SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Kognitif Siswa dalam Membaca Teks Ekonomi Kelas XI-IPSK3 di SMA Negeri 10 Malang

Riris Dwi Novianti

Abstrak


Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia lebih mengedepankan pendidikan saintifik yang menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai acuan dalam proses pendidikan. Salah satunya dengan adanya penilaian hasil belajar kognitif siswa. Saat ini para pendidik cenderung pada nilai hasil ujian sebagai tolak ukur kemampuan siswa, padahal kemampuan kognitif siswa bukan hanya berpacu dari nilai ulangan yang berupa soal-soal melainkan dengan bentuk baru yang dapat lebih memberikan dampak pada kemampuan kognitif siswa tersebut, misalnya memberikan teks bacaan ekonomi faktual. Untuk mengukur kemampuan kohnitif siswa dengan menggunakan teks bacaan, penelitian ini berpacu pada Taksonomi Bloom Revisi yaitu (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mengevaluasi (6) menciptakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenjang kemampuan kognitif siswa ketika diukur dengan memberikan tes berupa teks bacaan ekonomi dan soal uraian.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPS K3 SMA Negeri 10 Malang yang berjumlah 29 siswa yang terdiri dari 15 perempuan dan 14 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputiobservasi, tes, dokumentasi dan rubrik penilaian.Sedangkan, analisis data meliputi mereduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 29 siswa yang mengikuti tes kognitif didapati 29 siswa yang mampu mencapai tahap kemampuan kognitif pada jenjang C1, C2, dan C3. Dari 29 siswa yang mengikuti tes kognitif didapati tujuh siswa yang mampu mencapai jenjang C4 yaitu menganalisis, empat siswa pada tes 1 yaitu pada bacaan “perekonomian di indonesia tidak kalah dengan Negara lain” dan tiga siswa pada tes 2 pada bacaan “BBM satu arah”. Hal ini juga terjadi pada siswa yang berbeda-beda. Dari 29 siswa yang mengikuti tes kognitif tidak terdapat siswa yang mampu mencapain tahap C5 yaitu mengevaluasi dan C6 yaitu mencipta.

 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan mengunakan tes langsung yaitu membaca teks ekonomi dapat mengukur kemampuan kognitif dilihat dari hasil jawaban uraian siswa kelas XI-IPS K3 SMA Negeri 10 Malang. Guru ekonomi disarankan untuk mengukur kemampuan kognitif tidak hanya dari hasil ujian siswa, melainkan dapat menggunakan tes langsung, memberikan teks bacaan ekonomi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa, misalnya berita ekonomi terupdate. Mengambil topik yang sesuai dengan materi yang sudah diajarkankan dikelas.