SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Bank Syariah Mandiri Kota Blitar Dalam Meningkatkan Pemasaran dan Mengatasi Kredit Macet Pada Pembiayaan Warung Mikro Syariah

Sandy Raharja

Abstrak


Abstrak

 

Raharja, Sandy. 2017. Strategi Bank Syariah Mandiri Kota Blitar Dalam  Meningkatkan Pemasaran dan  Mengatasi Kredit Macet  Pada Pembiayaan Warung Mikro Syariah. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; Dr. Nasikh, SE, MP, MPd.

 

Kata Kunci: Persaingan Usaha, Restrukturisasi, Promosi dan Karakter Nasabah

 

PT Bank Syariah Mandiri  Blitar mempunyai produk pembiayaan warung mikro untuk membiayai sektor UMKM.  Bank Syariah Mandiri Blitar mempunyai produk warung mikro  untuk meningkatkan inklusi keuangan kepada UMKM, sehingga bisa bersaing dengan industri. Permasalahan yang dialami oleh Bank Syariah Mandiri Blitar adalah  (a) permasalahan pemasaran produk warung mikro, (b) strategi meningkatkan pemasaran, (c) permasalahan pembiayaan bermasalah dari segi internal dan eksternal, dan (d) strategi manajemen resiko mengatasi pembiayaan bermasalah .

 Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti strategi Bank Syariah Mandiri Kota Blitar dalam meningkatkan pemasaran dan  mengatasi  pembiayaan bermasalah pada produk warung mikro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder dari laporan pembiayaan kredit.

Hasil penelitian ini adalah; (A) Permasalahan Pemasaran di Bank Syariah Mandiri Blitar terdiri dari permasalahan utama dan permasalahan alternatif. 1. Permasalahan Utama adalah tingginya persaingan pemasaran antara bank. 2. Terdapat 12 permasalahan alternatif yaitu: a) Literasi ekonomi nasabah warung mikro lebih tinggi daripada nasabah KUR, b) Adanya keterbatasan informasi, c)Inklusi keuangan nasabah mikro  rendah,d) Kesulitan menentukan segmentasi pasar, e) Pedagang meminjam uang ke renternir, f)Suku bunga KUR lebih murah, g) Promosi di media elektronik masih kurang, h) Kredit Tanggung renteng untuk UMKM yang  bonafid, i) Nasabah malas menggunakan asuransi j) Persyatan KUR mudah, k) Nasabah UMKM bisa meminjam nominal kredit KUR, l) Bank SyariahX  menggunakan akad mudharabah dan musyarakah mampu meningkatkan loyalitas nasabah, m) Meningkatkan  kerjasama dengan Dinas untuk meningkatkan UMKM.

      Strategi pemasaran dari Bank Syariah Mandiri Kota Blitar menerapkan akad murabahah wa wakalah pada pembiayaan warung mikro syariah.. 1. Strategi Utama adalah  Meningkatkan promosi melalui grebeg pasar, kanvasing, dan mapping area. 2. Terdapat 8 Startegi Alternatif adalah a) Margin keuntungan kompetitif b) Keunggulan murabahah, c) targetting pasar, d) Positioning yang tinggi, e) Meningkatkan edukasi dan sosialisasi, f) Segmentasi pasar untuk menggolongkan konsumen, g) Meningkatkan CSR kepada masyarakat dan h) Melakukan linkage antara bank dengan koperasi syariah untuk memperluas pasar.

Permasalahan pembiayaan bermasalah dibagi menjadi 2 yaitu permasalahan saat kredit selektif 5C dan manajemen prefentif dan reaktif dari bank syariah. 1. Permasalahan Utama adalah karakter nasabah yang buruk dalam mengembalikan kredit. 2. Ada 10 permasalahan alternatifyaitu a)  UMKM kalah dalam persaingan usaha,b) Nasabah kalah bersaing dalam pemasaran produk, c) Kenaikan biaya produksi, d) gangguan keuangan nasabah yang rendah, e) Resiko warung mikro utama dan warung  mikro madya karena UMKM kurang bonafid, f) Kebutuhan mendesak dari nasabah,  g) Rendahnya penggunaan asuransi, h) Petugas melakukan marukp pembiayaan  dan trackcheking kurang lengkap, i) Nilai taksir jaminan rendah, j) Petugas  bank kurang berhati-hati  menyalurkan kredit dan  mencatat pembukuan, k) Petugas bank  lupa  menjalankan SOP, l) Mengurangi sedikit rasio keuangan yang melipui modal (CAR), penyaluran kredit (FDR), pendalaman keuangan (NIM), aktiva produktif, keuintungan bank (ROA) dan aspek bonafiditas, m) Belum mengalami likuidisasi dan kegagalan bank.

Strategi manejemen resiko  adalah 1. Startegi Utama adalah restrukturisasi kredit melalui reconditioning yaitu nasabah membayar dalam jangka waktu diperpanjang dan cicilannya diperingan. 2. Ada 10 Strategi Alternatif yaitu a) BI Checking untuk menilai karakter nasabah, b) Surat pemindahtangan jaminan dari nasabah ke bank, c) peningkatan kualitas SDM dengan meningkatkan SOP dan teknologi, d) Peningkatan supervisi manajemen dan kesehatan bank, e) Pelelangan anggunan di KNPL, f) Penskoran kredit untuk menilai modal nasabah, g) Bank melakukan survey dengan trackcheking ke bisnis nasabah, h) Bank menggunakan VAST untuk menilai jaminan, i) Bank memonitoring pembayaran cicilan nasabah, j) Nasabah harus mempunyai asuransi dan melakukan tutup buku atau write off, j) Bank melakukan surat penagihan dan melakukan qardhul hasan atau pinjaman kebaikan.