DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya.Linn)Terhadap Pertumbuhan Parasit Malaria dan Sosialisasinya sebagai Antimalaria kepada Masyarakat di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat

Johanis Fritzgal Rehena

Abstrak


Penyakit malaria hingga saat menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan merupakan penyakit parasitik dengan angka kesakitan tertinggi di 90 negara. Berdasarkan Taksiran WHO, 300-500 juta orang di dunia terinfeksi malaria setiap tahunnya, 110 juta orang menunjukan gejala, dan 2,7 juta diantaranya mengalami kematian. Indonesia merupakan daerah endemis malaria, karena 60% penduduk Indonesia tinggal di daerah endemis malaria dan berdasarkan data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 terdapat 15 juta penderita malaria setiap tahun dan menimbulkan mortalitas 1,2% atau 23.483 orang. Angka penderita malaria di provinsi Maluku sebanyak 41.743 orang, di Kabupaten Seram Bagian Barat 7.760 orang dan di Kecamatan Kairatu sebanyak 1.296 orang, dengan prevalensi 2,42% 

Pepaya atau gandul (Carica papaya Linn) merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia, pepaya bukan asli tanaman dari Indonesia tapi dari Amerika Tengah. Pepaya merupakan salah satu sumber senyawa kimia baru yang terpenting, sebagai obat maupun sebagai senyawa model untuk mendapatkan senyawa aktif baru. Daun pepaya mengandung senyawa alkaloid carpaine, caricaksantin, violaksantin, papain, saponin, flavonoid, dan tanin. Daun pepaya muda dipergunakan untuk mengobati penyakit malaria, penambah nafsu makan, jerawat, menambah air susu, dan untuk  mengobati sakit gigi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antimalaria dari ekstrak etanol dan ekstrak air daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong terhadap pertumbuhan Plasmodium falciparum dan Plasmodium berghei secara in vitro maupun in vivo.

Kegiatan penelitian terdiri dari 3 tahap, yakni tahap: 1) penelitian survei, bertujuan untuk mengetahui varietas pepaya di Kecamatan Kairatu; 2) penelitian eksperimen, untuk mengetahui hasil ekstraksi etanol dan air daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong, menguji pengaruh konsentrasi ekstrak etanol dan rebusan air daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong terhadap pertumbuhan Plasmodium falciparum secara in vitro, dan pengaruh dosis ekstrak rebusan daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong terhadap pertumbuhan Plasmodium berghei secara in vivo. Hasil temuan penelitian terhadap varietas pepaya yang diidentifikasi di wilayah Kecamatan Kairatu yaitu: 1) varietas pepaya Solo, 2)

                                                                                                                                  2

varietas Cibinong, 3) varietas Jinggo, dan 4) pepaya gandul. Ciri morfologi varietas Solo; ukuran buahnya kecil seperti avokad, berleher panjang dan bulat. Varietas Jinggo; kulit buah berwarna kuning, daging buah warna merah serta rasanya manis; varietas Cibinong; buahnya panjang, berwarna merah muda. Pepaya gandul merupakan pepaya jantang, bunganya lebat, bila berbuah bentuknya kecil.  

            Pengujian ekstrak etanol dan ekstrak air dari sampel daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong menunjukan pewarnaan hijau-kecoklatan. Ekstrak dengan air melalui proses pengeringan dengan metode freeze dryng selama 14 jam  menghasilkan ekstrak air daun pepaya varietas Solo 43,6 gram dan ekstrak air daun pepaya varietas Cibinong 43,8 gram.  Uji aktivitas antimalaria dari ekstrak etanol dan ekstrak rebusan daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong dengan 5 perlakuan konsentrasi 100µg/ml, 10µg/ml, 1µg/ml, 0,1µg/ml, dan 0,01µg/ml, yang dipaparkan pada kultur Plasmodium falciparum strain G2300 selama masa inkubasi 0-48 jam, menunjukan persen parasitemia mengalami penurunan pada perlakuan konsentrasi terkecil yaitu 0,01µg/ml sampai dengan konsentrasi tinggi 100µg/m, dibanding dengan kontrol negatif.  Hasil uji aktivitas antimalaria daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong melalui proses ekstraksi dengan pelarut etanol dan air, menunjukan nilai IC50  ekstrak etanol daun pepaya varietas Solo sebesar 2,14279 µg/ml, varietas Cibinong sebesar 2,78210µg/ml, ekstrak rebusan varietas Solo sebesar 2268,08550 µg/ml dan, varietas Cibinong sebesar 3275,29685 µg/ml.

           Hasil analisis uji hipotesis menggunakan anava ganda menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari tingkat konsentrasi ekstrak etanol dan ekstrak rebusan daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong terhadap  pertumbuhan Plasmodium falciparum.  Uji lanjut LSD memperlihatkan bahwa adanya perbedaan pengaruh yang signifikan dari tingkat konsentrasi ekstrak etanol daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong terhadap pertumbuhan Plasmodium falciparum. Perbedaan pengaruh varietas Solo dan varietas Cibinong terhadap pertumbuhan Plasmodium falciparum, menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara varietas pepaya Solo dan varietas Cibinong terhadap pertumbuhan Plasmodium falciparum. Pengaruh perlakuan interaksi yang diperoleh 1) konsentrasi ekstrak etanol, varietas Solo, varietas Cibinong berpengaruh signifikan; dan 2) konsentrasi ekstrak rebusan, varietas Solo, varietas Cibinong berpengaruh signifikan. Adanya hubungan yang liner konsentrasi ekstrak etanol dan ekstrak rebusan varietas Solo dan varietas Cibinong dengan pertumbuhan Plasmodium falciparum. Hasil analisis regresi, menunjukan adanya hubungan linier antara dosis ekstrak daun pepaya varietas Solo dan varietas Cibinong dengan pertumbuhan Plasmodium berghei pada mencit. Hasil sosialisasi kepada masyarakat/penderita malaria tentang penggunaan ekstrak rebusan daun pepaya memberi dampak persepsi yang dapat diterima secara positif oleh masyarakat.  

          Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan beberapa penelitian lanjutan, antara lain: 1), hasil temuan penelitian diketahui ekstrak etanol varietas Solo dan Cibinong berpotensi sebagai antimalaria secara in vitro dan ekstrak rebusan varietas pepaya Solo dan Cibinong memiliki potensi sebagai antimalaria yang perlu dikembangkan. 2) perlu dilakukan fraksinasi dan isolasi dari berbagai ekstrak etanol dan rebusan daun pepaya guna mengetahui profil alkaloid karpaina, safonin dan flavonoid. Perlu pemberdayaan budidaya pepaya di wilayah Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat.