SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pertanian Organik terhadap Sosial Ekonomi Petani Kota Batu

Fitriana Yeni Dwi

Abstrak


ABSTRAK

Fitriana, Yeni Dwi. 2017. Pengembangan Pertanian Organik terhadap Sosial Ekonomi Petani Kota Batu . Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.S.

 

Kata Kunci: Pembangunan Pertanian, Pertanian organik, Sosial Ekonomi.

Potensi pertanian memiliki arti penting bagi negara karena selain untuk memenuhi fungsi ketahanan pangan nasional, pertanian di banyak negara termasuk Indonesia adalah salah satu sektor yang berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat. Dalam hal meningkatkan potensi sektor pertanian, pemerintah pusat menetapkan kebijakan pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian yaitu pengembangan sistem pertanian organik. Kota Batu memulai pengembangan pertanian organik pada tahun 2012, didasarkan pada upaya pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian Kota Batu dengan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai adalah untuk mengembangkan pertanian berwawasan kesehatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dampak pengembangan pertanian organik bagi kehidupan sosial ekonomi petani di Kota Batu.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengambilan responden dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengembangan pertanian organik mampu meningkatkan pendapatan petani, mengubah pola hidup sehat serta meningkatkan kemampuan dan inovasi petani dalam mengembangkan usaha tani organik. Namun , pengembangan itu belu dirasakan oleh petani secara menyeluruh karena adanya beberapa faktor penghambat diantaranya kemampuan pemasaran yang kurang, pola pikir petani yang masih konvensional dan juga sarana dan prasarana yang belum memadai. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan penyuluhan secara berkala dan merata bagi para petani, pemerintah juga harus melengkapi sarana dan prasarana serta menentukan kebijakan yang tepat dalam meningkatkan pertanian organik di setiap kawasan pengembangan pertanian organik di Kota Batu.