SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengangguran, PDRB, IPM terhadap Kemiskinan di Jawa Timur 2008-2012

Yuli Dahliana Kartika

Abstrak


ABSTRAK

 

Kartika, Yuli Dahliana. 2015. Analisis Pengangguran, PDRB, IPM terhadap Kemisikinan di Jawa Timur 2008 - 2012. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. (II) Dr. Agung Haryono,S.E, M.P.,Ak

 

Kata kunci :Pengangguran, PDRB, IPM, Kemiskinan

 

Kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks, maka dari itu upaya menekan dan menuntaskan kemiskianan mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat yang harus dilakukan secara bersama-sama agar mendapatkan hasil yang optimal. Pengangguran merupakan salah satu masalah yang berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah kemiskinan. Ada berbagai faktor yang dapat mengurangi kemiskinan yaitu kesehatan serta pendidikan yang termasuk dalam indikator IPM, serta IPM merupakan cerminan dari kualitas sumber daya manusia. Bukan hanya IPM saja yang dapat menurunkan tingkat kemiskinan namun ada juga PDRB perkapita. Meningkatnya PDRB perkapita dapat mengurangi tingkat kemiskinan yang ada.

Provinsi Jawa Timur memiliki 29 Kabupaten dan 9 Kota, Jawa Timur memiliki jumlah penduduk banyak tak munutup kemungkinan jumlah kemiskinan di Jawa Timur tinggi. Didaerah Jawa Timur juga merupakan kawasan industri yang berkembang pesat seperti daerah Kediri, Sidoarjo, Surabaya dan Malang, hal ini dapat diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan yang ada. Kemudian daerah Jawa Timur juga memiliki Kota Malang yang memiliki banyak sekali perguruan tinggi yang diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan dapat menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran yang ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengangguran PDRB perkapita dan IPM sebagai variabel indepen, dan kemiskinan sebagai variabel dependennya. Jenis penelelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Data yang digunakan adalah data sekunder, dengan menganalisis panel data  menggunakan pengolahan data program eviews 6. Panel data adalah kombinasi time-series data dan cross-section data. Data time-series  dari tahun 2008-2012 dan data cross-section dari 29 Kabupaten dan 9 Kota di Jawa Timur. Dengan menggunakan eviews 6 didapatkan nilai koefisien parameter masing-masing variabel, nilai R-squere, uji keseluruhan (uji F) dan uji signifikasi baik masing-masing variabel (uji t).

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengangguran dan PDRB Perkapita berpengaruh positif terhadap kemiskinan, sedangkan IPM berpengaruh negatif terhadap kemiskinan di Jawa Timur. Secara simultan Pengangguran, PDRB dan IPM berpengaruh tarhadap Kemiskinan. Koefisien determinasinya sebesar 99%.

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Kartika, Yuli Dahliana. 2015. The Analysis of Unemployment, GDP, HDI on Poverty in East Java in 2008 - 2012. Sarjana’s Thesis. Department of Development Economics, Faculty of Economics State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si. (II) Dr. Agung Haryono,S.E, M.P.,Ak

 

Keywords: Unemployment, GDP, HDI, Poverty

 

Poverty is a very complex problem, therefore, the effort to suppress and resolve poverty covers various aspects of community life that must be done simultaneously in order to obtain optimal results. Unemployment is one issue that is directly proportional to the increasing number of poverty. There are various factors that can reduce poverty, such as health and education were included in the HDI indicator which is a reflection of the quality of human resources. Not only HDI alone can reduce poverty, but there is also a GDP per capita. Increased GDP per capita could reduce poverty levels.

East Java Province has 29 districts and 9 Cities. East Java has a high number of populations which is possible to have a high poverty number in East Java. In East Java, there is also a rapidly growing industrial area such as Kediri area, Sidoarjo, Surabaya and Malang, this can be expected to reduce the level of poverty that exists. Then, East Java region also has Malang that has a lot of colleges and are expected to create productive human resources and can create jobs to reduce unemployment.

This study aims to determine how the influence of unemployment, GDP per capita and HDI as independent variables, and poverty as dependent variable. This is a quantitative research. Quantitative research emphasis on testing theories through measurements of research variables with numbers and perform data analysis with statistical procedures. The data used is secondary data, by analyzing panel data using a data processing program eviews 6. The panel of data is a combination of time-series data and cross-section data from 29 districts and 9 cities in East Java. By using eviews 6, it obtained coefficient value of each variable parameter, the value of R-square, overall test (F test) and a significance test well of each variable (t test).

The results showed that unemployment and GDP per capita have positive effect on poverty, while HDI has negative effect on poverty in East Java. Simultaneously, Unemployment, GDP and HDI have effect on poverty. Determination coefficient is 99%.