SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Prinsip 5C Dalam Pemberian Pembiayaan di BRI Syariah Kantor Cabang Malang

Riza Maulidiyah

Abstrak


 ABSTRAK

 

Maulidiyah, Riza. 2017. Penerapan Prinsip 5C Dalam Pemberian Pembiayaan Di BRISyariah Kantor Cabang Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Dwi Wulandari, SE., M.M

 

Kata Kunci : Prinsip 5C, Bank Syariah

Sektor perbankan adalah salah satu fasilitator utama yang mampu memberikan peran dalam rangka mensukseskan pembangunan perekonomian dengan cara menghimpun dana dan menyalurkan kembali dalam bentuk kredit. Sebagaimana sudah diberlakukannya UU No. 10 Tahun 1998, sistem perbankan syariah mungkin untuk diberlakukan di Indonesia. Salah satu produk dalam perbankan syariah adalah pembiayaan atau biasa kita ketahui dengan istilah kredit di dunia perbankan konvensional. Dalam pengalokasian dana pembiayaan, tentu tidak akan luput dari risiko-risiko yang akan dihadapi. Hal itu mungkin bisa disebabkan oleh manajemen bank dalam melakukan analisis kredit yang kurang akurat, pengawasan kredit yang lemah, analisis laporan keuangan yang tidak cermat dan kompetensi dari sumber daya manusia yang lemah. Maka dari itu melakukan analisis terhapat setiap pembiayaan yang diajukan sangat penting guna menghindari risiko-risiko yang dapat merugikan bank. Dalam konteks produk pembiayaan biasanya penilaian yang umum dan harus dilakukan oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar layak untuk diberikan pembiayaan dilakukan analisis 5C (character, capital, collateral, capacity, dan condition of economy).

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengunakan teknik interview, observasi, dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data.

Setelah melakukan penelitian, maka dapat diketahui bahwa peranan prinsip 5C dalam pemberian pembiayaan di BRISyariah Kantor Cabang Malang merupakan dasar yang digunakan bank dalam menganalisis permohonan pembiayaan, melalui analisa menggunakan prinsip 5C inilah yang nantinya akan dijadikan acuan bank apakah calon nsabah layak atau tidak untuk diberikan pembiayaan. Dengan melakukan analisis pembiayaan menggunakan prinsip 5C ini bank akan dapat menggurangi risisko-risiko dari pengalokasian pembiayaan seperti pembiayaan yang bermasalah, dll.