SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro

RIA AGUSTINA

Abstrak


Tingkat pendapatan yang rendah mengakibatkan terjadinya kesenjangan pendapatan antara masyarakat perdesaan dengan perkotaan. Dalam hal menyetarakan ekonomi masyarakat yang ada di Indonesia, pemerintah pusat menetapkan kebijakan pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian yaitu pengembangan kawasan agropolitan. Melalui pengembangan kawasan agropolitan, pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat perdesaan. Salah satu wilayah yang dikembangkan sebagai kawasan agropolitan berlokasi di Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Kawasan tersebut dipilih menjadi salah satu lokasi pengembangan  agropolitan karena kondisi perekonomian masyarakatnya yang masih jauh dari kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan penetapan Kecamatan Kalitidu sebagai kawasan agropolitan, fungsi legalisasi kebijakan pengembangan kawasan agropolitan, strategi prioritas pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro dan tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pengembangan kawasan agropolitan.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengambilan responden dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner. Adapun metode analisis yang digunakan adalah  Analisis hierarki prosses.

Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi prioritas pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro adalah pengembangan sumberdaya pelaku agribisnis-agrowisata melalui kelembagaan petani. Hal tersebut sesuai dengan kondisi di sekitar kawasan agropolitan di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, yang mana masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi berkaitan dengan sumberdaya pelaku agribisnis-agrowisata seperti belum optimalnya fungsi kelembagaan petani dikarenakan tingkat pendidikan masyarakat petani cukup rendah beserta tingkat usia yang relatif tua dan pengolahan Badan Usaha Milik Desa yang cenderung memprioritaskan pertanian di sektor pangan pokok. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan penyuluhan secara berkala dan merata bagi para petani, pemerintah juga harus melengkapi sarana dan prasarana serta menentukan kebijakan yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan agropolitan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.