SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Administrasi Sarana dan Prasarana Berbasis Learning Cycle 5E untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemandirian Peserta Didik Kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Malang

Holib Wijayanti

Abstrak


Wijayanti,H.2018.PengembanganModulAdministrasiSaranadan Prasarana Berbasis Learning Cycle 5E untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemandirian PesertaDidik. Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. MadziatulChuriyah, S.Pd, M.M.

Kata Kunci: modul, Learning Cycle 5E, hasil belajar, kemandirian

Penerapankurikulum 2013 menyebabkan kurang maksimalnya ketersediaan sumber belajar, terutama untuk sumber belajar dalam bentuk modul. Kurangnya ketersediaan modu tentu berpengaruh pada kelancaran proses pembelajaran. ModulberbasisLearning Cycle 5E merupakanmodul yang disusundenganmenggunakan  limatahapandalam model pembelajaranLearning Cycle 5E. Modul Administrasi Sarana dan Prasarana dikembangkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E untuk menyesuaikan kebutuhan peserta didik yaitu agar peserta didik dapat belajar dengan maksimal dan mandiri. Modul Administrasi Sarana dan Prasarana berbasis Learning Cycle 5E baik diterapkan di SMK PGRI 2 Malang, kelas XI Administrasi Perkantoran, karena pada proses pembelajaran Administrasi Sarana dan Prasarana yang belum bias berjalan secara maksimal.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: (1) Menghasilkan modul Administrasi Sarana dan Prasarana berbasis Learning Cycle 5E untuk SMK kelas XI Administrasi Perkantoran, (2) Mengetahui kelayakan modul Administrasi Sarana dan Prasarana berbasis Learning Cycle 5E melalui uji validasi ahli materi dan ahli Teknologi Pembelajaran, (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar dan kemandirian antara peserta didik yang melakukan pembelajaran dengan menggunakan modul Administrasi Sarana dan Prasarana berbasis Learning Cycle 5E dan peserta didik yang melaksanakan pembelajaran tanpa menggunakan modul Administrasi Sarana dan Prasarana berbasis Learning Cycle 5E.

Penelitian pengembangan modul ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Research and Development (R&D) oleh Dick and Carey. Subyek penelitian yang ditetapkanadalah validator ahli materi dan validator ahli Teknologi Pembelajaran. Selain itu, subjek uji coba kelompok kecil yang terdiri atas enam peserta didik, serta subjek uji coba kelompok besar yang terdiri dari peserta didik kelas XI APK 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 30 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yang diterapkan yaitu analisis data secara kualitatif dan analisis data secara kuantitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil validasi kelayakan modul sebesar 98,07%. Sedangkan, rata-rata hasil respon peserta didik uji coba kelompok kecil adalah sebesar 84%. Berdasarkan rumus yang telah ditetapkan, rata-rata hasil belajar aspek kognitif kelas control adalah 72,8, serta kelas eksperimen sebesar 84,2. Sedangkan, rata-rata hasil belajar aspek psikomotorik kelas kontrol adalah 73,8, dan kelas eksperimen sebesar 88,4. Selain itu, pada rata-rata nilai kemandirian kelas control sebesar 52, sedangkan kelas eksperimen adalah sebesar 90. Dengan demikian, kesimpulan secara keseluruhan adalah modul Administrasi Sarana dan Prasarana berbasis Learning Cycle 5E sangat layak untuk digunakan. Hal ini disebabkan karena rata-rata hasil validasi yang sangat tinggi serta rata-rata hasil belajar dan kemandirian kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkandengan kelas kontrol.

Saran pemanfaatan bagi guru, dapat menggunakan modul Administrasi Sarana dan Prasarana berbasis Learning Cycle 5E sebagai referensi ketika melangsungkan pembelajaran. Saran pemanfaatan bagi peserta didik yaitu menggunakan modul Administrasi Sarana dan Prasarana berbasis Learning Cycle 5E sebaik mungkin sebagai sumber dan panduan belajar baik didalam maupun diluar kelas.