SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Tingkat Intelegensi, Motivasi Berprestasi dan Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XII IPS di SMAN 2 Trenggalek

Bella Cinthea

Abstrak


ABSTRAK

 

Cinthea, Bella. 2017. Pengaruh Tingkat Intelegensi, Motivasi Berprestasi, Cara   Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi diSMAN 2 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas   Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Prih Hardinto M,Si.

 

Kata Kunci : Tingkat Intelegensi, Motivasi Berprestasi, Cara Belajar, Hasil Belajar,    SMAN 2 Trenggalek.

Keberhasilan pendidikan di sekolah-sekolah umumnya didasarkan pada hasil belajar yang diperoleh siswa, semakin tinggi hasil belajar siswa semakin baik pula proses pendidikan yang telah dilaksanakan, begitu pula sebaliknya. Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan proses belajar. Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya  adalah variabel tingkat intelegensi, motivasi berprestasi dan cara belajar. Variabel tingkat intelegensi didukung oleh Incremental Theori “ of intelligence” William Stern ,variabel  motivasi berprestasi didukung oleh theory of needs yang disampaikan oleh David McCleland, variabel cara belajar di dukung oleh Syaiful Bahri Djamara .

Tingkat intelegensi siswa (IQ) dalam penelitian ini adalah hasil tes IQ siswa kelas XII IPS SMAN 2 yang dilaksanakan ketika awal mulai menjadi siswa baru dan dilaksanakan oleh pihak sekolah. Motivasi berprestasi yang dimaksudkan adalah suatu konsep yang digunakan sebagai dorongan untuk individu guna melakukan aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan dan mencapai keunggulan dan prestasi ini harus semaksimal mungkin dan lebih dari prestasi yang pernah dicapai sebelumnya dan prestasi yang dicapai oleh orang lain. Cara belajar adalah cara-cara belajar yang teratur, terencana sebagai upaya siswa dalam mengatasi masalah-masalah atau kesulitan yang mereka  hadapi.

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat intelegensi, motivasi berprestasi dan cara belajar  terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi SMAN 2 Trenggalek. Penelitian ini tergolong dalam penelitian explanatory research dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPS di SMAN 2 Trenggalek dengan jumlah 90 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur variabel motivasi berprestasi dan cara belajar  sedangkan dokumentasi untuk mengambil data tingkat intelegensi siswa dan hasil belajar siswa. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan hasil analisis menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat intelegensi, motivasi berprestasi dan cara belajar  terhadap hasil belajar dan pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan hasil signifikansi lebih kecil dari nilai alpha dan uji f dengan hasil analisis  sebesar 54,347 dan 2,71 menunjukan secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y dengan bantuan program SPSS.

Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Terdapat pengaruh positif signifikan tingkat intelegensi terhadap hasil belajar. (2) Terdapat pengaruh positif signifikan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar. (3) Terdapat pengaruh positif signifikan cara belajar terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat intelegensi, motivasi berprestasi dan cara belajar maka semakin tinggi hasil belajar siswa. 

Saran dari penelitian ini : (1) Bagi Sekolah diharapkan dapat mengadakan tes IQ setiap tahunnya agar sekolah bisa mengetahui tingkat intelegensi siswa setiap tahun untuk meningkatkan hasil belajar yang baik dan output sekolah yang baik pula. (2) Bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian sejenis diharapkan dapat membuat pembaharuan mengenai beberapa hal menambahkan variabel bebas lain dan membuat teknik pengambilan data yang lebih akurat dan tidak hanya menggunakan angket, misalnya disertai dengan observasi atau wawancara. (3) Guru hendaknya lebih sering memperhatikan siswa yang terlihat kurang semangat dalam mengikuti pelajaran dikelas.