DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Pelaksanaan Program Unit Produksi Sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Blitar. (Tesis)

S.A. Judowati S.A. Judowati

Abstrak


UPS merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan dalam mengelola sumber daya sekolah untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual untuk mendapatkan keuntungan dan juga sebagai wahana belajar bagi siswa SMK. Melalui UPS yang dilakukan secara efektif akan memberikan peningkatan mutu SMK yaitu, (1) aspek pembelajaran, (2) aspek ekonomi, (3) aspek pelaksanaan/ pengelolaan, (4) aspek organisatoris, dan (5) aspek permodalan.

Bagaimanakah keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek pembelajaran, aspek ekonomi, aspek pelaksanaan/pengelolaan, aspek organisatoris, dan aspek permodalan, serta bagaimanakah usaha UPS dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan pelaksanaan program unit produksi pada Sekolah Menengah Kejuruan. Metode penelitian yang dipilih adalah deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Populasi sebanyak 41 guru SMK, dan sampel diambil dari total populasi, yaitu 41 orang.

Kriteria dari keefektifan adalah: 0,00 - 1,99, sangat tidak efektif; 2,00 - 2,74, tidak efektif; 2,75 - 3,49, cukup efektif; 3,50 - 4,24, efektif; 4,25 - 5,00, sangat efektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek pembelajaran termasuk kategori efektif (3,72); (2) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek ekonomi termasuk kategori cukup efektif (3,38); (3) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek pelaksanaan/pengelolaan termasuk kategori cukup efektif (3,40); (4) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek organisatoris termasuk kategori cukup efektif (3,38); (5) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek permodalan termasuk kategori cukup efektif (3,13).

Beberapa saran diberikan kepada sekolah agar mengusahakan pendanaan kegiatan UPS secara memadai dan menempatkan personil guru sebagai pengelola yang betul-betul memiliki dedikasi tinggi dalam mengelola UPS. Bagi pengelola UPS perlu ada usaha maksimal dari para pengelola UPS dan menjalin kerja sama dengan pihak luar (dunia industri).

Abstract:

Keywords: School Production Unit (UPS), Vocational High School (VHS)

 

SPU represent a continual activity in managing resource of school to produce service or goods that can be sold for benefit purpose and learning of media for student of SMK. Efectiveness of implementation SPU can enhance Vocational High School (VHS) regrading, (1) teaching-learning aspect, (2) economic aspect, (3) management, (4) aspect of organization, and (5) capital gain aspect.

Formulated problem of this research is how to implementation of effectiveness program of SPU evaluated from teaching-learning aspect, economic aspect, management, aspect of organization, and capital gain aspect, and also how effort SPU in human resource development (SDM). This research aims to know implementation effectiveness of School Production Unit at Vocational High School. Method of this research is descriptif by using questioner. The population is 41 teacher of VHS, and sample took from totally of population.

Result of this research indicate that: (1) implementation toward teaching-learning can be categorized as effective with mean score value 3,72; (2) implementation toward economic aspect is somewhat effective with mean score value 3,38; (3) implementation toward managerial aspect is effective with mean score value 3,40; (4) implementation toward from aspect of organization is somewhat effective, with mean score value 3,38; (5) implementation toward capital gain aspect is somewhat effective, with mean score value 3,13.

Recomendations for school regrading SPU include providing sufficent budget for SPU and placing high commitment teacher for SPU manager. With regard to management, recommendation includes maximizing cooperation with external institutions especially with industries.