SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MODELPENGEMBANGAN UNIT PEMBENIHAN RAKYAT SUMBER MINA LESTARI SEBAGAI PENGUAT FAKTOR SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SUMBER SEKAR

Muhammad Faiz Binnasrillah

Abstrak


MODEL PENGEMBANGAN UNIT PEMBENIHAN RAKYAT SUMBER MINA

LESTARI SEBAGAI PENGUAT FAKTOR SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT

DESA SUMBER SEKAR MUHAMMAD FAIZ BINNASRILLAH S1 Ekonomi Pembangunan

Email: faizbinnasrillah16@gmail.com

 

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Model pengembangan yang dapat dilakukan dan diterima kelompok usaha budidaya bibit ikan, Unit Pembenihan Rakyat Sumber Mina Lestari (UPR) dengan melihat Potensi-potensi yang dapat dikembangkan dan masalahmasalah yang menjadi hambatan UPR tersebut untuk berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, instrumen yang digunakan untuk memperoleh data primer dilakukan dengan wawancara kepada ketua UPR Sumber Mina Lestari dan juga anggota yang masih aktif. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari kantor UPR Sumber Mina Lestari. Hasil dari penelitian ini adalah model pengembangan yang cocok dan diterima oleh masyarakat khususnya para anggota UPR Sumber Mina Lestari adalah model pengembangan agrowisata perikanan. Kegiatan utama yang dapat dilakukan dalam agrowisata perikanan yaitu: wisata pemancingan, edukasi kegiatan budidaya ikan, kuliner ikan, penjualan ikan hasil budidaya, produksi souvenir kerajinan tangan. Pertimbangan kenapa model agrowisata perikanan dipilih karena kompentisi usaha yang dihadapi oleh UPR sangatlah berat dan berdampak pada turunnya penjualan bibit ikan dan banyaknya anggota UPR yang keluar dari kelompok budidaya selain itu mengubah usaha dari UPR menjadi wisata pemancingan dan rumah makan tidak membutuhkan modal yang terlalu banyak.

 

Kata Kunci: Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Unit Pembenihan Rakyat, Community Economic Development, Agrowisata

 

PENDAHULUAN

Kemiskinan adalah salah satu masalah ekonomi yang sering dialami oleh seluruh negaranegara berkembang diseluruh dunia. Salah satu dampak yang diakibatkan oleh masalah kemiskinan yang tinggi adalah tingkat kriminalitas yang terjadi dimasyarakat tinggi pula, seperti perampokan, pencurian, prostitusi, penipuan, dan lain- lain. Salah satu cara mengatasi kemiskinan adalah dengan cara pemberdayaan (Empowerment). Menurut Mardikanto (2014), terdapat enam tujuan pemberdayaan masyarakat, yaitu: Perbaikan kelembagaan (better institution). Perbaikan usaha (better business), Perbaikan pendapatan (better income) Perbaikan lingkungan (better environment), Perbaikan kehidupan (better living), Perbaikan masyarakat (better community). Salah satu media pemberdayan adalah Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang telah dilakukan di Desa Sumber Sekar. Desa Sumber Sekar merupakan desa yang mayoritas penduduknya beprofesi sebagai buruh tani. Desa yang dulunya terkenal dengan stigma negatif daerah prostitusi ini telah berubah semenjak didirikannya UPR, kini desa Sumber Sekar khususnya dusun Banjar Tengah terkenal dengan budidaya bibit ikannya. UPR (Unit Pembenihan Rakyat) merupakan usaha pembudidayaan benih ikan yang secara murni dikerjakan oleh masyarakat yang bertujuan untuk menambah pasokan benih ikan yang masih sangat kurang di pasaran dan juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar. UPR Sumber Mina Lestari di berdiri pada tangga 19 September tahun 2000, Menurut Bapak Sugeng selaku ketua UPR Sumber Mina Lestari latar belakang berdirinya UPR berawal dari keprihatinan Bapak Purnomo dan Bapak Hermanto yang prihatin akan stigma yang beredar di masyarakt bahwa desa Sumber Sekar adalah daerah prostitusi. Bapak Hermanto merupakan lulusan dari Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya (UB) ingin mengaplikasin ilmu yang didapat semasa masih duduk di bangku kuliah sekaligus mencari solusi bagaimana memecahkan masalah yang sudah menjadi masalah yang kronis di desa tersebut dan perlu di cari jalan keluarnya. Akhirnya munculah ide untuk membuat tambak ikan. Seiring dengan berkembanganya budidaya ikan nila yang dikembangkan oleh Bapak Hermanto, masyarakat sekitar mulai tertarik dengan budidaya ikan nila. Pada awal terbentuknya UPR ini masyarakat desa sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan- kegiatan keanggotaan UPR, mereka membuat kolam- kolam kecil didepan rumah mereka dikarenakan lahan yang dipakai sebagai tempat UPR sangat terbatas. Dengan di  buatnya kolam-kolam kecil di rumah anggota UPR maka diharapkan bisa mengatasi masalah tersebut. Namun setelah berjalan beberapa tahun banyak anggota yang tidak lagi aktif mengikuti kegiatan pembudidyaan, hal itu bisa dilihat dari banyaknya kolam- kolam di rumah warga yang sudah tidak lagi berfungsi. Hal ini dikarenakan banyaknya tempat budidaya bibit ikan yang berada di daerah tujuan pengiriman bibit ikan dan juga masyarakat tidak lagi menganggap bahwa usaha pembudidayaan ikan ini masih menguntungkan. Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa perlu diadakan sebuah pengembangan pada usaha tersebut. Pengembangan yang dilakukan bermaksud untuk memberdayakan masyarakat kembali dan juga mengembalikan antusiasme masyarakat untuk melakukan kegiatan budidaya yang berada di UPR ini untuk itu diperlukan inovasi dalam melakukan kegiatan usaha dalam UPR tersebut sehingga profit yang didapat dari usaha tersebut juga maksimal. Dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana model pengembangan Unit Pembernihan Rakyat Sumber Mina Lestari Bagaimana model pengembangan UPR Sumber Mina Lestari sebagai penguat faktor sosial dan ekonomi masyarakat desa Sumber Sekar?

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu penelitian tentang suatu data atau objek yang dikumpulkan dan ditampilkan dalam bentuk kata-kata atau gambaran suatu penilitian. Penelitian di laksanakan di Desa Sumber Sekar tepatnya di Dusun Banjar Tengah yang merupakan tempat berdirinya UPR Sumber Mina Lestari. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari Kantor UPR Sumber Mina Lestari dan hasil selama terjun ke lokasi penelitian. Data yang diperoleh berupa data primer dan sekunder. Data primer sendiri diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan pihak yang bersangkutan di lapangan, Sedangkan data sekunder didapat dari literature, jurnal, arsip desa Sumber Sekar dan juga UPR Sumber Mina Lestari. Teknik pengumpulan data dilapangan mengguanakan 3 cara:

1. Observasi

Kegiatan pengamatan ini dilakukan secara langsung di lapangan untuk memperoleh data-data yang tidak diperoleh ketika melakukan survei sekunder serta untuk menyelaraskan informasi yang diperoleh dari data sekunder yang didapat dari Kantor UPR Sumber Mina Lestari dan kondisi nyata yang terjadi dilapangan. Dengan hal ini peneliti  melakukan pengamatan secara langsung untuk memperoleh data yang valid sesuai dengan kondisi aslinya.

2. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan menggunakan pertanyaan yang terstruktur dan terbuka. Sehingga dapat memberikan keleluasaan pada informan atau objek peneliti dalam menjawab pertanyaan dengan panjang. Prosedur pengumpulan data melalui wawancara ini ditunjukkan kepada informan kunci yaitu Ketua UPR Sumber Mina Lestari, Anggota UPR yang masih aktif, Anggota UPR yang sudah tidak aktif, Warga Desa Sumber Sekar.

3. Dokumentasi

Dokumentasi dalam penelitian ini berupa foto-foto kegiatan selama penelitian berlangsung melakukan penelitian dan dokumen berupa arsip profil. Selain itu juga ada rekaman suara yang diperoleh saat melakukan wawancara, dan catatan yang diperoleh saat wawancara berlangsung. Analisis data kualtatif dilakukan secara interaktif dan terus menerus sampai tuntas, sehingga data yang akan diperoleh lebih konkret untuk disajikan dalam penyajian data dalam hasil penelitian. Aktivitas dalam analisi data yaitu reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. (Sugiyono,2009).

1. Reduksi Data

Mereduksi data dari hasil penelitian adalah merangkum data yang diperoleh selama melakukan penelitian, memilih hal-hal pokok yang akan disajikan dan memfokuskan pada hal-hal yang penting dan relevan dengan perumusan permasalahan dalam penelitian. Dalam hal ini, peneliti harus merangkum dan memfokuskan data yang diperoleh dari lapangan melalui wawancara yang terkait dalam permasalahan secara rinci dan teliti.

2. Penyajian Data

Setelah melakukan reduksi data maka langkah selanjutnya adalah penyajian data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dengan bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori. Dan dalam hal ini, peneliti melakukan penyajian data dari hasil yang diperoleh selama proses wawancara berlangsung, kemudian telah diuraikan dalam bentuk uraian singkat dalam bentuk bagan maupun antar kategori yang saling terkait. Dari hasil penyajian data tersebut, maka data akan  menjadi terorganisasikan dan tersusun dalam pola hubungan sehingga akan semakin mudah untuk dipahami.

3. Verivikasi Data

Langakah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat berkembang setelah dilakukan penelitian secara langsung di lapangan. Dengan demikian peneliti harus melakukan penelitian terlebih dahulu agar dapat menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal menjadi berkembang dan lebih jelas. Kesimpulan dari hasil penelitian kualitatif diharapkan merupakan sebuah temuan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Temuan dari data tersebut dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang sehingga dilakukan penelitian agar bisa lebih jelas.

 

PEMBAHASAN

Community Economic Development adalah sebuah strategi yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan sekelompok masyarakat agar mereka dapat mengenali, merumuskan dan mencari sendiri solusi terhadap masalah ekonomi yang mereka hadapi, sehingga mereka dapat membangun kemampuan ekonomi mereka yang dalam jangka panjang dapat menguatkan kemampuan social ekonomi mereka secara integrative. Community economic development dapat dilaksanakan dengan cara;

1. Peningkatan pengetahuan (Skill dan Manajemen), yang dimaksud dalam peningkatan pengetahuan disini adalah peningkatan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memahami dan mengenali kekuatan dan kelemahan dalam ekonomi local dan asset potensi ekonomi yang masih belum digali.

2. Penerapan gaya kpemimpinan (Terorganisir), yang dimaksud dari penerapan gaya kepemimpinan adalah terorganisir dan menyatunya sumberdaya manusia, pengetahuan dan modal dari pemerintah daerah, masyarakat umum dan sektor swasta dalam rangak memenuhi tujuan yang dicita-citakan bersama.

3. Pemberian Bantuan (Support), yang dimaksud dengan pemberian bantuan (Sopport) disini adalah pengiriman bantuan baik berupa modal atau jasa kepada daerah industry  perorangan atau kelompok yang masih belum bisa memenuhi kebutuhannya (Modal, Produksi, Teknologi, Sumber daya manusia, Pemasaran). Dari penjabaran dan penjelasan mengenai cara dan tujuan Community economic development dapat diterapkan dan ditentukan Model pengembangan berdasarkan kondisi Unit Pembenihan Rakyat Sumber Mina Lestari. Model pengembangan tersebut harus memenuhi bebrapa syarat:

1. Ketika diterapkan dapat melibatkan masyarakat secara luas, khususnya masyarakat desa Sumber Sekar.

2. Terdapat unsur pemberdayaan (Empowerment) masyarakat dalam model pengembangan tersebut yang merupakan tujuan awal dibentuknya Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Sumber Mina Lestari.

3. Model yang diterapkan harus bertujuan untuk meningkatkan kualitas faktor sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sumber Sekar. Berikut ini adalah Model pengembangan yang dapat dilakukan pada Unit Pembenihan Rakyat dalam hal Modal, Produksi, Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia), Teknologi, Pemasaran:

Tabel Model Pengembangan UPR Sumber Mina Lestari

 

Mitra Utama:

1. Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Malang

2. Universitas Brawijaya

3.Kelompok Budidaya Ikan di Daerah Malang yang lebih berhasil

 

Kegiatan Utama:

1.Budidaya ikan nila

2. Pelatihan Budidaya Ikan Nila

3. Penjualan Ikan Hasil Budidaya

4. Produksi Pelet ikan

 

Proposisi Nilai:

1. Bibit Ikan Nila Terjamin Kualitasnya dipantau langsung dinas Perikanan Kab. Malang.

 

Hubungan Pelanggan:

1. Transaksional, tidak berkelanjutan

2. Transaksional, Kemitraan.

 

Segmen Pelanggan:

1. Para Pengusaha Budidaya Pembesaran Ikan.

2. Jawa Timur Park untuk pakan

 

Sumber Daya hewan. Utama:

1. Kolam Budidaya Ikan

2. Anggota Budidaya bibit Ikan Nila

3. Mesin Pelet Ikan

 

SaluranDistribusi:

1. Penjualan secara langsung jika ada pesanan.

2. Rekomendasi dari Dinas Perikanan Kepada  Kelompok Budidaya ikan lain.

3. Memanfaatkan Media sosial seperti whatsapp, facebook, dll

 

Struktur Biaya:

1. Biaya Keluar Tidak Pasti Masih Tergantung dengan harga obat untuk hama bibit ikan

 

Aliran Pendapatan:

1. Penjualan bibit ikan nila

2. Penjualan bibit ikan lele

 

1. Modal

Sumber modal pada UPR bersumber dari pribadi dan juga bantuan modal dari pemerintah. Untuk pengembangan yang bisa dilakukan pada modal yaitu dengan cara memperluas modal tidak hanya dari pribadi dan juga pemerintah tetapi juga dari pihak swasta, seperti pinjaman dari bank konvensional dan juga BPR yang biasanya memiliki program pinjaman dengan bunga rendah. Jika nantinya UPR Sumber mina lestari ini sudah besar dan maju bisa juga memperoleh dana modal dari investor.

 

2. Produksi

Pengembangan yang bisa dilakukan pada produksi yaitu:

1) Menambah fariasi jenis ikan yang dibudidayakan.

2) Tidak hanya menjual bibit ikan tetapi juga menjual indukan.

3) Meyaragamkan ukuran bibit ikan pada saat pendederan agar pertumbuhannya optimal.

4) Memproduksi sendiri pellet ikan untuk menjamin kualitas gizi ikan dan biaya pakan.

 

3. Sumber Daya Manusia

1) Meyakinkan kembali masyarakat bahwa bisnis budidaya bibit ikan tersebut memang layak dan menguntungkan.

2) Memberikan pengertian bahwa dalam berwirausaha memang ada kalanya rugi ada kalanya untung.

3) Memberikan pelatihan yang mendetail dan rutin untuk setiap anggota UPR supaya kegagalan dalam budidaya bisa diminimalisir.

4) Memperbaiki sistem penjualan larva ikan kepada anggota.

 

4. Teknologi

Teknologi yang diterapkan dalam pembudidayaan tergolong cukup mumpuni seperti

UPR pada umumnya seperti kakaban, happa, penyaring air, selang, seser, ember

grading, alat analisis kualitas air.

 

5. Pemasaran

1) Memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang murah dan efektif.

2) Memanfaatkan situs e-commerce untuk memasarkan produk.

3) Menyediakan fasilitas pengiriman bibit ikan sehingga memudahkan konsumen.

4) Menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan stakeholder.

Tanggapan Masyarakat setelah dilakukan pengenalan mengenai model pengembangan yang telah didiskusikan penulis kepada masyarakat yang bersangkutan khususnya Bapak Sugeng selaku ketua UPR sumber mina lestari menganai model tersebut yaitu positif, tetapi beliau masih tidak yakin apakah masyarakat yang telah tidak aktif mau kembali lagi untuk menjadi anggota UPR dan aktif mengikuti kegiatan usaha. Penyebabnya daerah- daerah yang dulunya hanya tempat budidaya pembesaran ikan kini juga ada yang membuka usaha pembibitan ikan. Akibatnya pengusaha- pengusaha pembesaran ikan banyak yang beralih mengambil supply bibit dari daerahnya sendiri yang mengakibatkan berkurangnya penjualan di UPR Sumber Mina Lestari. Pak Sugeng sempat menyatakan bahwa dirinya berharap dusun yang ditempatinya mempunyai ikon tersendiri yaitu kampung ikan nila. Dari pernyataan tersebut maka ditentukanlah model pengembangan Agrowisata. Persyaratan yang di butuhkan untuk mengambangkan kawasan Agrowisata yaitu:

1. Memiliki sumberdaya lahan dengan agroklimat yang sesuai untuk mengembangkan komoditi pertanian yang akan dijadikan komoditi unggulan.

2. Memiliki prasarana dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pengembangan sistem dan usaha agrowisata, seperti misalnya: jalan, sarana irigasi/pengairan, sumber air baku, pasar, terminal, jaringan telekomunikasi, fasilitas perbankan, pusat informasi pengembangan agribisnis, sarana produksi pengolahan hasil pertanian, dan fasilitas umum serta fasilitas sosial lainnya.

3. Memiliki sumberdaya manusia yang berkemauan dan berpotensi untuk mengembangkan kawasan agrowisata.

4. Pengembangan agrowisata tersebut mampu mendukung upaya-upaya konservasi alam dan kelestarian lingkungan hidup bagi kelestarian sumberdaya alam, kelestarian sosial budaya maupun ekosistem secara keseluruhan.

Model agrowisata yang akan di terapkan di UPR Sumber Mina Lestari adalah Agrowisata Perikanan. Jenis kegiatan perikanan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata adalah budidaya perikana darat yang, disawah yang lebih dikenal dengan mina padi, budidaya tambak ikan, udang dan perikanan ikan laut. Pada saat ini, kegiatan agrowisata perikanan lebih cenderung dalam bentuk kegiatan memancing baik di kolam, sungai, danau dan laut.

Tabel Model Pengembangan UPR Sumber Mina Lestari Setelah Revisi

 

Mitra Utama:

1. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

2. Pengerajin Souvenir.

3. Media Masa ex: Televisi Lokal

 

Kegiatan Utama:

1.Pemancingan

2. Edukasi Kegiatan Budidaya Ikan

3. Kuliner Ikan

4. Produksi Ikan Hasil Budidaya

5. Produksi souvenir kerajinan tangan

 

Proposisi Nilai:

1. Akses ke lokasi mudah

2. Lokasi strategis

3. Lokasi termasuk dataran tinggi

4. Varietas ikan yang beragam

5. Sarana Rekreasi dan Edukasi yang Murah

 

Hubungan Pelanggan:

1. Transaksional, tidak berkelanjutan

2. Co- creation: evaluasi pelayanan dan fasilitas wisata oleh pelanggan.

 

Segmen Pelanggan:

1. Anak-Anak

2. Orang Dewasa

3. Remaja

4. Komunitas Mancing

5. Para Pengusaha Budidaya Pembesaran Ikan.

 

Sumber DayaUtama:

1. Pemateri Budidaya Ikan.

2. Kolam Budidaya ikan.

3. Kolam Pemancingan.

4. Anggota masyarakat yang terlibat.

5. Juru Masak

 

Saluran Distribusi:

1. Media Sosial

2. Promosi Video Youtube

3. Promosi Secara Langsung

 

Struktur Biaya:

1. Biaya Perawatan objek wisata

2. Biaya Perawatan Ikan

3. Biaya Promosi

4. Biaya Produksi Souvenir

 

Aliran Pendapatan:

1. Penjualan Tiket Wisata

2. Penjualan Hasil Budidaya

3. Penjualan Hidangan Kuliner

4. Penjualan souvenir

Kegiatan yang dapat dilakuakan dalam agrowisata perikanan dan apa saja fasilitas dan tempat yang harus disiapkan antara lain:

Kegiatan

1)Pemancingan

2)Edukasi Kegiatan Budidaya Ikan sampai Panen

3)Menikmati Ikan Hasil Tangkapan

4)Membeli Hasil ProdukAgrowisata

5)Membeli Souvenir Kerajinan Tangan

Fasilitas

1)Peralatan pancing dan Jaring

2)Buku atau Materi seputar budidaya ikan

3)Meja dan kursi, serta peralatan makan

Tempat

1)Kolam Pemancingan

2)Kolam Bibit ikan dan Kolam Pendederan

3)Rumah Makan

Berikut ini adalah kesiapan UPR Sumber Mina Lestari Sebagai Agrowisata Perikakan Berdasarkan sumber daya lahan dan komoditi, infrastruktur, sumber daya manusia, kelestarian lingkungan:

 

1. Sumber daya lahan dan komoditi

Untuk lahan pastinya sudah tidak perlu ditanyakan lagi UPR tersebut telah berjalan selama kurang lebih 18 tahun dan terbukti iklim dan lahan yang digunakan untuk budidaya berhasil. Untuk komoditi yang diunggulkan tentunya untuk sementara hanya ikan nila saja yag nantinya mungkin akan betambah seiring dengan berkembangnya agrowisata ditempat tersebut.

 

2. Infrastruktur

Untuk infrastruktur yang mendukung pengembangan agrowisata terdapat sedikit kekurangan. Masih dibutuhkan bebearapa infrastruktur tambahan agar pengembangan agrowisata dapat tercapai dengan maksimal seperti pusat informasi pengembangan agribisnis, sarana produksi pengolahan hasil pertanian, dan fasilitas umum serta fasilitas sosial lainnya.

 

3. Sumber Daya Manusia

Untuk kesiapan sumber daya manusia terdapat sedikit kekurangan yaitu partisipasi masyarakat yang tergolong masih minim dan diperlukan stimulasi kepada masyarakat dari pemerintah agar masyarakat merespon positif terhadap pengembangan agrowisata tersebut.

 

4. Kelestarian Lingkungan

Jika nanti agrowisata tersebut berjalan tentunya masyarakat dusun Banjar Tengah akan lebih sadar terhadap kebersihan dan keindahan lingkungannya, karena untuk menjaga agar wisatawan terus berkunjung dibutuhkan lingkungan yang indah dan bersih.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Strategi Community Economic Development dapat dilakukan melalui tiga cara: peningkatan pengetahuan, penerapan gaya kepemimpinan, pemberian bantuan. Strategi Community Economic Development bertujuan untuk memastikan bahwa segala bentuk bantuan dan pembangunan yang di tujukan untuk memberdayakan dan memperkuat keahlian masyaakat dalam mengatasi permasalahan ekonominya dan juga meningkatkan potensi ekonominya. Strategi Community Econimic Devlopment akan berjalan jika semua elemen masyarakat yang bersangkutan bersinergi dalam satu tujuan yang sama yaitu untuk memajukan dan mnegembangakn ekonomi masyarakat lokal.

2. Model pengembangan yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh UPR Sumber Mina Lestari dan juga diterima oleh masyarakat adalah Model pengembangan Agrowisata perikanan. Kegiatan utama yang dapat dilakukan Pemancingan, Edukasi Kegiatan Budidaya Ikan, Kuliner Ikan, Penjualan Ikan Hasil Budidaya, Penjualan souvenir kerajinan tangan. Selanjutnya untuk pemasaran atau media untuk promosi bisa menggunakan media sosial, promosi melaluli youtube, promosi secara  langsung. Penerimaan atau pendapatan dari penualan tiket, penjualan hasil budidaya ikan, penjualan hidangan kuliner, dan penjualan souvenir.

 

DAFTAR PUSTAKA

Almanshur, Fauzan & Ghony, Djunaidi. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz media. Anoraga, Pandji, & Sudantoko, H. Djoko. 2002. Koperasi, Kewirausahaan, dan Usaha Kecil. Jakarta: Rineka Cipta. Bonazzi, F. L. Z., & Zilber, M. A. (2014). Innovation and Business Model: a case study about integration of Innovation Funnel and Business Model Canvas. Organizational Strategy And Behavior, Volume 16 No. 53, 616-637. Hafiluddin, Moch. Rochjadi. Suryadi, Saleh, Choirul. 2014. Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis “Community Based Economic Development” (Studi pada pelaku UMKM di Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo). Vol 17(2). 68-77 (Online) [http://garuda.ristekdikti.go.id/]. Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial. Jakarta: Erlangga. Islamiarani. 2008. Analisis Kinerja Agrowisata Dengan Pendekatan Balanced Scorecard di Kampong Wisata Cinangneng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor (skripsi). Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.(Online)[http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/3120/4/A2008_I slamiarani.pdf]. Mardikanto, Totok. 2014. CSR (Corporate Social Responsibility) (Tanggungjawab Sosial Korporasi). Bandung: Alfabeta. Martha, Siska,. Wardhana, Adhitya. 2017. Analisis Model Bisnis Kanvas Resto Rumah Soto Padang Di Bukittinggi. e- Proceding of Management. Vol 4. No. 1. April. p 887-894 Osterwalder, Alexander & Pigneur, Yves, 2010 Business Model Generation. Hoboken: John Wiley & Sons. Osterwalder, A., Pigneur, Y., Tucci, C. L. 2005. Clarifying Business Models: Origins, Present, and Future of The Concept. Communications of the Assiciation for Information Systems, vol.15, No. May, p. 1-40 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 51/ PERMEN- KP/ 2014 Tentang “Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kelautan dan Perikanan Tahun 2015”. Pemerintah Desa Sumber Sekar. “Data Tingkat Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2018”. Sales, Choirul. 2013. Bahan DIKLAT Strategic Planning For Development. Sastrayuda, Gumelar. 2010. “Konsep Pengembangan Kawasan Ekowisata”. Yogyakarta. Soesono, Slamet. 1983. Budiaya Ikan dan Udang Dalam Tambak”. Jakarta: Gramedia. Sugiyono. 2009.

Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Susanto, Agus. 2016. Prospek Industri Batik Tulis Jombang. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang: Malang. Tirtawinata, M.R & Fachrudin. 1996. Daya Tarik dan Pengelolaan Agrowisata. Jakarta: Penerbit

Penebar Swadaya. Universitas Negeri Malang, 2010, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Tugas Akhir, Laporan Penelitian (Edisi Kelima), Malang: Biro Administrasi Akademik, Perencanaan, dan Sistem Informas, Kerjasama dengan

Penerbit Universitas Negeri Malang. Wardhana, Aditya. (2014), Business Model Canvas: Penerapannya Pada Industri Jasa Pertambangan Batubara di Indonesia, Bandung: PT. Karya Manunggal Windia, Wayan. Wirartha, Made. Suamba, Ketut & Sarjana, Made. (2012), Model

Agrowisata Di Bali, Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Udayana Jalan Jenderal Sudirman, Denpasar. (Online) [http://garuda.ristekdikti.go.id/]