SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEBATE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPS 1 PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NURUL JADID SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2017/2018 PAITON PROBOLINGGO

Ach Abu Yasid Ali

Abstrak


ABSTRAK

 

Ali, Ach Abu Yasid. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Debate untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas X IPS 1 Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Drs. H. Sapir, S.Sos, M.Si

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Debate, Keaktifan Siswa, dan Hasil Belajar.

 

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Nurul Jadid menunjukkan bahwa siswa tidak memperhatikan guru dan ramai saat proses pembelajaran, guru lebih mendominasi proses pembelajaran (teacher centered), metode yang digunakan guru belum bervariasi sehingga pembelajaran masih bersifat satu arah, menyebabkan kurangnya antusias  dari siswa dan merasa bosan dengan  pembelajaran yang bersifat satu arah. Keterlibatan siswa dalam menyampaikan pendapat dan bertanya masih kuranghal ini menyebabkan proses pembelajran kurang aktif, Dengan kondisi siswa yang kurang aktif akan berdampak pada hasil belajar kurang makasimal. Untuk mengatasi hal ini, peneliti dalam penelitian ini menerapkan model pembelajaran Debate untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X IPS 1 pada mata pelajaran ekonomi di SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 di SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa yang terdiri dari siswa laki-laki. Teknik pengambilan data pada penelitian ini meliputi observasi, soal pre test dan post test, catatan lapangan dan dokumentasi.

Berdasarkan analisis pada lembar obsevasi, keaktifan siswa pada siklus I yaitu sebesar 59,9% dengan kategori cukup aktif. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan keaktifan siswa sebesar 22,2% menjadi 82,1% dengan kategori aktif. Sedangkan untuk hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan hal ini terlihat dari nilai rata-rata siswa pada saat pre test dan post test siklus I yaitu 52,06 menjadi 71,3 dengan presentase ketuntasan 17,2%. Pada siklus II rata-rata nilai pre test dan post test juga mengalami peningkatan dari 72,1 menjadi 80,7 dengan presentase ketuntasan 27,6%.

Adapun saran yang diberikan yaitu: 1) Guru dapat menerapkan model pembelajaran Debate sebagai alternative model yang dapat melatih kerjasama siswa dalam kelompok, selain itu juga melatih siswa untuk lebih memperdalam penguasaan materi sehingga keaktifan dan hasil belajar siswa meningkat kemudian hendaknya guru mempersiapkan hal-hal sebagai berikut agar terlaksananya model pembelajaran dengan lancar: a. Mempersiapkan kelompok siswa dari sebelum pertemuan, b. Menata ruang kelas sedemikian rupa agar sesuai dengan yang dibutuhkan pada saat penerapan model, c. Mengatur waktu pada setiap kegiatannya. 2) Bagi peneliti berikutnya dapat menerapkan model pembelajaran Debate pada subjek, materi maupun sekolah yang berbeda sehingga dapat digunakan untuk melihat sejauh mana keberhasilan model pembelajaran Debate ini apabila diterapkan pada kondisi yang berbeda.