SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pekerja Anak di Bawah Umur pada Sektor Informal Di Kota Malang

ARINI FITRIA MUSTAPITA

Abstrak


ABSTRAK

 

Mustapita, Fitria, Arini. 2012. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pekerja Anak di Bawah Umur pada Sektor Informal Di Kota Malang, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo., M.Ec, (II) Dr. Agung Haryono, S.E.,M.P.,Ak.

 

Kata Kunci : Pekerja Anak, Pendapatan, Jumlah Tanggungan, Pendidikan

Banyaknya anak-anak dibawah umur yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak memperoleh pendidikan secara layak menyebabkan para anak-anak bekerja. Pekerja anak lebih memilih membantu orangtua untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi pekerja anak di bawah umur pada sektor informal serta peranan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur.

Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan para pekerja anak dibawah umur dibawah naungan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur Kota Malang. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pengurus Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur Kota Malang dan Pekerja Anak di Bawah Umur pada Sektor Informal di Kota Malang. teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan melaksanakaan interview, observasi dan dokumentasi. Analisis data dengan cara reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan pekerja anak memutuskan untuk bekerja pada sektor informal. Antara lain yaitu faktor penawaran, faktor ekonomi yang berupa pendapatan, faktor Kebudayaan, faktor pendidikan dan jumlah tanggungan dalam keluarga. Pendapatan  para pekerja anak relatif sama yaitu dengan pendapatan rata-rata Rp.10.000-Rp.25.000. Semakin tinggi tingkat pendapatan maka semakin tinggi pula tingkat konsumsi. Selain itu tidak semua para pekerja anak tidak mengenyam pendidikan, sebagian dari mereka memilih tetap bersekolah. Berdasarkan penelitian Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur memiliki peranan besar dalam menangani pekerja anak di bawah umur antara lain memberikan motivasi, mengembangkan bakat dan minat pekerja anak, serta membiayai pekerja anak yang tidak mampu untuk bersekolah.

Beberapa saran yang dikemukakan oleh penulis dalam skripsi ini diharapkan mampu menjadi bahan masukan kepada Jaringan kemanusiaan Jawa Timur dalam menghadapi para pekerja anak di bawah umur pada sektor informal di Kota Malang. Secara teoritis, penulis berharap agar temuan-temuan didalamnya bisa membantu kegiatan penelitian selanjutnya.