SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kecenderungan Perilaku Konsumsi Islami Berdasarkan Tingkat Religiusitas dan Gender

Imma Rahma Mutia

Abstrak


ABSTRAK

 

Islam sudah mengatur semua kegiatan manusia dalam kehidupan sehari- hari, termasuk juga dalam kehidupan konsumsi. Islam mempunyai aturan yang harus dipahami dan harus dilakukan oleh setiap umat Islam untuk dijadikan pedoman dalam kegiatan konsumsi agar tidak keluar dari nilai- nilai religiusitas. Religiusitas menunjuk pada tingkat ketertarikan seseorang dengan agamanya kemudian menghayati dan menginternalisasikan setiap ajaran agamanya sehingga memberikan pengaruh pada tindakan dan pandangan hidupnya. Orang dengan nilai religiusitas yang tinggi akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk patuh terhadap ajaran agama, terbiasa untuk menjalankan ritual agama, meyakini segala hal tentang ilmu agama, serta merasakan pengalaman beragama. Religiusitas merupakan suatu hal yang dapat meningkatkan kontrol diri seseorang, salah satunya adalah perilaku konsumsi. Religiusitas berimplikasi terhadap perilaku konsusmi seorang Muslim dalam kehidupan sehari- hari. Selain itu penulis juga mengkaitkan perilaku konsumsi seorang Muslim dengan gender.

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data. Lingkup penelitian ini dibatasi pada mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan menjawab bagaimana kecenderungan perilaku konsumsi Islami seorang Muslim berdasarkan tingkat religiusitas dan gender yang dimilikinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas dan gender memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumi Islami mahasiswa. Artinya ketika mahasiswa memiliki tingkat religiusitas yang tinggi maka mahasiswa tersebut akan berperilaku konsumsi sesuai dengan syariat Islam. Jika dikaitkan dengan gender, mahasiswa lakilaki memiliki perilaku konsumsi yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dasar dalam konsumsi menurut Islam dimana mahasiswa tersebut lebih mengutamakan kepuasan daripada mencapai Mashlahah. Sedangkan pada informan perempuan ditemukan dua kecenderungan perilaku yang berbeda, dimana jika perilaku informan tersebut dikaitkan dengan tingkat religiusitas yang dimilikinya maka dapat disimpulkan bahwa perempuan dengan tingkat religiusitas yang tinggi memiliki perilaku konsumsi yang sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan perempuan yang memiliki tingkat religiusitas yang rendah, berperilaku konsumtif dimana perilaku tersebut tidak mencerminkan perilaku konsumsi yang Islami.