SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS KOMPETENSI GURU EKONOMI DALAM PROSES PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA PANJURA KOTA MALANG

SITI AMINATUS SHOFIYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Shofiyah, Siti Aminatus. 2017. Analisis Kompetensi Guru Ekonomi Dalam Proses Pembelajaran Ekonomi di SMA Panjura Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Prih Hardinto, M.Si.

Kata Kunci: kompetensi guru, proses pembelajaran ekonomi, SMA Panjura Kota Malang

Kompetensi merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh seorang guru agar tercipta proses pembelajaran yang lebih baik, sehingga menghasilkan output pendidikan yang baik pula, namun penerapan ke empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial belum optimal dalam proses pembelajaran ekonomi, sehingga terjadi beberapa permasalahan akibat dari kurang optimalnya penerapan keempat kompetansi tersebut. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan  lebih lanjut mengenai penerapan kompetensi oleh guru ekonomi dalam proses pembelajaran ekonomi di SMA Panjura Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan kompetensi guru ekonomi (kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial) dalam proses pembelajaran ekonomi di SMA Panjura Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi.Kehadiran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai instrumen penelitian yang bertindak sebagai pengamat dan pewawancara. Penelitian ini dilakukan di SMA Panjura yang terletak di jalan Kelud No.9 kecamatan klojen, kelurahan Kauman, Kota Malang. Sumber data primer diperoleh dari wawancara dan observasi, sumber data sekunder diperoleh dari dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitan sebagai berikut. Pertama, Kompetensi pedagogik ditunjukkan dengan mampunya guru dalam memahami karakteristik siswanya, salain itu untuk mengetahui kemampuan awal siswa, guru memberikan pertanyaan materi sebelumnya, jawaban siswa dari pertanyaan tersebut juga dijadikan guru untuk mengidentifikasi kesulitan belajar jika siswa tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Guru sudah dapat memahami prinsip pengembangan kurikulum, mengembangkan indikator dan instrumen penilaian, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi yang optimal, guru juga melakukan evaluasi untuk dirinya sendiri. Hanya saja dalam proses pembelajaran guru masih belum menentukan tujuan pembelajaran dan menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

Kedua, Penerapan kompetensi kepribadian guru sudah tercermin dari mampunya guru untuk bersikap sesuai norma yang ada, norma agama dengan menjauhi larangan dan menjalankan perintah sesuai dengan agama yang di anut, berprilaku yang tidak melanggar hukum yang ada di Indonesia maupun hukum adat yang ada di masyarakat. Selain itu guru juga mengajarkan sikap jujur kepada siswanya dalam mengerjakan tugas, sikap tegas ditunjukkan dalam hal tepat waktu pengumpulan tugas. Rasa bangga menjadi seorang guru juga di tunjukkan dengan adanya rasa senang dalam menjalani tugas sebagai seorang guru dan juga terdapat kebanggan sendiri jika melihat siswanya bisa sukses dan memiliki nasib yang baik.

Ketiga, Kompetensi profesional sudah ditunjukkan  guru dari kemampuan dalam menguasai materi pelajaran ekonomi serta mengolah materi tersebut  secara kreatif, namun guru tidak melakukan tindakan refleksi terhadap kinerjanya sendiri, hal tersebut terbukti saat akhir pembelajaran guru langsung menutup dengan salam, tanpa bertanya kepada siswa mengenai pembelajaran yang sudah dilakukan oleh guru.

Keempat, Kompetensi sosial diterapkan guru dengan berkomunikasi secara santun kepada guru lain, Tata Usaha dan juga kepala sekolah, guru juga berkomunikasi dengan orang tua siswa, namun belum mengikutsertakan orang tua siswa untuk membicarakan cara mengatasi kesulitan belajar siswa.