SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Pakisaji Malang.

Nurlaelatul Karimah

Abstrak


i
ABSTRAK
Karimah, Nurlaelatul. Keefektifan Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif
Model Jigsaw Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Pakisaji Malang.
Jurusan Ekonomi koperasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri
Malang. Pembimbing : (I) Dr. Bambang Pranowo, SE, M.Pd.Ak (II) Drs.
Mardono, M.Si.
Kata Kunci: Keefektifan, pembelajaran kooperatif, model jigsaw, SMP Negeri
Peningkatan mutu pendidikan dapat membawa pengaruh secara besar
terhadap pencapaian tujuan pendidikan Nasional, Undang-Undang Dasar 1945
Pasal I ayat 2 menyebutkan tentang peran pemerintah mengupayakan dan
menyelenggarakan satu sistem pengajaran Nasional yang diatur dalam Undang-
Undang. Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan yang sesuai dengan perkembangan IPTEK dan Globalisasi,
antara lain: melalui penyempurnaan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan,
meningkatkan kualitas tenaga pengajar, serta proses pembelajarannya.
Keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran Guru yang merupakan
komponen pendidikan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kurikulum di
sekolah. Guru mempunyai peran penting sehubungan dengan tugasnya sebagai
perencana dan pelaksana sekaligus mengevaluasi kegiatan belajar mengajar
(KBM). Guru sebagai pelaksana utama kegiatan pendidikan dan pengajaran di
sekolah, maka guru juga dituntut untuk mampu menerapkan kurikulum berbasis
kompetensi (KBK). Guru dan siswa perlu mengetahui apa yang harus dicapai dan
sejauh mana efektifitas belajar dicapai. KBK merupakan suatu format yang
menetapkan suatu kompetensi yang diharapkan siswa dalam setiap tingkat dan
menggambarkan langkah kemajuan siswa menuju kompetensi yang lebih tinggi.
Penelitian ini bertujuan, (1) mengetahui perbedaan pembelajaran
kooperatif model Jigsaw dengan metode pembelajaran konvensional model
ceramah dan Tanya jawab di kelas VIII SMP Negeri 1 Pakisaji Malang pada mata
pelajaran IPS, (2) untuk mengetahui keefektifan penerapan pembelajaran
kooperatif model jigsaw dilihat dari segi prestasi belajar siswa. (3) untuk
mengatahui kefektifan pembelajaran konvensional model ceramah Tanya jawab
dilihat dari segi prestasi belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan
rancangan penelitian Quasi Experimen, rancangan penelitian Quasi experimental
digunakan untuk mengetahui perpedaan prestasi belajar antara pembelajaran
kooperatif model jigsaw (kelas eksperimen) dengan metode konvensional model
ceramah tanya jawab (kelas kontrol),dengan melihat nilai preetes dan post test ,
Populasi penelitian adalah kelas VIII di SMP Negeri I Pakisaji Malang yang
terdiri dari 5 kelas, sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil dua kelas yang
dipilih secara random, yaitu kelas VIII-C sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-E
sebagai kelas eksperimen, pelaksanaan Quasi eksperimen dalam penelitian ini
adalah: (1) perlakuan pembelajaran, (2) instrumen monitoring, teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) metode tes, (2) metode
observasi, Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji beda mean
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Ada perbedaan yang signifikan
antara hasil pembelajaran metode kooperatif model jigsaw dengan metode
ii
konvensional model ceramah bervariasi dan tanya jawab dalam aspek kognitif ,
(2) Setrategi pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan keaktifan
dan mengurangi ketegangan siswa dalam proses pembelajaran, pada penerapan
metode pembelajaran konvensional siswa mengalami kebosanan dan kurang
mengaktifkan diri sehinga menunjukan bahwa metode pembelajaran kooperatif
model jigsaw lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri I
pakisaji Malang.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada Kepala Sekolah
agar lebih memotivasi kepada Guru-Guru SMPN 1 Pakisaji Malang dalam
menerapkan strategi pembelajaran kooperatif, baik itu berupa Jigsaw, STAD,
Numbered Head Together dan Think Pair Share secara bervariasi sesuai dengan
kondisi siswa , pokok bahasan yang dipelajari, kemampuan Guru dan tujuan
pembelajaran. Kepada para guru agar dapat menerapkan strategi pembelajaran
secara bervariasi sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar
siswa. Bagi peneliti selanjutnya, karena banyaknya keterbatasan dalam penelitian
ini, diantara jumlah pertemuan, jumlah sampel dan hanya membandingkan antara
pembelajaran kooperatif model Jigsaw dengan metode pembelajaran konvensional
model ceramah tanya jawab maka perlu diadakan penelitian pada sampel yang
lebih banyak agar hasil penelitian dapat lebih bagus.

Teks Penuh: DOC PDF