SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DAMPAK FLUKTUASI HARGA KEBUTUHAN POKOK TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG DAN DAYA BELI MASYARAKAT (Studi pada Para Pedagang dan Konsumen Pasar Tradisional Tawangmangu Kota Malang)

Giyan Ahmad Rozaqi

Abstrak


ABSTRAK

 

Rozaqi, Giyan. 2017. Dampak Fluktuasi Harga Kebutuhan Pokok terhadap Pendapatan Pedagang dan Daya Beli Masyarakat (Studi pada Para Pedagang dan Konsumen Pasar Tradisional Tawangmangu Kota Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi,  Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M.

 

Kata Kunci: fluktuasi harga, pendapatan, daya beli

Terjadinya fluktuasi harga kebutuhan pokok menjadi permasalahan yang terus membebani masyarakat. Kondisi perekonomian yang cenderung belum stabil membuat harga-harga komoditas yang menjadi kebutuhan primer masyarakat terus mengalami naik-turun. Hampir dalam kesehariannya, semua negara berkembang di dunia mengalami fluktuasi harga kebutuhan pokok.  Fluktuasi harga ini kadang bisa terjadi normal dalam ruang lingkup harian, atau kadang juga bisa sangat tidak normal melebihi batas estimasi dalam waktu yang lama.

Fluktuasi harga barang kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup orang banyak berdampak sangat sistematis terhadap kehidupan rakyat Indonesia yang dalam penelitian ini diwakili oleh para pedagang dan masyarakat/konsumen di Pasar Tradisional Tawangmangu Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak dari fluktuasi harga kebutuhan pokok di Pasar Tawangmangu terhadap pendapatan para pedagang dan daya beli masyarakat sekitar.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dimana data yang diperoleh adalah data primer berupa hasil wawancara dengan pihak yang bersangkutan dan data sekunder yang berupa olahan data yang dapat dipertanggungjawabkan dari sumber yang dapat dipercaya dengan melakukan studi pustaka, wawancara, dan internet.

 

Pasar Tradisional Tawangmangu menjadi contoh representasi tempat bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Pendapatan para pedagang serta daya beli masyarakat yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan jika fluktuasi harga kebutuhan pokok terjadi berkelanjutan dan dalam tingkat yang mengkhawatirkan (melebihi Rp. 3000 untuk tiap jenis barang) maka pendapatan para pedagang akan terus tergerus dan daya beli masyarakat akan terpangkas.