SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Inflasi, Kurs Dollar, Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI tahun 2007-2010

BAGUS ARGA MEGAWAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Megawan, Bagus Arga. 2010. Pengaruh Inflasi, Kurs Dollar, Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI tahun 2007-2010. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)  Dr. Agung Haryono, S.E., M.P., (2) Dwi Wulandari, S.E., M.M

 

Kata Kunci: Inflasi, Kurs Dollar, Tingkat Suku Bunga SBI dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

 

Indeks harga saham membandingkan perubahan harga saham dari waktu ke waktu apakah suatu harga saham mengalami penurunan atau kenaikan dibandingkan dengan suatu waktu tertentu. Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia. IHSG sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI, Indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI. Pergerakan indeks saham di suatu negara sudah tentu tidak terlepas dari kondisi perekonomian negara itu secara makro. Indeks harga saham sangat dipengaruhi variabel-variabel makro seperti suku bunga, kurs mata uangnya, dan inflasi. Perubahan faktor makro ekonomi tidak akan dengan seketika mempengaruhi kinerja perusahaan, tetapi secara perlahan dalam jangka panjang. Sebaliknya, harga saham akan terpengaruh seketika oleh perubahan faktor makro ekonomi karena para investor lebih cepat bereaksi. Reaksi investor terhadap perubahan variabel makro tidak sama, ada yang memberikan reaksi positif dan reaksi negatif yang kesemuanya tergantung pada kekuatan investor yang paling dominan.

Untuk menguji hipotesis tentang kekuatan variabel independen (inflasi, kurs dollar, tingkat suku bunga SBI) terhadap IHSG, penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda (multiple regression analysis model) dengan persamaan kuadrat terkecil (Ordinary Least Square). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.

Populasi yang diambil dalam penelitian ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2007-2010.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Variabel Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG); (2) Variabel kurs Dollar berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham gabungan (IHSG); (3) Variabel Suku Bunga SBI tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG); (4) Inflasi, Kurs Dollar, Tingkat Suku Bunga SBI secara simultan berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG); (5) Variasi variabel Inflasi, Kurs Dollar, Tingkat Suku Bunga SBI mampu memberikan pengaruh 53,7% terhadap variabel Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Megawan, Bagus Arga. 2010. Effect of Inflation, Dollar Exchange Rate, SBI Interest Rate to Composite Stock Price Indeks Indonesia (CSPI) in Indonesia Stock Exchange (IDX) in periode of 2007-2010. Thesis, Department of Economic Development, Faculty of Economic, State University of Malang. Guidance: (1)  Dr. Agung Haryono, S.E., M.P., (2) Dwi Wulandari, S.E., M.M

 

Key Word: Inflation, Dollar Exchange Rate, SBI Interest Rate and Composite Stock Price Indeks Indonesia (CSPI)

 

Here price index compares the stock price changes from time to time whether a stock price decrease or increase compared with a certain time. Composite Stock Price Index is one of the stock market index used by the Indonesian Stock Exchange. CSPI as an indicator of stock price movement in IDX, Index covers price movement of all common stock and preferred stock listed on the IDX. Stock index movement in a country is certainly not depend on from the condition of the country's macro economy. Stock price index is influenced macro variables like interest rates, currency exchange rates, and inflation. Changes in macroeconomic factors will not immediately affect the company's performance, but slowly in the long term. In contrast, stock prices will be affected immediately by the change in macroeconomic factors as investors react faster. Investor reaction to changes in macro variables are not equal, there is giving a positive reaction and negative reaction all of which depend on the strength of the most dominant investors.

To test the hypothesis about the strength of independent variables (Inflation, Dollar Exchange Rate, SBI Interest Rate) against CSPI, this study used the technique of multiple linear regression analysis (multiple regression analysis model) with the smallest quadratic equation (Ordinary Least Square). This study uses a quantitative approach.

Population taken in this research Composite Stock Price Index (CSPI) in Indonesia Stock Exchange. In this study, the sampling techniques used are saturated or sampling where all members of the population census is used as a sample. So the sample in this study is a joint stock Price Index (CSPI) in 2007-2010.

The results of this study indicate that: (1) Variable Inflation has not significant impact to Composite Stock Price Index (CSPI), (2) Variable Exchange Rates significantly influence the composite Stock Price Index (CSPI), (3) Variable SBI Interest Rate not significant impact on the Composite Stock Price Index (CSPI), (4) Variable Inflation, Dollar Exchange, Interest Rate of SBI simultaneously influence the Composite Stock Price Index (CSPI), (5) Variation variable Inflation, Dollar Exchange, Interest Rate of SBI give impact 53,7% to the Composite Stock Price Index (CSPI).