SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisi Potensi Pajak Bumi dan Bangunan dalam Plaksanaan Otonomi Daerah di Kota Malang

M FUADIL KARIM

Abstrak


ABSTRAK

 

Karim, M. Fuadil. 2011. Analisi Potensi Pajak Bumi dan Bangunan dalam Plaksanaan Otonomi Daerah di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec. (II) Grisvia Agustin, SE, M.Sc.

 

Kata kunci: Otonomi daerah, Potensi, Pajak Bumi dan Bangunan

Untuk lebih mengoptimalkan potensi keuangan daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintah, maka pemerintah daerah diharapkan untuk mampu menggali segenap potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut. Salah satu tolok ukur finansial yang dapat digunakan untuk melihat kesiapan daerah dalam pelaksanaan otonomi adalah dengan mengukur seberapa jauh suatu daerah menggali sumber-sumber pendapatan daerah yang dimiliki. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan potensi dari Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Malang sendiri.

Peneliti merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimana Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Malang tahun anggaran 2005 sampai 2009?(2) Bagaimana Potensi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Malang? (3) Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalakan Potensi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Malang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini dirancang dengan jenis penelitian deskriptif dengan menggabungkan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan Linier Programming dan teknik analisis SWOT. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Malang dengan teknik survei lapangan dan dokumentasi.

Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dilihat dari jumlah nominal realisasi penerimaannya dari tahun 2005 sampai 2009 selalu mengalami kenaikan. (2) Potensi Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Malang cukup besar, hal ini dapat dilihat dengan nominal realisasi penerimaan PBB yang mengalami kenaikan kurang lebih Rp 4.000.000.000 dari tahun ketahun dari tahun 2005 sampai 2009. (3) upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan potensi PBB adalah Diversifikasi strategi, artinya penerimaan PBB dalam kondisi baik namun menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga harus dilakukan upaya mobilisasi sumberdaya yang merupakan kekuatan penerimaan PBB untuk memperkecil ancaman tersebut Adapun saran yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengoptimalkan potensi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan adalah: (1) Bagi Lembaga yang menjalankan administrasi PBB hendaknya harus melakukan upaya-upaya untuk memaksimalkan potensi Pajak Bumi dan Bangunan (2) Bagi peneliti lain: maka penelitian selanjutnya disarankan mengambil data yang lebih rinci dan lengkap agar dapat mendeskripsikan berbagai kondisi yang terjadi dalam hal pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan secara lebih mendalam untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik

 

ABSTRACT

Karim, M. Fuadil. 2010. Analytical Potential of Land and Building Tax in Regional Autonomy in The City of Malang. Undergraduate Thesis, Department of Economic Development Studies, Faculty of Economics, University of Malang. Advisors: (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.Ec. (II) Grisvia Agustin, SE, M.Sc.

 

Keywords: regional autonomy, the potential, land and building tax

Regional autonomy in Indonesia has been implemented since January 1, 2001. With regional autonomy, autonomous regional authority to manage the area in accordance with the wishes of its people is increasing. If the previous area just as the operator only in development, it now extends into iniciator regional role, the planner, fund rising, supervisor or evaluator. Thus, the paradigm of "build a more focused area," means that the region should have the initiative, initiative, self-reliance in formulating, planning and implementing regional development.

The assumption was that the area know more about the problems and potential in their respective regions. the researchers formulated the problem as follows. (1) How is Revenue Land and Building Tax (PBB) in Malang for 2005 to 2009? (2) How is revenue potential land and building tax (PBB) in Malang? (3) What efforts can be made to memaksimalakan Tax Revenue Potential of Land and Building in Malang? To answer these questions, the study was designed with this type of descriptive research by combining methods of qualitative and quantitative methods. Analysis techniques using Linear Programming and analysis techniques SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treatment). The research was conducted in the Department of Revenue (Revenue) and the Tax Office Pratama Malang, with field surveys and documentation techniques.

From the results of this study found that (1) From this study we can conclude the results of land and building tax receipts seen the realization of the nominal amount of revenue from 2005 to 2009 is always increased, the average development of land and building tax receipts from 2005-2009, is 21.06%, (2) In this study the potential of Land and Building in Malang City is quite large, this can be seen with a nominal realization revenues of Land and Building of approximately Rp 4 billion from year to year from 2005 to 2009, and projected revenues will be getting up in the ensuing years, (3) efforts made to maximize the potential of Land and Building is a diversification strategy, it means acceptance of Land and Building in good shape but faces a number of serious challenges that resource mobilization efforts should be made which PBB force to minimize revenue threat As for suggestions that can be considered in optimizing the revenue potential of land and building tax are: (1) For institutions that administer land and building tax (PBB) should be make efforts to maximize the potential of such land and building tax is to conduct an intensive coordination between the management of Land and Building Tax (PBB (2) For other researchers: the further research suggested taking data for more detailed and complete to describe the various conditions that occur in the management of Land and Building Tax in more depth to get the results better research.