SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL (STUDI KASUS KAMPUNG WISATA JODIPAN KOTA MALANG)

Maesa Rani

Abstrak


ABSTRAK

 

Rani,Maesa.2018.PengembanganEkonomiKreatifUntukMeningkatkanKesejahteraanEkonomiMasyarakatLokal(StudiKasusPadaKampungWisataJodipanKota Malang). Skripsi:,JurusanEkonomi Pembangunan, FakultasEkonomi, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dr. DwiWulandari, S.E., M.M.

 

Kata Kunci: Ekonomi Kreatif, Kesejahteraan Ekonomi, Masyarakat Lokal.

Ekonomi kreatif dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang berbasis pada kreativitas, keterampilan dan bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Pembentukan Kampung Wisata Jodipan (KWJ) berbasis ekonomi kreatif merupakan cara untuk menekan jumlah permukiman kumuh yang ada di kota Malang dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengembangan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Jodipan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif  yang bertujuan untuk mendapat gambaran mendalam tentang situasi atau proses yang diteliti.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah terbentuknya Kampung Wisata Jodipan. Selain itu dengan terbentuknya Kampung Wisata Jodipan juga dapat merubah pola prilaku sosial dan budaya masyarakat setempat, yakni lebih menjaga kebersihan lingkungan dan lebih mengetahui bagaimana menghadapi budaya asing yang masuk. Hambatan dalam pengelolaan KWJ sendiri yaitu tidak adanya lahan yang memadai untuk mendukung KWJ menjadi lebih berkembang. Dari segi sosial budaya rendahnya pendidikan mayoritas masyarakat setempat sehingga masih minimnya pengetahuan tentang kepariwisataan. Sedangkan untuk tantangan pngelolaan KWJ sampai saat ini belum ada, hanya saja untuk mengembangkan kampung wisata harus memiliki dana yang besar sedangkan untuk KWJ sendiri hanya terbatas pada modal dari PT Indana. Dari segi sosial dan budaya tantangan pengelolaan KWJ di masa mendatang yakni kesiapan mental masyarakat setempat untuk berbaur dan menerima budaya baru yang masuk hal ini dimaksudkan agar interaksi antara masyarakat KWJ dengan pengunjung dapat berjalan dengan baik. Pengembangan Kampung Wisata Jodipan dimasa mendatang untuk saat ini masih belum ada. Terkait dengan permodalan KWJ sendiri yang hanya bersumber dari PT Indana, dimana masih memiliki kontrak dua tahun jadi untuk pengembangan KWJ kedepan perlu dirundingkan dengan PT Indana. Pengembangan KWJ diperoleh dari hasil penjualan tiket. Dari hasil penjualan tiket tersebut digunakan untuk perawatan, inovasi gambar, kebersihan dan lain-lain seperti yang tertera pada stiker tiket masuk. Selain itu hasil penjualan tiket tersebut juga digunakan untuk membagikan sembako setiap enam bulan sekali kepada warga Jodipan.