DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengajaran Membaca dalam Kelas Bahasa Inggris di SMA Negeri 5 Malang

W Hamer

Abstrak


Studi ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi pengajaran membaca di SMAN 5 Malang, berpusat pada materi-materi yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris, aktivitas belajar-mengajar di kelas khususnya dalam mengajar membaca, dan penilaian yang dilakukan dalam mengajar membaca.

Studi ini adalah studi kasus dengan menggunakan model penelitian kualitatif. Data yang diperoleh adalah dalam bentuk gambaran/deskripsi tentang fenomena yang benar-benar terjadi di dalam kelas. Subyek dari studi ini adalah lima guru bahasa Inggis dan siswa semester ganjil di kelas X.7, XI IPA5, XI IPS2, XII IPS2, dan XII IPA5 pada tahun pelajaran 2007/2008. Studi ini menggunakan empat teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, studi dokumen, dan rekaman. Kemudian, data-data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tiga tahap, yaitu data reduksi, data display, dan gambaran kesimpulan.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa semua guru tersebut menggunakan: (1) buku teks sebagai materi utama dalam pembelajaran, (2) Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai materi tambahan, dan (3) materi-materi yang diambil dari surat kabar, majalah, selebaran/label dan internet sebagai materi pelengkap. Secara khusus, materi yang digunakan berasal dari buku-buku teks yang berjudul: (1) Interactive English Learning for SMA/MA Students, (2) Look Ahead: An English Course for Senior High School Students, and (3) Being Competent in English for Senior High School Students. Sementara itu, materi tambahan yang digunakan berasal dari LKS yang berjudul Media Professional Bahasa Inggris and Access to English Competence. Beberapa materi pelengkap lainnya yang digunakan adalah berita, cerita, gambar-gambar, pengumuman, petunjuk-petunjuk di kotak obat, serta permainan dari internet.

Aktivitas yang ditunjukkan dalam mengajar membaca meliputi tiga tingkat, yaitu: (1) aktivitas sebelum belajar: memberi salam, memeriksa kehadiran siswa, mengemukakan ide, dan mengenalkan pokok pikiran yang akan dibahas; (2) saat belajar: mengelola kegiatan belajar-mengajar dengan jelas, menyuruh siswa membaca teks secara lisan/dalam hati, memberi contoh, memfasilitasi kelompok belajar, tanya-jawab, mengamati kegiatan siswa, memberi tugas, dan memberi kesempatan siswa mempresentasikan hasil diskusinya; dan (3) setelah belajar: memberi masukan, membuat kesimpulan/refleksi, dan memberi PR.

Penilaian kelas yang dilakukan oleh semua guru tersebut dalam mengajar membaca adalah (1) penilaian autentik, meliputi kegiatan tanya-jawab lisan, hasil pengamatan guru, pemberian tugas, dan membaca lisan; (2) penilaian formal, meliputi tes harian, tes mingguan, dan tes sumatif.