SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Program Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan di Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang

Yeni Nurmawati

Abstrak


Masalah kemiskinan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. Kemiskinan terjadi karena ketidakberdayaan masyarakat untuk keluar dari masalah kemiskinan yang dihadapinya. Kondisi seperti ini tentunya akan menjadi beban dalam proses pembangunan, sehingga diperlukan berbagai upaya penanggulangan kemiskinan. Berkaitan dengan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada rakyat dan mengedepankan partisipasi rakyat. Dampak dari berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah adalah angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur yang terus mengalami penurunan. Pada posisi tahun 2009, penduduk miskin berjumlah 6.022.590 jiwa (16,68%) menurun pada posisi September 2015 menjadi 4.775.970 jiwa (12,28%). Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan peningkatan perekonomian masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan kembali Program JalinMatra PK2.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Efektivitas Program Jalin Matra PK2 dilihat dari aspek pendapatan, 2) Efektivitas Program Jalin Matra PK2 dilihat dari aspek produksi, 3) Efektivitas Program Jalin Matra PK2 dilihat dari aspek permodalan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi.

            Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Sebanyak 29 rumah tangga  (59,19%) menyatakan bahwa terjadi peningkatan pendapatan setelah memperoleh pinjaman dana, sehingga efektivitas Program Jalin Matra PK2 dilihat dari aspek pendapatan berjalan kurang efektif. Perubahan pendapatan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti meningkatnya konsumsi rumah tangga sasaran yang dipengaruhi oleh jumlah tanggungan keluarga dan kebutuhan rumah tangga yang semakin beragam, serta kebutuhan modal untuk kelangsungan usahanya. 2) Sebanyak 32 rumah tangga  (65,31%) menyatakan bahwa terjadi peningkatan omzet usaha setelah memperoleh pinjaman dana, sehingga efektivitas Program Jalin Matra PK2 dilihat dari aspek produksi sudah berjalan efektif. Mayoritas rumah tangga sasaran menggunakan modal yang diperoleh untuk meningkatkan usaha yang dijalaninya. 3) Dari 477 rumah tangga sasaran yang terdaftar dalam kategori rumah tangga hampir miskin, sejauh ini yang dapat memperoleh pinjaman berjumlah 49 rumah tangga (10,27%) sehingga pelaksanaan Program Jalin Matra PK2 dilihat dari aspek permodalan dapat dikatakan belum efektif.