SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di kelas XI lintas minat ekonomi SMA Laboratorium UM Malang

Sitti Rohaidah

Abstrak


Pendidikan merupakan kunci perbaikan kualitas sumber daya manusia. Perbaikan kualitas pendidikan dilakukan oleh beberapa pihak. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam perbaikan kualitas pendidikan salah satunya dalam hal kurikulum. Kurikulum yang berlaku sekarang yaitu kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk aktif dalam pembelajaran dengan tujuan memperoleh hasil belajar yang maksimal melalui keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, di kelas XI Lintas Minat Ekonomi SMA Laboratorium UM Malang siswa dalam kegiatan belajar kurang terlibat aktif, akibatnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi rendah sehingga akan berpengaruh pada hasil belajar yang didapatkan oleh siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil Pre Test pertama seluruh siswa masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya model pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif sehingga tidak ada yang mendominasi pembelajaran yaitu pembelajaran kooperatif model Jigsaw. Subjek penelitian ini adalah kelas XI Lintas Minat Ekonomi SMA Laboratorium UM Malang dengan jumlah 35 siswa. Siswa terdiri dari 22 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2017 dan dilakukan dalam 2 siklus di mana setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran kooperatif model Jigsaw megalami peningkatan dari siklus I sebesar 91,67% yang termasuk kategori sangat baik menjadi 97,22% yang termasuk kategori sangat baik pada siklus II. Keaktifan siswa mengalami peningkatan pada presentase dari siklus I sebesar 74,39% yang termasuk kategori cukup menjadi 84,78% yang termasuk kategori baik pada siklus II. Hasil belajar juga megalami peningkatan dengan ketuntasan belajar 62,86% atau sebanyak 22 siswa tuntas menjadi 94,29% sebanyak 33 siswa tuntas.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Jigsaw telah diterapkan dengan baik dan model pembelajaran Jigsaw mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, saran yang dapat diberikan yaitu diharapkan bagi Sekolah, hasil penelitian ini hendaknya dapat menjadi pertimbangan dalam upaya meningkatkan keterampilan mengajar guru. Diharapkan bagi guru dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang lebih inovatif dan diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan populasi dan sampel penelitian yang lebih luas serta materi ajar yang berbeda supaya mendapatkan hasil yang lebih baik