SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Investasi, Aglomerasi Industri, Teknologi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur

Titik Setyowati

Abstrak


Setyowati, Titik. 2017. Pengaruh Investasi, Aglomerasi Industri, Teknologi

Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si

Kata Kunci: Investasi, Aglomerasi Industri, Teknologi, dan Pertumbuhan

Ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh investasi, aglomerasi industri, teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2010-2014. Latar belakang peneliti meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi karena pertumbuhan ekonomi merupakan indikator untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan pembangunan ekonomi suatu wilayah dengan melihat besarnya PDRB.

Subjek dalam penelitian ini adalah Provinsi Jawa Timur dan objeknya adalah variabel bebas dalam penelitian ini yakni investasi, aglomerasi industri dan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dengan mengumpulkan informasi mengenai data-data yang terkait. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan model Fixed Effect.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) variabel investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi; (2) variabel aglomerasi industri tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi; (3)variabel teknologi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Tidak berpengaruhnya variabel aglomerasi industri terhadap pertumbuhan ekonomi karena aglomerasi industri di Provinsi Jawa Timur masih lemah. Variabel teknologi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Penggunaan teknologi dalam jumlah yang tinggi akan semakin efisien dalam penggunaan input produksi, seperti modal yang ditunjukkan dengan nilai ICOR di Provinsi Jawa Timur yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai ICOR nasional.