SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA BANK INDONESIA (BI RATE) DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI INDONESIA PADA TAHUN 2010-2016

Yuliandy Rige Irawan

Abstrak


ABSTRAK

Irawan, Yuliandy R. 2017. Pengaruh Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) Dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Indonesia Pada Tahun 2010-2016. Skripsi, Program Studi Ekonomi Pembangunan, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si.

 

Kata Kunci:   indeks harga saham gabungan (IHSG), tingkat suku bunga Bank

                        Indonesia (BI rate) dan jumlah uang beredar  

 

            Berdasarkan data bahwa pergerakan IHSG di Indonesia dari tahun 2010 sampai 2016 memperlihatkan bahwa pergerakan IHSG tersebut berfluktuatif. Dalam pergerakannya indeks saham di suatu negera tidak terlepas dari kondisi perekonomian negara tersebut secara makro. Indeks harga saham di Indonesia sangat dipengaruhi oleh variabel-variabel makro seperti tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) dan jumlah uang beredar. Ketika suku bunga ditetapkan lebih tinggi daripada tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor, maka investor cenderung mengalihkan investasinya ke pasar uang. Pengalihan dana investor tersebut akan menurunkan tingkat IHSG, akan tetapi sebaliknya apabila tingkat suku bunga lebih kecil daripada tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor, maka investor akan cenderung menyimpan dalam bentuk saham daripada bentuk deposito berjangka. Disisi lain, jumlah uang beredar berpengaruh terhadap IHSG, apabila jumlah uang beredar tinggi harga saham akan diturunkan yang bertujuan supaya investor akan membeli saham yang diterbitkan. Harga saham di bursa efek tidak selamanya stagnan, adakalanya meningkat ataupun menurun, tergantung pada permintaan dan penawaran, dimana terjadi fluktuasi harga saham tersebut menjadikan bursa efek menarik bagi investor.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) dan jumlah uang beredar terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Indonesia pada tahun 2010-2016.

Rancangan dan jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah indeks harga saham gabungan (IHSG), tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate), dan jumlah uang beredar pada bulan Januari tahun 2010 sampai bulan Juli tahun 2016. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan tabel format instrumen penelitian. Data yang digunakan adalah kuantitatif data sekunder atau time series.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat Suku Bunga Bank Indonesia (BI rate) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jumlah Uang Beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

            Demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) dan jumlah uang beredar terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Indonesia pada tahun 2010-2016. Saran untuk Bank Indonesia yaitu diharapkan untuk kedepannya agar lebih selektif dalam menentukan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) dan menghimbau investor untuk mendepositokan uangnya.