SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN PENGUATAN (REINFORCEMENT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 5 MALANG

UNUL FAUJIAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan dasar guru dalam memotivasi dan membimbing siswa ke arah belajar yang lebih baik melalui proses belajar yang intensif. Setelah penulis melakukan penelitian awal, siswa SMP Negeri 5 Malang kurang termotivasi dalam melakukan proses belajar mengajar pada mata pelajaran IPS, khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran seperti cara guru dalam pemberian penguatan masih kurang bervariasi. Siswa menginginkan hasil belajar dan hasil kerjanya mendapat penghargaan tersendiri dari guru. Siswa merasa sangat senang jika hasil apa yang telah mereka kerjakan mendapatkan penghargaan oleh guru, karena hal tersebut dapat meningkatkan usaha siswa untuk lebih memperbaiki tingkah lakunya ke arah yang lebih baik. Memang sudah merupakan fitrah manusia ingin dihormati, dihargai, dipuji dan disanjung-sanjung, tentu saja semua ini dalam batas yang wajar.

Salah satu bentuk intensif dalam proses belajar mengajar adalah pemberian penguatan guru kepada siswa dalam meningkatkan motivasi belajar, karena dengan diberikannya penguatan siswa merasa dihargai segala prestasi dan usahanya. Guru Ekonomi (IPS Terpadu) mempunyai cara tersendiri bagaimana penguatan yang diberikan tersebut dapat direspon siswa dengan baik sehingga dapat meningkatkan motivasi belajarnya.

Atas dasar latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemberian penguatan, mendeskripsikan implikasi pemberian penguatan, mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan pemberian penguatan dalam meningkatkan motivasi belajar ekonomi, serta untuk mendeskripsikan bagaimanakah hasil belajar siswa setelah diberikannya penguatan oleh guru pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan angket.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penguatan yang diberikan dalam meningkatkan motivasi belajar Ekonomi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Malang adalah penguatan dalam bentuk verbal seperti pemberian penghargaan (berupa pemberian nilai bagus atau penambahan poin nilai) dan penguatan non verbal dengan cara mendekati siswa. Meskipun ada sebagian yang menjawab pemberian pujian, senyuman dan hadiah namun itu jarang dilakukan oleh guru. Penguatan negatif seperi siswa diminta untuk mengisi buku pelanggaran jika siswa tidak mengerjakan tugas, tidak membawa buku dan pelanggaran lainnya. Implikasi pemberian penguatan dalam meningkatkan motivasi belajar Ekonomi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Malang, antara lain; (1) Keaktifan dalam kegiatan belajar mengajar sering dilakukan setelah siswa diberikan penguatan oleh guru. (2) Dalam pemberian penguatan dapat memotivasi siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan tepat. (3) Motivasi dalam mencapai nilai maksimal setelah diberi penguatan oleh guru. Faktor pendukung keberhasilan pemberian penguatan dalam meningkatkan motivasi belajar Ekonomi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Malang, antara lain; (1) Minat siswa dalam belajar Ekonomi, minat merupakan kunci pokok dalam mencapai motivasi belajar siswa. (2) Keinginan siswa dalam belajar merupakan hal terpenting dalam mencapai keberhasilan proses belajar, khususnya dalam belajar Ekonomi. Faktor penghambat keberhasilan pemberian penguatan dalam meningkatkan motivasi belajar Ekonomi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Malang, antara lain; (1) Metode yang digunakan guru dalam mengajar kurang bervariasi, sehingga terkesan membosankan bagi siswa. (2) Kurangnya respon siswa terhadap nasehat guru. Hasil belajar siswa setelah diberikan penguatan oleh guru pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Malang sudah menunjukakan kategori baik. Hal ini sesuai dengan data daftar nilai siswa kelas 7.1 diketahui bahwa rata-rata nilai sudah memenuhi pencapaian nilai tuntas sesuai dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 76. Hal ini menjadi bukti bahwa selain dapat meningkatkan motivasi belajar, pemberian penguatan juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil belajar yang baik pula, dan sebaliknya apabila motivasi belajar siswa lemah maka hasil belajar siswa cenderung rendah.

Dari hasil penelitian disarankan, bahwa guru harus dapat menggunakan penguatan secara verbal berupa pujian, penghargaan, persetujuan, dukungan dan lain-lain yang diucapkan dengan kata, ucapan atau kalimat, maupun penguatan non verbal berupa penguatan yang dinyatakan dengan bahasa tubuh dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini dilakukan agar siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam menerima penguatan yang secara tetap, khususnya pada pelajaran Ekonomi. Guru juga harus lebih bersikap hangat dan antusias dalam pemberian penguatan, agar siswa merasa dirinya dihargai atas hasil kerjanya sehingga siswa lebih termotivasi dalam kegiatan belajar. Sekolah perlu mendukung dan memfasilitasi guru dalam pemberian penguatan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga siswa merasa lebih diperhatikan dan lebih bersemangat dalam kegiatan belajar mengajar.