SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pemanfaatan layanan e-money dalam pemenuhan kebutuhan mahasiswa universitas negeri malang (studi kasus: e-money brizzi)

riska trisnawati

Abstrak


ABSTRAK

Trisnawati, Riska. 2015. Pemanfaatan Layanan E-Money dalam Pemenuhan Kebutuhan Mahasiswa Universitas Negeri Malang (Studi Kasus: E-Money BRIZZI). Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si., (2) Dr. Grisvia Agustin, S.E., M.Sc.

Kata Kunci: E-money, pemanfaatan layanan, inklusi keuangan

            Sebagai perwujudan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, maka Universitas Negeri Malang bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Cabang Martadinata Kota Malang menerbitkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang terintegrasi dengan e-money. Kerjasama ini merupakan salah satu upaya Bank Rakyat Indonesia demi mendukung agenda Bank Indonesia untuk menciptakan less cash society dengan cara meningkatkan penggunaan transaksi non tunai di kalangan mahasiswa.

            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan KTM terintegrasi e-money sebagai alat pembayaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif. Teknik pengambilan sampel responden pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi langsung. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan data.

            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan KTM terintegrasi e-money sebagai alat pembayaran untuk pemenuhan kebutuhan mahasiswa masih tergolong rendah. Rendahnya pemanfaatan KTM terintegrasi e-money sebagai alat pembayaran disebabkan oleh kekhawatiran akan risiko yang nantinya akan terjadi apabila menggunakan e-money. Meskipun mahasiswa merasa menggunakan KTM terintegrasi e-money memberikan manfaat seperti kartu praktis dibawa ketika berbelanja dan mahasiswa merasa cara penggunaan kartu e-money mudah dan cara isi saldo e-money juga mudah, tetapi mahasiswa lebih memilih menggunakan uang tunai untuk pemenuhan kebutuhannya. Faktor-faktor yang menjadikan mahasiswa lebih memilih menggunakan uang tunai meskipun mereka telah menggunakan layanan e-money juga adalah kurangnya informasi tentang e-money selain itu mahasiswa mahasiswa beranggapan bahwa e-money menyebabkan tidak berhemat. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi mahasiswa untuk memberikan apresiasinya terhadap KTM terintegrasi e-money dan bagi instansi terkait sebaiknya mengagendakan sosialisasi pendekatan bagi unit usaha/toko dan mahasiswa tentang penggunaan e-money.