SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Pengembangan UMKM Batik Tulis di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan

Yoantika Sarifianti

Abstrak


ABSTRAK

 

Sarifianti, Yoantika. 2018. Upaya Pengembangan UMKM Batik Tulis di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Sugeng Hadi Utomo, M.S

 

Kata Kunci: Pengembangan, UMKM, Batik Tulis,

UMKM adalah usaha mikro, kecil, dan menengah. UMKM merupakan usaha produktif milik orang atau badan usaha yang memenuhi syarat dalam usaha kecil atau usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan (UU No.20 Tahun 2008). Berdasarkan data dariBadan Pusat Statistik, jumlah UMKM pada tahun 2011 sebesar 55.206.444, tahun 2012 sebesar 56.534.592, dan pada tahun 2013 jumlah UMKM sebesar 57.895.721.Salah satu usaha untuk mengembangkan UMKM yaitu dengan arahan atau binaan dari pemerintah untuk menjadi industri kreatif. Industri kreatif yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia terutama kaum wanita yaitu industri kreatif kerajinan batik. Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dan satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang dinobatkan sebagai kota batik.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data yang diambil berupa data primer yang didapatkan langsung dari wawancara kepada informan yaitu pemilik usaha batik tulis di Kecamatan Proppo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pamekasan, sedangkan data sekunder di dapat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan berupa arsip dan pemilik usaha batik tulis berupa foto.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah UMKM batik tulis di Kabupaten Pamekasan terus meningkat setiap tahunnya namun UMKM batik tulis di Kabupaten Pamekasan mengalami kendala di bidang modal, pewarnaan, dan pemasaran. Keunggulan batik tulis Pamekasan yaitu tersedianya berbagai macam motif dengan pilihan warna yang menarik dan harga yang terjangkau. Sedangkan kelemahan batik tulis Pamekasan yaitu masih menggunakan pewarna kimia dan rendahnya quality control dalam pewarnaan. Langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan UMKM batik tulis khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan yaitu berupa pengadaan pembinaan dan pelatihan desain, pengadaan pameran batik tulis, dan mendatangkan tim penilai SNI sedangkan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pamekasan membantu mengembangkan UMKM batik tulis melalui pengadaan pameran batik tulis.