SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PENGARUH EKSPOR, IMPOR, DAN UTANG LUAR NEGERI TERHADAP CADANGAN DEVISA INDONESIA TAHUN 2009-2015

rio sandy prasetyo

Abstrak


ABSTRAK

Dinamika perekonomian global dewasa ini ditandai dengan adanya hubungan ekonomi antar negara yang semakin erat. Kegiatan ekspor-impor yang terjadi karena kebutuhan dan didasari oleh perbedaan keunggulan sumber daya alam dari setiap negara. Memicu pergerakan fluktuatif variabel cadangan devisa yang disokong oleh asupan dana utang luar negeri. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Menganalisis pengaruh tingkat ekspor terhadap cadangan devisa Indonesia tahun 2009-2015, (2) Menganalisis pengaruh tingkat impor terhadap cadangan devisa Indonesia tahun 2009-2015, (3) Menganalisis pengaruh tingkat utang luar negeri terhadap cadangan devisa Indonesia tahun 2009-2015, (4) Menganalisis pengaruh tingkat ekspor, impor, dan utang luar negeri secara bersama-sama (simultan) terhadap cadangan devisa Indonesia tahun 2009-2015.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis model regresi berganda dengan metode Ordinary Least Square dengan bantuan program E-views 6. Data yang digunakan adalah time series dalam kurun waktu tujuh tahun dari 2009-2015.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat impor memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap cadangan devisa. Sedangkan tingkat ekspor dan utang luar negeri mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa. Kemudian secara bersama-sama (simultan) variabel tingkat ekspor, impor, dan utang luar negeri memiliki pengaruh signifikan terhadap cadangan devisa.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat impor kurang dapat dijadikan sebagai tolak ukur perubahan cadangan devisa Indonesia. Hal ini dikarenakan walaupun impor lebih tinggi daripada ekspor (net ekspor negatif) namun tidak berdampak pada penurunan cadangan devisa, dikarenakan besarnya utang luar negeri yang diajukan Indonesia terhadap IMF sehingga posisi cadangan devisa terbantu. Sebenarnya ini bukanlah pilihan yang bijaksana karena masih banyak alternatif lain selain melakukan pinjaman luar negeri, misalnya dengan menjual surat-surat berharga yang dimiliki Bank Indonesia.