SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Syariah di Indonesia

Ilham Wibowo

Abstrak


ABSTRAK

 

Wibowo, Ilham S. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Syariah di Indonesia . Skripsi, Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Sugeng Hadi Utomo,M.Ec. (II) Dwi Wulandari, SE, MM.

 

Kata kunci: Dana Pihak Ketiga (DPK), Nisbah (profit sharing ratio), Non Performing Financing (NPF), GDP riil.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Syariah di banding dengan Bank Konvensional yang ada di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh Bank Indonesia dan Perbankan Syariah, bahkan walaupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa haram berkaitan dengan bunga Bank di tahun 2004, namun tetap saja kurang bisa membuat jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) pada bank syariah berkembang. Padahal jika dibandingkan bagi hasil Bank Syariah dengan bunga Bank Konvensional, maka Bank Syariah masih memberikan bagi hasil atau keuntungan yang lebih besar dibandingkan bunga Bank Konvensional.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi pengaruh antara Nisbah (profit sharing ratio), tingkat pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF), Pendapatan Nasional Riil (GDP riil) yang mencerminkan kemampuan (ability) untuk menabung terhadap jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Syariah di Indonesia pada periode 2005-2009.

Berdasarkan dari kriteria sampel yang telah ditentukan, diperoleh tiga sampel penelitian, yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank  Syariah Mandiri, dan Bank Mega Syariah. Alat analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini adalah data panel dan diolah dengan menggunakan program eviews 3.1.

Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa Nisbah (Profit Sharing Ratio) menunjukkan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Syariah di Indonesia, kemudian untuk variable NPF (Non Performing Financing ) juga menunjukkan tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Syariah di Indonesia, dan untuk variabel Pendapatan Nasional Riil (GDP Riil) yang mencerminkan kemampuan (ability) untuk menabung menunjukan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan terhadap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Syariah di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka disarankan kepada Bank Syariah di Indonesia seharusnya meningkatkan sosialisasi dengan segera merubah paradigma bahwa Bank Syariah adalah eksklusif milik dan untuk orang Islam. Bank Syariah di Indonesia seharusnya juga lebih mempertimbangkan akad yang dilakukan khususnya dengan orang yang beragama non muslim. Karena dalam hal ini banyak pihak yang merasa kesulitan untuk melakukan akad yang harus dilakukan. Bank Syariah juga harus mempertimbangkan adanya permasalahan seperti perbedaan dalam penafsiran konsep bagi hasil, peningkatan SDM internal, inovasi produk dan layanan yang maksimal.