya alam.

Hal ini menjadi peluang bagi Desa Banjarsari dalam Pengembangan sektor pertanian di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang mempunyai peranan yang kuat dalam rangka meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan Tanah Khas Desa (TKD) seluas 3 Ha masyarakat Banjarsari mengelola sektor pertanian sebagai agrowisata atau disebut sebagai wisata taman Banjarsari Agro Community. Pembangunan Banjarsari Agro Community melibatkan pemerintah Desa, Kelompok tani, pemuda karang taruna dan juga masyarakat Desa Banjarsari. Pengelolaan hasil pertanian sebagai agrowisata memiliki potensi yang sangat besar dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang memiliki potensi fisik dan wilayah yang tinggi dalam sektor pertanian. Melalui penelitian Analisis Pengembangan Sektor Basis Pertanian Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Banjarsari Kabupaten Jombang (Studi Kasus Wisata Taman Banjarsari Agro Community) diharapkan akan dapat menghasilkan luaran yang dapat mendukung proses pembangunan sektor pertanian di wilayah Desa tersebut.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang memiliki karakteristik, bahwa data yang diperoleh menggambarkan kondisi atau keadaan yang sewajarnya dan mendeskripsikan apa yang saat ini terjadi (Nawawi dan Mimi Martini, 2005). Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data sampai pada proses laporan hasil penelitian.

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data informan, dokumentasi, dokumen atau arsip-arsip, data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari wawancara mendalam, sedangkan data sekunder didapat dari literature, jurnal, dan arsip Desa Banjarsari.

Dalam penelitian ini peneliti secara deskriptif kualitatif digunakan untuk memperoleh data secara menyeluruh dan mendalam tentang pengembangan sektor basis pertanian sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat, sedangkan  pendekatan studi kasus untuk mengekplorasi pengembangan sektor basis pertanian sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat Desa Banjarsari.

Menurut Sutopo (2006) Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Pengumpulan data dengan observasi ini dilakukan dilapangan adalah mengamati secara langsung keadaan sektor pertanian, pemanfaatan sektor pertanian sebagai agrowisata, pengelolaan dan pengembangan agrowisata, serta dampak agrowisata terhadap upaya peningkatan ekonomi masyarakat Desa Banjarsari sedangkan  pengumpulan data dengan wawancara mendalam ini dilakukan dengan kepala Desa, pengurus wisata taman BAC, masyarakat desa banjarsari. Pengumpulan data dokumentasi menggunakan instrumen berupa foto, dan rekaman suara yang ada di lokasi penelitian.

Teknik analisis data penelitian, mula-mula diperlukan pengumpulan data dengan mencatat semua data yang di peroleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dilanjutkan dengan reduksi data berupa pemilihan data yang sesuai penelitian. Jika telah selesai, maka hasilnya berupa paparan data yang kemudian ditarik kesimpulan berdasarkan rumusan masalah. Untuk memperoleh kesimpulan yang tepat, dibutukan tahap pengecekan pengapsahan data. Tahap pertama pengpengecekan pengapsahan data adalah memperpanjang observasi dilakukan dengan cara terjun langsung kelapangan untuk mendapatkan data yang sesuai, pengamatan secara terus menerus dilakukan untuk memperoleh informasi secara rinci da detail terhadap permasalahan, triangulasi teknik yaitu pengecekan keabsahan data yang berasal dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda (observasi, wawancara, dokumentasi).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Potensi Sektor Pertanian Desa Banjarsari

Berdasarkan dari observasi dan juga wawancara kepada informan bahwa Desa Banjarsari mempunyai lahan sektor pertanian yang sangat subur dengan area persawahan seluas 149.06 Ha. Secara umum sektor pertanian Desa Banjarsari Kabupaten Jombang memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian masyarakat, bahkan nilai tenaga kerja sektor pertanian merupakan yang tertinggi, yaitu sebesar 1129 jiwa.  Berbagai macam tanaman yang ada di sektor pertanian Desa Banjarsari seperti tanaman padi, jagaung, cabe, tomat, jeruk, semagka dan lain sebagainya. Namun masyarakat Desa Banjarsari lebih banyak menanam padi di bandingkan tanaman lainnya, tanaman padi memiliki luas paling besar yaitu sebesar 150 Ha dengan panen 5,50 Ton/Ha dalam kurun 1 tahun.

Pengelolaan tanaman dikelolah sendiri oleh petani dan buruh tani dari masyarakat setempat dari hulu sampai hilir, dan juga di bantu oleh gabungan kelompok tani(Gapoktan). Dimana para petani dan gapoktan sendiri mendapatkan penyuluhan maupun pembinaan dari Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dan  penyuluh pertanian lapangan(PPL). Adanya pembinaan dan penyuluhan sangat penting dalam upaya pembangunan sarana dan prasarana, terkait dengan usaha peningkatan produktifitas, serta usaha pengembangan sektor pengolaan hasil pertanian.

Pemanfaatan Potensi Sektor Pertanian Desa Banjarsari oleh Pemerintah dan Masyarakat

Desa Banjarsari memiliki sumber daya pertanian yang beragam. Sumber daya pertanian tersebut memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata sebagai taman Banjarsari Agro Community. Dengan memanfaatkan Tanah Khas Desa (TKD) seluas 3 Ha masyarakat menjadikan sektor pertanian tersebut sebagai agrowisata.

Persepsi Masyarakat terhadap Agrowisata

Masyarakat sangat setuju dan mendukung Pemanfaatan sebagai agrowisata karena memberikan dampak yang positif, banyak faktor yang nantinya berupaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Faktor- faktor tersebut meliputi, adanya lapangan kerja bagi masyarakat, adanya pendapatan tambahan dan timbulnya usaha-usaha baru bagi masyarakat. Agrowisata menjadi badan usaha milik Desa (BUMDES) semua pengelolaan dan pengembangannya melibatkan pemerintahan Desa, kelompok tani, pemuda karangtaruna dan semua masyarakat Desa Banjarsari.

Banjarsari Agro Community

Banjarsari Agro Community tergolong wisata baru yang ada di Desa Banjarsari, Kec. Bandar Kedungmulyo, Kab. Jombang. Dalam memperkenalkan taman Banjarsari Agro Community tersebut, pengunjung dapat menikmati wisata bernuasa alam dengan berbagai macam tanaman dan wahana yang tersedia di taman Banjarsari. Pengunjung juga dapat melihat langsung pengolahan tanaman yang di kerjakan oleh para petani dan dapat bertanya langsung mengenai tanaman kepada para petani yang sedang mengelola tanaman di setiap harinya. Sehingga para wisatawan tidak hanya berekreasi tapi juga mendapatkan pengalaman baru.

Pengelolaan dan Pengembangan Wisata Taman Banjarsari Agro Community

Dalam pengelolaan dan pengembangan wisata taman Banjarsari Agro Community, peran dan keterlibatan masyarakat dan pemerintahan Desa sangat penting, pengelolaan dilakukan sendiri oleh pemerintahan Desa yang terdiri dari para pengurus taman BAC, pemuda karang taruna, kelompok tani dan juga masyarakat setempat.

Peran Pemerintah Desa Terhadap Taman Banjarsari Agro Community

1. Kepengurusan wisata Taman Banjarsari Agro Community

2. Sosialisasi/Pembinaan Masyarakat

Sosialisasi/Pembinaan diberikan kepada masyarakat yang terlibat dalam taman Banjarsari Agro Community. Pembinaan yang diberikan oleh Pemerintah Desa kepada masyarakat yaitu tentang agrowisata, agar masyarakat mengerti cara pengelolaan dan pengembangan agrowisata.

3. Dana Pembangunan Taman Banjarsari Agro Community

Memberikan dana untuk pembangunan-pembangunan yang ada di taman Banjarsari Agro Community, seperti pembangunan jalan, pembangunan sarana dan prasarana dan lain sebagainya

4. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) 

Pengembangan SDM yang dilakukan oleh pemerintah yaitu menekan dalam peningkatkan kualitas SDM, mendorong keikut sertaan masyarakat dan pemuda dalam mengembangkan Banjarsari Agro Community dengan dampak ekonomi yang positif

Peran Masyarakat Terhadap Taman Banjarsari Agro Community

1. Peran Kelompok Tani (GAPOKTAN)

Dari mulai hulu sampai hilir para petani merawat tanaman dan menata rapi sesuai jenis tanamannnya seperti bunga, padi, labu, cabe, buah-buahan dan lain sebagainnya, sehingga nantinya dapat menarik wisatawan yang berkunjung di wisata taman Banjarsari Agro Community

2. Pengembangan Taman Banjarsari Agro Community

Pengembangan agrowisata secara nyata di taman Banjarsari Agro Community  adalah pengembangan produk atau daya tarik dan atraksi wisata baru ataupun menambah kualitas pelayanan. Pada  pengembangan tersebut di wujudkan dalam pembentukan beberapa produk.

Strategi Pengembangan Produk

Pengembangan agrowisata secara nyata di taman Banjarsari Agro Community  adalah pengembangan produk atau daya tarik dan atraksi wisata baru ataupun menambah kualitas pelayanan. Pada  pengembangan tersebut di wujudkan dalam pembentukan beberapa produk yang ada di wisata taman Banjarsari Agro Community diantaranya yaitu taman rekreasi, outbound, kampung rawa, area persewaan ATV dan motocross.

Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana

Pengembangan pariwisata di taman Banjarsari Agro Community berdampak pada pengembangan fasilitas dan infrastruktur yang ada di taman Banjarsari Agro Community untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan para wisatawan.  Pengembangan sarana dan prasarana yang ada di wisata taman Banjarsari Agro Community yaitu perbaikan jalan, fasilitas toilet, gazebo, menyediakan warung-warung makanan dan minuman.

Strategi Pengembangan Pasar Dan Promosi

Sejalan dengan kemajuan perkembangan Banjarsari Agro Community, promosi dan pemasarannya pun semakin meningkat. Pemasaran Banjarsari Agro Community hampir semua melalui social media seperti instagram, facebook dan lain-lain, mengadakan program bazar seputar tanaman, saserta juga menggerakkan semua anggota dalam mempublikasi dan memasarkan atraksi dan daya tarik Banjarsari Agro Community yang ada di Desa Banjarsari.

Strategi Pengembangan Sumber daya Alam (SDM)

Pengembangan SDM di taman Bajarsari Agro Community  dengan mendorong keikut sertaan masyarakat dan pemuda dalam mengembangkan Banjarsari Agro Community dengan dampak ekonomi yang positif, menambah kegiatan yang membutukan peran masyarakat seperti kegiatan bazar, kegiatan lomba memancing, lomba motor cross dan lain-lain. Meningkatkan tingkat pendidikan pada sektor pertanian dan juga Agrowisata merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan pemahaman, wawasan, dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan kepariwisataan yang ada di taman Banjarsari Agro Community. Mengajak masyarakat dan pemuda lebih banyak lagi dengan adanya penyuluhan dari Dinas pertanian, dan penyuluh pertanian lapangan(PPL) yang ada di taman Banjarsari Agro Community.

Dampak Taman Banjarsari Agro Community Terhadap Perubahan Struktur  Masyarakat

Taman Banjarsari Agro Community mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam penyedia lapangan kerja, peningkatkan penghasilan, dan standar hidup. Taman Banjarsari Agro Community juga memberikan sumbangsihnya secara langsung kepada kemajuan-kemajuan dalam usaha-usaha pembuatan atau perbaikan jalan-jalan raya, transportasi atau pembangunan-pembangunan lain yang kesemuanya itu dapat memberikan keuntungan dan kesenangan baik bagi masyarakat Desa Banjarsari maupun bagi wisatawan.

Dampak Terhadap Struktur Ekonomi

1)Penyerapan Tenaga Kerja

Hasil penelitian pada dampak taman Banjarsari Agro Community menunjukkan bahwa taman Banjarsari Agro Community mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar seperti para petani yang bekerja sebagai pengelolaan dan penataan tanaman, menjadi pemmandu wisata, penjaga parkir, penjaga loket dan lain sebagainya. Salin menyerap tenaga kerja, pengembangan wisata taman Banjarsari Agro Community  juga menimbulkan usaha baru bagi masyarakat Desa Banjarsari Kecamatan Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang.

2)Peningkatan Pendapatan

Dari segi ekonomi ternyata taman Banjarsari Agro Community sedikit banyak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan berkembangnya taman Banjarsari Agro Community dapat memberikan dampak yang positif  terhadap pendapatan masyarakat. Sebelum adanya wisata taman Banjarsari Agro Community masyarakat paling banyak bekerja di bidang pertanian buruh tani dengan pendapatan rata-rata Rp. 750.000, - Rp. 1.000.000, angka ini merubah ketika masyarakat mulai terlibat dalam wisata taman Banjarsari Agro Community. Hal ini terlihat dari besarnya pendapatan yang diterima masyarakat yaitu  rata-rata Rp. 1.000.000,- Rp. 2.500.000 per bulan.

3)Pembangunan Infrastruktur

Berkembangnya sektor wisata agro Banjarsari Agro Community dapat mendorong pemerintahan Desa Banjarsari untuk menyediakan infrastruktur yang lebih baik, penyediaan air bersih, listrik, transportasi umum, meningkatkan kualitas hidup baik wisatawan dan juga masyarakat Desa Banjarsari itu sendiri. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur taman Banjarsari Agro Community tersebut juga akan dinikmati oleh masyarakat sekitar dalam menjalankan aktivitas bisnisnya yang berada di area taman Banjarsari Agro Community, sehingga berupaya dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

4)Struktur Ekonomi Negatif

Pembiayaan infrastruktur tanpa disadai ternyata pembangunan taman Banjarsari Agro Community dapat menjadi beban biaya tersendiri bagi pemerintahan Desa Bnjarsari, minimumnya dan sulitnya bantuan dari pemerintahan pusat kabupaten Jombnag dan juga dari Provinsi Jawa Timur mengakibatkan sebagian infrastruktur yang macet, seperti sirkuit motor cross yang sampai sekarang  masih terbengkala dalam pembangunannya.

Dampak Terhadap Struktur Sosial

Taman Banjarsari Agro Community diharap dapat membawa kemajuan  bagi masyarakat, baik kemajuan di bidang kehidupan social seperti kemajuan pendidikan atau tingakat ilmu pengetahuan. Dan kemajuan ini dapat menaikkan atau merubah status social masyarakat.

a. Gontong Royong

Gotong royong merupakan salah satu bentuk solidaritas khas masyarakat pedesaan. Berkembangnya taman Banjarsari Agro Community  meningkatkan rasa solidaritas yang tinggi bagi masyarakat dalam mengembangkan taman Banjarsari Agro Community. Saling bekerja sama dalam pembangunan seperti, pembangunan sarana dan prasarana, membangun akses jalan menuju lokasi taman,  membersikan sampah yang ada di area taman, dan lain sebagainya.

b. Aspek Sosial Negatif

Dampak lain dari pengembangan taman Banjarsari Agro Community ini adalah adanya wisatawan luar yang berkunjung tujuannya hanya di buat pacaran, atau adanya para pemuda yang menggunakan narkoba dan minum minuman keras.

Harapan Masyarakat Terhadap Taman Banjarsari Agro Community

Harapan masyarakat terhadap taman Banjarsari Agro Community yaitu lebih meningkatkan lagi dalam pengembangannya, seperti perbaikan sarana dan prasarana taman terus menerus, meningkatkan dari segi promosi, menambah wahana baru, menambah jenis tanaman yang belum ada, meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan, memperluas lokasi taman, adanya pembinaan yang lebih intensif lagi mengenai sektor pertanian dan juga sektor pariwisata, dan yang paling diharapkan oleh masyarakat yaitu bantuan modal dari pihak pemerintah Kabupaten dan juga Provinsi. Adanya taman Banjarsari ini sangat membantu meningkatkan perekoomian masyarakat Desa Banjarsari.

 

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan menganai analisis pengembangan sektor basis pertanian sebagai upaya peningkatan perekonomian Desa Banjarsari Kabupaten Jombang  (studi kasus wisata taman Banjarsari Agro Community), maka hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Sektor pertanian Desa Bajarsari memiliki potensi yang sangat besar terhadap perekonomian masyarakat. Sektor pertanian sangat berperan penting terhadap tenaga kerja masyarakat Desa Banjarsari.

2. Pemanfaatan potensi sektor pertanian Desa Banjarsari dijadikan sebagai agrowisata, taman Banjarsari Agro Community. Dalam pemanfaatan potensi sektor pertanian sebagai agrowisata melibatkan kerjasama antara pemerintah Desa dengan masyarakat. Peran yang dilakukan oleh pemerintah Desa terhadap agrowisata adalah mengelolah kepengurusan taman BAC, memberikan sosialisasi/pembinaan kepada masyarakat mengenai agrowisata, memberikan dana terhadap pembangunan yang ada di taman BAC, dan pengembangan terhadap SDM. Sedangkan peran masyarakat terhadap agrowisata adalah pengelolaan tanaman yang dilakukan oleh petani dan Gapoktan, strategi pengembangan produk, strategi pengembangan sarana dan prasarana, strategi pengembangan pasar dan promosi.

3. Taman Banjarsari Agro Community berdampak positif bagi masyarakat Desa Banjarsari.  Adanya taman Banjarsari berdampak terhadap aspek ekonomi masyarakat seperti, adanya peningkatan pendapatan bagi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, pembangunan infrastruktur. Taman Banjarsari Agro Community juga berdampak terhadap aspek sosial masyarakat seperti, adanya peningkatan sifat gotong-royong masyarakat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin. 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE.

Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Jawa Timur. 2017. Produktivitas Tanaman Pangan

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang. 2017. Rata-rata Produksivitas Pertanian

Bungin, Burhan. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Bukhori, M. 2014. Sekor Pertanian Terhadap Pembangunan Di Indonesia.

Daryanto, A dan Y. Hafizrianda. 2010. Analisis Input-Output dan Social Accunting Matrix untuk Pembangunan Ekonomi Daerah. IPB Prees. Bogor.

Deptan, 2005. “Agrowisata Meningkatkan Pendapatan Petani”,http://www.database.deptan.go.id (diakses tanggal 1 Desember 2017)

Ekasari, Mutiara, 2011. Perencanaan Pengembangan Sektor Pertanaian Dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Kabupaten Temanggung.

Endang Sri Sudalmi (2010). "Pembangunan Pertanian Berkelanjutan". Surakarta.

Fatah Luthfi, Ms. 2006. Dinamika Pembangunan Pertanian dan Pedesaan.Banjarbaru Kalsel : Jurusan Sosek fakultas Pertanian Universitas Lampung Mangkurat.

Gadang, Dimas. 2010. Analisis Peranan Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Jawa Tengah (Pendekatan Analisis Input-Output).

Hadisapoetra, Soedarsono. 1973. Pembangunan Pertanian. Departemen Ekonoi Pertanian Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.

Hasani, Akrom. 2010. Analisis Struktur Perekonomian Berdasarkan Pendekatan Shift Share Di Provinsi Jawa Tengah Periode Tahun 2003-2008.

Husein E. 2006. Konsep multifungsi untuk revitalisasi pertanian. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia. 28(5): 1-4.

Mardikanto.2007. Pengantar Ilmu Pertanian Cetakan Pertama. Pusat Pengembangan Agrobisnis dan Kehutanan Sosial (PUSPA). Surakarta.

Mubyarto. 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta : LP3ES

Mushoffa. 2009. Analisis Sektor Basis Dan Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah Di Kabupaten Tegal.

Nawawi, Hadari dan Mimi Martini. 2005. Penelitian Terapan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Priyarsono, D. S, DKK. 2007. Ekonomi Regional. Jakarta Universitas Terbuka.

Richardson, H.W. 1975. Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi Regional. Jakarta: LPFE UI.

Saharuddin, S. 2005. Pengaruh Pengembangan Ekonomi Terhadap Penerimaan APBD dan Kesejahteraan Rakyat di Provinsi Sulawesi.

Sa’adah. 2014. Sustainable Agriculture System (Sac-S): Inovasi Konsep Pertanian Urban Sebagai Pembangunan Berkelanjutan Dan Upaya Penanganan Masalah Perkotaan.

Siebert, John W. (2009). "Toward Better Defining the Field of Agribusiness Management" (PDF). International Food and Agribusiness Management Review

Sukirno, Sadono. 2004. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Sutjipta, I.n. 2001. Agrowisata. Magister Agribisnis.

Sutopo, H. B. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif : Dasar Terori dan Terapannya Penelitian. UNS Press. Surakarta.

Sukisti. 2010. Usaha tani Padi dengan Sistem Tanam Pindah (tapin) dan Sistem Tabur Benih Langsung (Tabela) di Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Sulistiyono, Luluk. 2004. Dilema Penggunaan Pestisida Dalam Sistem Pertanian Tanaman Hortikultura di Indonesia.

Tarigan, Robinson. 2005. Ekonomi Regional (Teori dan Aplikasi). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Usman. 2015. Analisis Sektor Basis dan Subsektor Basis Pertanian Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Keerom Profinsi Papua.

Widodo, 2006. Perencanaan Pembangunan : Aplikasi Komputer (Era Otonomi Daerah). UPP STIM YKPN. Yogyakarta.