SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Identifikasi Lapisan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner Di Daerah Kering Desa Kalitengah Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar

naftalia qisthi

Abstrak


 

ABSTRACT

 

Qisthi, Naftalia, 2015. Identification Of Aquifer Layer Using Wenner Configuration Based Geoelectrical Method In Dry Area Kalitengah Village, Panggungrejo District, Blitar Regency

 

Key Words: Aquifer, Geo-electrical method, wenner configuration, ZondRes2D

 

Kalitengah Village, Panggungrejo District, Blitar Regency is a lack of ground water place; most of it is karst area. In dry season, villagers had to do hard work to find clean water source. They even have to buy it from another place. it was happened because not all of their well produces adequate amount of clean water. This research purposed to get information about spread and depth of the aquifer layer in Kalitengah Village, Panggungrejo District, Blitar Regency in order to make new source of clean water. By using value of rock resistivity and subsurface structure information, clean water source can be located. The method of this research is geo-electrical wenner configuration with sounding technique. One point of sounding applied at known well as reference, and 25 points of sounding with 5 m separation as guess mapping the presence of subsurface aquifer. Acquisition have done by locate the current and potential electrodes position. Then, the current was injected until value of apparent resistivity appeared. These  processes repeated until the entire area has been mapped.

The result showed the subsurface resistivity value of research area. The resistivity of ground water in reference sounding point is 28-32 Ωm and found in 15m below the surface. Aquifer layer found at point 1 – 25 with dept about  7, 25 – 18,5 m,  interpretation on the result of software ZondRes2D . The aquifer became thicker from sounding point1  to 25 with 1100 m distance from reference well and from 3D section showed the spread of aquifer is tend to south and  east.

 

ABSTRAK

 

Qisthi, Naftalia, 2015. Identifikasi Lapisan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner Di Daerah Kering Desa Kalitengah Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Pembimbing: (I)  Daeng Achmad Suaidi, S. Si, M. Kom. (II) Sujito, S.Pd, M.Si

 

Kata kunci: Akuifer, Metode Geolistrik, Konfigurasi Wenner, ZondRes2D

 

Desa Kalitengah Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar termasuk daerah yang kekurangan air tanah. Saat musim kemarau masyarakat harus bersusah payah untuk mendapatkan air bersih bahkan harus membelinya. Tidak semua sumur warga di desa ini menngeluarkan air. Penelitian ini bertujuan mengetahui kedalaman dan sebaran akuifer bawah permukaan di Desa Kalitengah Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar untuk mendapatkan sumber air tanah yang baru. Nilai resistivitas batuan dan struktur bawah permukaannya, digunakan untuk mengetahui adanya kandungan air tanah di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi Wenner dengan teknik sounding. Satu titik sounding pada sumur digunakan sebagai data acuan, dan 25 titik sounding dengan spasi masing-masing titik 5m sebagai pemetaan dugaan adanya akuifer dibawah permukaan tanah. Proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian, mengalirkan tegangan dan menginjeksikan arus. Setelah itu, memindahkan elektroda potensial dengan spasi yang ditentukan dan menghasilkan nilai resistivitas.

Hasil penelitian menunjukkan sebaran nilai resistivitas litologi bawah permukaan daerah penelitian. Titik sounding sumur yang digunakan sebagai data acuan memiliki nilai resistivitas 28 - 32 Ωm  di kedalaman 15 m. Lapisan akuifer terdapat pada titik sounding 1-25 dengan kedalaman antara 7,25 – 18,5 m, terlihat pada hasil interpretasi software ZondRes2D. Dugaan sebaran akuifer adalah kearah selatan dan barat dari titik sounding 1 sampai 25 dengan potensi akuifer yang semakin besar berjarak kurang lebih 1100 m dari sumur acuan.